Jody Mengaku Menjadi Betawi di Tengah Aceh

Kapanlagi.com - Saat Edwin berduka atas terjadinya bencana alam di kampung halamannya, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Jody turut bersimpati. Ketika Edwin dan timnya menggalang bantuan untuk para korban Aceh, Jody pun turut sibuk membantu. Mereka menjalin persahabatan sejati.

"Saya ikut membantu Edwin dan timnya di Posko Bersama yang mereka bikin," kisah Jody, ketika bertemu wartawan, belum lama ini di RCTI, Jakarta. "Di posko itu, saya satu-satunya Betawi di tengah orang-orang Aceh," sambungnya dalam nada seloroh, tanpa bermaksud membeda-bedakan darah kesukuan yang mengalir di tubuh masing-masing. "Jangan mikirin perbedaan suku-bangsa untuk membantu," tegasnya.

Edwin, bekerja sama dengan para pemuda Aceh di Jakarta, mendirikan Posko Bersama di Jakarta, sejak hari gempa bumi dan gelombang tsunami mengempas NAD dan Sumatera Utara, 26 Desember 2004. Mula-mula di sebuah kompleks pertokoan dan perkantoran di Jl Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, lalu pindah ke Jl Wijaya 13/21, Kebayoran Baru.

"Ya, saya dan Edwin sudah berteman baik belasan tahun. Masa, dia lagi berduka, saya enggak peduli," ucapnya.

Jody mengaku lagi, ia bahkan rela sebisa mungkin menyesuaikan jadwal kerja keprofesiannya sebagai entertainer, jika ada kebutuhan mendesak di Posko Bersama. "Saya akan minta pengertian pihak pembuat kegiatan itu. Masa sih mereka enggak mau mengerti di tengah kondisi seperti ini," ujar Jody, yang sekarang sedang menjalani syuting sinetron Seminggu Tujuh Cinta, yang disutradarai oleh Jose Poernomo.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kmp/dar)

Rekomendasi
Trending