SELEBRITI

Kisah Dias Kinanthi, Adik Andien yang Salah Pilih Jurusan Kuliah

Jum'at, 06 September 2019 10:02 Penulis: Tantri Dwi Rahmawati

Dias Kinanthi (Credit: instagram.com/diaskinanthi)

Kapanlagi.com - Dias Kinanthi, adik kandung penyanyi Andien Aisyah ini sudah sukses menjadi diplomat. Ia bekerja di bidang multilateral di Jenewa, Swiss. Tugasnya menangani beberapa badan PBB di antaranya WHO, ILO, dan UNESCO.

Dias memang dikenal sebagai perempuan yang cerdas. Ia adalah pemegang gelar master dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) pada 2016. Bukan hanya itu, ia juga dikenal peduli dengan lingkungan. Hijaber satu ini sangat peduli dengan isu-isu kemanusiaan.

Bahkan beberapa tahun lalu, ia pernah diutus ke kota Tomsk Siberia, Rusia, dalam misi sosial untuk membantu pendidikan dan pembinaan anak-anak kurang mampu. Ia juga pernah menjadi wakil Indonesia di forum internasional APEC di Bali. Bukan hanya menjadi diplomat, Dias juga sering menjadi guru bagi anak-anak pemulung di Jakarta.

1. Ada Jalan Terjal yang Dilalui

Apa yang diraihnya sekarang ini tentu tak dicapainya dengan mudah. Banyak jalan terjal yang telah dilaluinya. Ia pernah mengalami momen penuh perjuangan di masa kuliah. Ia mengaku pernah salah mengambil jurusan kuliah karena tak sesuai dengan minat dan bakatnya.

Dias awalnya masuk Fakultas Kedokteran di Universitas Indonesia. Meski profesi dokter sangat menjanjikan, namun ia merasa tidak cocok dengan bidang kedokteran. Ia pun hanya mampu bertahan hingga 4 semester. Dengan modal nekat, ia akhirnya banting setir jadi mahasiswi Sastra Jerman di kampus yang sama.

Setelah lulus dari Sastra Jerman, Dias meneruskan kuliahnya di FISIP UI untuk mewujudkan mimpinya menjadi seorang diplomat. Kisah salah jurusan yang dialami Dias, juga banyak dialami orang lain.

2. Himbau Generasi Muda

Ia pun mengimbau kepada generasi muda sebelum masuk kuliah agar meyakini jurusan yang akan diambil sudah sesuai dengan minat dan bakat sehingga kelak bisa mendapatkan pekerjaan sesuai dengan passion.

"Yang paling utama adalah kita sendiri yakin pada pilihan dan passion kita. Kalau itu sudah tercapai, barulah kita bisa meyakinkan orangtua dan orang lain," ujar Dias seperti siaran pers yang diterima Kapanlagi.com.

Berangkat dari pengalaman Dias dan juga data dari Indonesia Human Resources Forum pada 2017, bahwa sebanyak 87 persen pelajar di Indonesia mengakui salah memilih jurusan yang ditempuh, akhirnya terciptalah gerakan #TauApaMaumu.

"Dengan terbentuknya generasi yang #TauApaMaumu diharap dapat membangun masyarakat yang tangguh, passionate, produktif, dan akhirnya membuahkan kontribusi yang maksimal untuk masyarakat dan lingkungan sosialnya," tutur Stephanie direktur program Vooya yang menginisiasi gerakan tersebut.

 

(kpl/dan/tdr)

Reporter: Dadan Deva


REKOMENDASI
TRENDING