KPI Terima Puluhan Aduan Masyarkat Karena Program 'Pesbukers'

Rabu, 24 Agustus 2016 20:45 Penulis: Helmi Romadhon
KPI Terima Puluhan Aduan Masyarkat Karena Program 'Pesbukers' Pengisi acara Pesbukers @ Twitter.com/Pesbukers_antv1

Kapanlagi.com - Program Pesbukers yang tayang di salah satu stasiun televisi swasta tengah menjadi sorotan belakangan ini. Hal itu karena ulah bintang-bintang pendukungnya yang kerap menuai sensasi. Salah satunya ketika mereka mengumbar konflik rumah tangga menjadi bahan tertawaan.

Saat dikonfirmasi kepada pihak Komisi Penyiaran Indonesia atau KPI, mereka mengaku mendapat banyak aduan dari masyarakat yang merasa tidak nyaman dengan acara tersebut. Bila ditotal, aduan dari bulan Mei sampai pertengahan Agustus 2016 berjumlah 63 aduan.

Isi pengaduan masyarakat cukup beragam. Namun intinya menyebut lawakan yang tayang di jam prime time itu sudah tidak pantas. “Saya sudah terima pengaduan. Datanya tidak spesifik tapi intinya adalah tayangan itu tidak pantas, artisnya mesum dan hal-hal seperti itu,” ungkap Hardly Stefano selaku koordinator bidang pengawasan isi siaran saat dihubungi, Rabu sore (24/8).

KPI dapat banyak pengaduan atas program 'Pesbukers' @ Instagram.com/Pesbukers_ANTVKPI dapat banyak pengaduan atas program 'Pesbukers' @ Instagram.com/Pesbukers_ANTV



Meski mendapat banyak aduan, KPI tak ingin bertindak gegabah. Mereka harus mengkaji lagi apakah benar ada tayangan yang meresahkan masyarakat.

“Kami dari KPI melakukan tindakan tidak hanya berdasar aduan masyarakat. Dari pengaduan tersebut kami harus lakukan verifikasi, apakah Pesbukers ini melanggar seperti yang disuarakan masyarakat. Kalau benar, jam berapa? Kalau kemudian ada hasil jelas kami akan melakukan teguran,” imbuhnya.

Data pengaduan yang masuk pada bulan Mei sendiri sebanyak 11 aduan, bulan Juni sebanyak 32 aduan, bulan Juli ada 2 aduan, dan dari tanggal 1 sampai 15 Agustus ada 18 pengaduan. Sejauh ini KPI belum menyampaikan teguran lagi karena semenjak memberi peringatan tertanggal 22 Juni 2016 lalu, belum ditemukan pelanggaran.

(kpl/abs/mhr)

Reporter:

Adi Abbas Nugroho


REKOMENDASI
TRENDING