Kucing, Teman Setia Jeremy Teti di Rumah

Rabu, 28 Mei 2014 12:41 Penulis: Wulan Noviarina
Kucing, Teman Setia Jeremy Teti di Rumah @KapanLagi.com®
Kapanlagi.com - Nama Jeremy Teti bagi kebanyakan orang mungkin lebih dikenal sebagai seorang presenter berita televisi, atau bahasa kerennya news anchor. Namun belakangan, Jeremy lebih banyak beraksi sebagai pengisi acara bernuansa hiburan di beberapa stasiun tv swasta baik lokal maupun nasional.

Sebagai seorang mantan presenter berita yang selalu tersenyum saat bertugas di depan kamera, pria asal Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini ternyata memang punya sifat ramah yang luar biasa. Selain keramahannya itu, Jeremy ternyata juga seorang pecinta binatang.

Sedikitnya sembilan ekor kucing menjadi peliharaannya di rumahnya, di kawasan Tangerang, Banten, Jawa Barat. Meski demikian, Jeremy mengaku bahwa ia baru setahun belakangan gemar memelihara kucing.

“Aku suka kucing baru setahun terakhir ini. Awalnya karena temanku ngasih satu kucing Persia ke aku, karena kucingnya kebanyakan. Ya akhirnya aku rawat di rumah, karena pas dikasih ke aku, kucingnya nggak kerawat banget. Nah, setelah aku rawat, kok lama-lama jadinya cantik banget ya. Mulai saat itulah aku suka sama kucing. Dan kucing-kucingku itu bikin rumah jadi ramai, aku jadi banyak teman, hahaha,” cerita Jeremy saat ditemui di kediamannya.

Ada berbagai ras kucing yang ada di rumah Jeremy. Mulai ras Himalayan, beberapa ras campuran, bahkan kucing kampung murni pun ada di rumahnya. Untuk kucing kampung sendiri, Jeremy tak mau membedakan untuk fasilitas dan perawatan. Hasilnya memang sangat terlihat, kucing kampung itu terlihat sangat bersih dan terawat.

Jeremy dan 9 ekor kucing di rumahnya. @KapanLagi.com®/Muhammad AkromJeremy dan 9 ekor kucing di rumahnya. @KapanLagi.com®/Muhammad Akrom


Untuk merawat kesembilan kucingnya itu, Jeremy memang tak sendiri. Dia mempercayakan perawatan kucing-kucingnya kepada seseorang yang bekerja di rumahnya. Namun, ia tetap memantau terus keadaan hewan kesayangannya itu.

“Aku kan nggak selalu available di rumah, dan untungnya ada orang yang bisa ngurusin mereka (kucing). Paling, aku kadang suka ngasih makan aja, sama yang pasti ngeluarin biaya untuk kebutuhan kucing-kucing aku,” lanjutnya.

Selain perawatan sendiri, pria kelahiran Atambua, 31 Maret 1968 ini juga sesekali menggunakan jasa perawatan kucing yang bisa didatangkan ke rumah. Biasanya, ini dilakukan dua kali dalam sebulan. Tujuannya adalah untuk melakukan perawatan detail, yang memang hanya bisa dilakukan tenaga yang berpengalaman.  

“Aku juga terkadang pakai jasa perawatan jalan yang bisa dipanggil ke rumah. Biayanya itu 50 ribu per kucing, itu hitungannya per sekali datang. Jadi sekali perawatan, biaya untuk 9 kucing 450 ribu. Itu terdiri dari mandiin, potong kuku, obat perawatan bulunya, dan bersihin kuping,” pungkasnya sambil tersenyum.

(kpl/ben/phi)

Reporter:

Ruben Daniel


REKOMENDASI
TRENDING