Leylarey Nggak Peduli Image

Kamis, 28 Januari 2010 11:10 Penulis: Noviana Indah TW
Leylarey Nggak Peduli Image Leylarey Lesesne Foto: Hendra
Kapanlagi.com - Sosok Leylarey Lesesne di film perdananya, 18+, digambarkan sebagai anak yang urakan, tomboi dan cuek bebek. Dan rupanya karakter itu tak beda jauh dengan kesehariannya sendiri. Seperti saat ditanya mengenai tato yang ada di tubuhnya, Leylarey mengaku tak peduli dengan anggapan orang lain mengenai hal itu.

"Gue nggak berpikir ke kriminal atau seksi. Lebih ke apa yang gue mau dan gue nggak merugikan orang lain," terang Leylarey saat ditanya mengenai tato yang ada di tubuhnya itu ketika ditemui di press screening 18+ di Planet Hollywood, Jaksel, Selasa (26/01) lalu.

Awal mula Leylarey membuat tato adalah ketika dia nongkrong dengan teman-temannya dan keinginan untuk menato tubuhnya muncul secara tiba-tiba.

"Pertama di perut. Gambarnya yang desain teman saya, tapi yang milih letaknya di perut itu saya. Sebenarnya bukan gambar tapi tulisan 'Lesesne' karena itu marga aku. Karena ini tato pertama, keluarga belum pada tahu, aku milih spot yang nggak keliatan kalau aku pakai baju. Tapi lama-lama ketagihan, akhirnya nambah di spot yang keliatan dan orang tua marah, tapi lama-lama udah lah," aku cewek yang pertama kali membuat tato pada umur 19 tahun ini.

Meski pada awalnya sang Mama marah karena putrinya sudah berani membuat tato, namun Leylarey mengaku masih ingin menambah tato lagi.

"Aku jatuh cinta sama tato akhirnya jadi bandel aja, bikin terus. Gue juga nggak asal bikin, spontan bukan berarti asal-asalan tapi tetap tato yang ada artinya. Gue juga tahu kapan waktunya gue harus stop karena gue juga nggak mau seluruh badan gue penuh tato," katanya lagi.

Dan ketika disinggung soal image wanita bertato di masyarakat, sekali lagi Leylarey mengaku tak peduli.

"Bodo amat! Kalau ada yang menganggap orang tatoan itu identik dengan kriminal, zaman dulu banget. Kalau zaman sekarang, orang tidak berpikir ke arah sana," pungkasnya.    

(kpl/hen/npy)


REKOMENDASI
TRENDING