Kendati Abaikan Cibiran, Karir Cut Tary Sulit Kembali

Selasa, 18 Juni 2013 19:51 Penulis: Darmadi Sasongko
Kendati Abaikan Cibiran, Karir Cut Tary Sulit Kembali Cut Tary
Kapanlagi.com - Sekian lama menghilang dari dunia entertainment, wajah artis Cut Tary belakangan kembali muncul. Dia kembali menjadi presenter tayangan hiburan, karir yang pernah membesarkan namanya.

Meski niatnya dengan tekad bulat dan tulus, kemunculan Cut Tary sedikit 'terganjal' oleh kasus video asusilanya bersama Ariel yang pernah heboh beberapa tahun lalu. Bahkan tidak sedikit yang mencibir ibu satu anak itu.

"Kalau masalah itu, buat saya terus terang saya nggak mau bahas persoalan itu. Biarkan saya menutup lembaran lama. Itu buat saya luka," ungkap Cut Tary  menanggapi, seperti pernah diberitakan KapanLagi.com, Sabtu (25/3/2011).

"Jadi kalau saya minta mengorek-ngorek luka orang terus-terusan kan kasihan juga. Jadi saya minta untuk tidak dibuka lembaran-lembaran lama. Biarkan Allah yang mengatur bukan manusia yang mengatur," sambungnya.

Namun begitu keinginan Cut Tary kembali berkarya terus menguat. Dia seolah tak peduli dengan cibiran dan pandangan sinis. Dia beberapa kali mengaku siap dengan kegiatan keartisannya. "Pasti, saya harus belajar lagi. Apapun yang sudah terjadi dahulu atau di belakang, tetapi saya harus menatap ke depan," kata Cut Tary, Rabu (12/6/2013).

Pengamat dunia entertainment Ilham Bintang berpendapat, sulit bagi Cut Tary untuk bisa diterima di dunia hiburan. Seorang selebritis yang pernah terlibat kasus asusila, sulit karirnya bakal kembali menanjak dan sukses.

"Sejauh pengalaman, sangat sulit seorang artis apalagi populer yang terlibat kasus asusila. Karena secara tidak langsung masyarakat sudah mencapnya," kata Ilham Bintang, yang juga anggota kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) itu, Selasa (18/6).

Cut Tary: Saya Mulai Lagi Dari Nol
Cut Tary Habiskan Waktu Bersama Buah Hati
Ariel Tak Risih Kasus Videonya Diungkit Kembali
Kecelakaan, Cut Tari Orang Pertama Yang Dihubungi Richard Kevin
Hotman Paris Siap Bela Cut Tary Sampai Kapanpun
 

Selain itu, ada hal lain yang membuat karir Cut Tary sulit diterima oleh publik Indonesia. "Pertama, dia perempuan. Yang kedua, dia nggak jalani hukuman. Mungkin kedua faktor itu (mempengaruhi)," ungkapnya.

Terkait alasan pertama, meski bias gender, sosok perempuan di Indonesia memang mendapat perhatian berbeda di masyarakat. Budaya Indonesia belum sepenuhnya bisa menerima persamaan sikap atas laki-laki dan perempuan. Di samping proses persidangan yang memang tidak dijalani oleh Cut Tary.

Akan tetapi, Ilham tidak menampik kemungkinan kalau karir Cut Tary akan sukses seperti semula. "Kita lihat gimana dia menjalani semua itu. Biar nanti waktu yang menentukan. Biar masyarakat yang mengujinya. Karena masyarakat pada taat dengan agama. Makanya film esek-esek nggak berkembang. Itu terjadi dari dulu," jelasnya.

(kpl/dis/dar)


REKOMENDASI
TRENDING