Merem Melek Tour The Finale, FULL HOUSE!
Merem Melek Tour The Finale
Kapanlagi.com - Banyak cara untuk menyampaikan pesan positif, salah satu cara yang bisa dikatakan sedang booming di masyarakat adalah stand up comedy. Hal yang tadinya amat tidak umum, sekarang mewabah di setiap lapisan masyarakat.
Desember 2011, Pandji Pragiwaksono menggelar pertunjukan tunggal stand up comedy bertajuk Bhinneka Tunggal Tawa. Acara yang digelar di Usmar Ismail Hall, Kuningan, Jakarta tersebut benar-benar menginspirasi sosok Ernest Prakasa.
Ernest yang sebelumnya bekerja di beberapa perusahaan rekaman, akhirnya meninggalkan karir dan bertekad bulat untuk fokus menjadi seorang comic.
Hal inilah yang melatarbelakangi Merem Melek Tour yang digelar, di 11 kota di Indonesia, termasuk di Jakarta. Dimulai dari Bandung, kemudian melanjutkan perjalanannya ke Solo, Semarang, Denpasar, Malang, Surabaya, Makassar, Kendari, Samarinda dan Palangkaraya.
Lima kota pertama jalan tanpa sponsor, baru di kota keenam dan seterusnya Ernest berhasil mendapatkan sponsor.
Di akhir Merem Melek Tour, Ernest memutuskan menggelar Merem Melek Tour The Finale di kota tempat tinggalnya, Jakarta. Even yang digelar pada Selasa (11/07) di Gedung Kesenian Jakarta ini menuai sukses besar. Tidak disangka animo masyarakat akan hiburan berkualitas berhasil membuat tiket yang dijual seharga Rp. 60.000- Rp. 100.000 ini habis tidak tersisa sebelum hari H.
Acara yang dimulai pukul 19.30 WIB ini dibuka dengan sambutan dari Raditya Dika. Dilanjutkan dengan penampilan dari Jessica Farolan vs Sakdiyah Ma'ruf, dan tidak ketinggalan penampilan dari juara kompetisi stand up comedy yang digelar oleh salah satu tv swasta, Ge Pamungkas. Acara dipandu oleh MC yang juga sangat menghibur, Soleh Solihun, acara Merem Melek Tour The Finale menjadi acara yang luar biasa menghibur.
Tiba waktunya untuk menyaksikan penampilan dari Ernest Prakasa. Seperti yang kita tahu, di Indonesia perbedaan ras dan suku menjadi sebuah masalah yang besar, karena itulah Ernest menamakan acara ini Merem Melek Tour. Merem menggambarkan keadaan mata Ernest yang sipit dan Melek menggambarkan keterbukaan pandangan terhadap hal-hal yang di sekitarnya.
Terbukti dengan penampilannya pada malam itu yang sama sekali tidak risih saat membicarakan tentang ras, hubungan antara pria dan wanita, dan bahkan membicarakan tentang masa kecilnya.
Sebetulnya Ernest hanya menceritakan pengalaman hidupnya. Namun, ada makna yang dalam dari setiap lelucon yang dilontarkan. Hal itulah yang membuat penonton melakukan standing ovation di akhir penampilan Ernest.
Di pengujung acara Merem Melek Tour The Finale, Ernest mengajak istri dan anaknya untuk ikut naik ke panggung. Keterbukaan terhadap realita membuat penampilan Ernest mudah untuk dinikmati. Semoga ke depannya kita bisa menyaksikan penampilan stand up comedy yang sarat akan makna kehidupan lagi.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(kpl/bin/dar)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba
-
Teen - Lifestyle Gadget Smartwatch Kece Buat Gen Z yang Stylish, Fungsional, dan Nggak Bikin Kantong Kaget
