Penangkapan Ferry Hanya Permainan Diplomasi Singapura
Kapanlagi.com - Pengamat Hubungan Internasional Universitas Indonesia Haryadi Wirawan berpendapat kerjasama penangkapan Ferry Surya Perkasa oleh pemerintah Singapura hanya permainan diplomasi Singapura untuk menarik simpati publik Indonesia.
"Singapura hanya melakukan good will gesture," kata Haryadi ketika dihubungi ANTARA di Jakarta dari Batam sehubungan dengan penangkapan buronan buronan Mabes Polri itu dari Singapura.
Menurut Haryadi, kerjasama penangkapan Ferry hanya dijadikan alat oleh pemerintah Singapura untuk menunjukkan itikad baik.
Namun ia ragu, pemerintahan Singapura berniat menyerahkan buronan Indonesia lainnya.
Advertisement
"Ferry itu bukan siapa-siapa untuk Singapura. Tidak rugi bagi mereka menyerahkan Ferry," katanya.
Ia mengatakan meskipun Ferry adalah pengusaha, namun ia tidak membawa modal besar seperti buronan korupsi Indonesia lainnya.
"Untuk ekstradisi buronan korupsi, kelihatannya masih belum tersentuh. Karena itu lebih sensitif, karena para koruptor itu membawa lari modal haram yang menguntungkan Singapura," katanya.
Namun, menurut Haryadi, pemerintah Indonesia tetap harus memanfaatkan momentum kerjasama penangkapan Ferry sebagai langkah awal membicarakan perjanjian ekstradisi kedua negara.
Ia mengatakan, selama ini perjanjian ekstradisi masih terhambat dalam mempertemukan keingingan kedua negara. Sebagai konpensasi penyerahan buronan, Singapura menginginkan tempat pelatihan militer.
"Indonesia masih berpikir keras untuk mengabulkannya, mengingat banyak hal yang harus dikorbankan kalau itu diberikan," katanya.
Meskipun begitu, ia optimis perjanjian ekstradisi masih mungkin terlaksana dengan diplomasi tingkat tinggi yang dapat memberikan keuntungan bagi kedua belah negara.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(*/rit)
Advertisement

