Pengacara Korban Indra Bekti & Saipul Jamiell Minta Bantuan MUI

Rabu, 23 Maret 2016 11:15 Penulis: Ahmat Effendi
Pengacara Korban Indra Bekti & Saipul Jamiell Minta Bantuan MUI Indra Bekti - Saipul Jamiell ©KapanLagi.com
Kapanlagi.com - Kuasa hukum Reza Pahlevi dan sosok berinisial MD yang mengaku sebagai korban pencabulan Indra Bekti dan Saipul Jamiell mendatangi kantor Majelis Ulama Indonesia. Keberadaan LGBT terutama para artis yang diduga melakukan tindak pencabulan memang meresahkan masyarakat. Karena itu mereka meminta bantuan dari MUI.

Terlebih, bagi korban dengan kejadian yang sudah lama berlalu, kasus mereka jadi sulit dibuktikan. Karena itu pihak Reza Pahlevi dan MD memilih untuk mencari support dari banyak pihak agar penegakkan hukum dilakukan dengan semestinya.

"Agenda hari ini menanyakan perihal soal kasus LGBT dari klien kami Reza Pahlevi dan MD. Kita sharing antara majelis ulama dengan tim kuasa hukum MD dan Reza Pahlevi. Untuk proses penegakan hukum dan dukungan. Termasuk menyiapkan saksi ahli," ucap Pryo Jatmiko kuasa hukum Reza Pahlevi di kantor MUI Pusat, Jakarta Pusat, Selasa (22/03).

Pengacara Reza Pahlevi dan MD datangi MUI. ©KapanLagi.com/Adi Abbas NugrohoPengacara Reza Pahlevi dan MD datangi MUI. ©KapanLagi.com/Adi Abbas Nugroho

Kasus Saipul Jamiell dan laporan kepada Indra Bekti membuka sedikit tabir dari keberadaan LGBT seksual predator di dunia hiburan yang mengincar pria-pria muda. Karena itu pihak Reza dan MD meminta bantuan kepada MUI agar bisa melakukan fungsi kontrol untuk mencegah kasus yang sama di kemudian hari.

"Meeting itu berbagai hal, ke depannya untuk kontrol, pemantauan, pencegahan terhadap hal semacam itu di kemudian hari. Seperti kampanye lah. Karena itu melanggar norma agama. Dari kami itu melanggar norma hukum," ungkapnya.

Dalam proses yang dilakukan, pihak pengacara Reza dan MD memilih melakukan sinergi pasal hukum dengan norma agama. Ketika mendapat laporan, pihak MUI memberikan pandangannya serta menjelaskan fatwa terkait LGBT ketika dipandang dari sudut pandang agama.

"Norma hukum dan agama kita sinergikan terkait dengan LGBT ke depan. Karena ini marak selama ini. Penegakan hukumnya baru saat ini. Yang sebelumnya belum pernah ada penanganan terhadap pelanggaran atau tindak pidana tentang LGBT," tandasnya.

(kpl/pur/sjw)

Reporter:

Mathias Purwanto


REKOMENDASI
TRENDING