SELEBRITI

Pesan Psikolog Oriza Sativa Terkait Prank Bunuh Diri Aida Saskia

Selasa, 10 Desember 2019 23:15 Penulis: Guntur Merdekawan

Aida Saskia dan Oriza Sativa © KapanLagi

Kapanlagi.com - Psikolog dan ahli kesehatan mental, Oriza Sativa buka suara terkait aksi prank bunuh diri yang dilakukan oleh pedangdut Aida Saskia. Seperti kebanyakan netizen pada umumnya, Oriza juga mengkritisi keputusan Aida untuk memilih 'bunuh diri' sebagai bentuk prank.

Oriza sendiri menduga jika salah satu alasan Aida melakukan aksi tak terpuji itu adalah demi panjat sosial. Namun Ia juga mencoba berpikiran positif jika prank tersebut dilakukan Aida karena ada hubungannya dengan kisah masa lalu sang pedangdut yang memang cukup kelam.

"Kita tidak boleh menutup kemungkinan adanya orang tersebut ada masalah pribadi yang tidak terselesaikan. Kalau saya baca dia bercerai dari suaminya, pernah sebelumnya percobaan bunuh diri, mungkin dia punya tekanan-tekanan dalam diri dia yang kita nggak tahu. Yang tahu hanya diri dia dan ini diakumulasikan dalam bentuk prank, walaupun momennya dikaitkan dengan ulang tahun temen. Kalau saya sih percaya tiap orang pasti ada dasarnya. Dia berpikir ngeprank suatu tindakan dahsyat yang membuat orang menoleh dengan cepat. Begitu bahasanya. Jadi artinya, sehaus itu dia akan perhatian. Sehaus itu dia akan popularitas. Kalau menurut saya larinya ke situ," ungkap Oriza ketika dihubungi Kapanlagi.com, Selasa (10/12) malam.

1. Bahaya Ditiru Anak di Bawah Umur

Keputusan Aida untuk melakukan prank secara live di media sosial juga dianggap begitu riskan oleh Oriza. Pasalnya, tak menutup kemungkinan jika ada anak di bawah umur yang nonton dan suatu saat bakal menirukan perbuatannya.

"Saya juga mau menyampaikan bahayanya dampak dari media sosial. Kita semua para praktisi sudah berkoar di mana-mana tentang bahaya dampak media sosial. Yang banyak nonton youtube, main media sosial sebetulnya anak-anak yang usia di mana mereka belum dewasa, masih pubertas, di mana mereka itu masih sarat dengan tekanan emosi, labilitas dan pencarian identitas. Dengan begini, anak akan berkembang dan membentuk karakternya dari apa yang dia lihat dan dengar. Kalau yang dilihat prank bunuh diri, akan jadi sangat mungkin anak ini melakukan hal yang sama. Ini akan membahayakan sekali," sambungnya.

2. Pesan Oriza untuk Para Publik Figur

Di penghujung obrolan, Oriza lantas memberikan sebuah pesan bijak kepada para publik figur yang kerap membuat sensasi negatif. Ucapannya mungkin terdengar agal klise, namun memang benar adanya.

"Jadi gini, saya punya saran. Kalau anda-anda ingin jadi public figure, anda punya tuntutan moral menjadi contoh yang baik untuk masyarakat. Ingat anda tidak hanya mengejar popularitas dan kekayaan diri anda semata. Tetapi anda juga diharapkan punya beban dan tanggung jawab moral untuk mencerdaskan dan memberi contoh yang baik kepada masyarakat. Berilah contoh yang baik berdasar tindakan yang anda lakukan supaya mengilhami mereka. Sehingga anda pun mendapat buah yang manis yaitu menjadi panutan," tuntas Oriza.


REKOMENDASI
TRENDING