Polda Berlakukan Pagar Betis Amankan Kirab Royal Wedding

Senin, 21 Oktober 2013 10:11 Penulis: Darmadi Sasongko
Polda Berlakukan Pagar Betis Amankan Kirab Royal Wedding GKR Hayu dan KPH Notonegoro
Kapanlagi.com - Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta akan memberlakukan pagar betis untuk mengamankan jalannya kirab pengantin putri Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X pada 23 Oktober mendatang.

"Pengalaman yang dulu, masyarakat berduyun-duyun, sehingga harus ada pagar betis, karena apa, jangan sampai kudanya 'mencolot', kan bisa kepengkal, itu yang saya maksudkan," kata Kapolda DIY Brigjen Pol Haka Astana, Sabtu (19/10).

Dalam memberlakukan pagar betis, selain menerjunkan ribuan porsonel dari kepolisian, pihaknya juga melibatkan masyarakat Yogyakarta dan Paksi Katon (pasukan keamanan keraton) yang berjumlah sekitar 2.000 hingga 3.000 orang.

"Kalau personel dari kami (Polri) jumlahnya banyak, itu kan jaraknya kurang lebih dua kilometer, jadi kiri kanan empat kilometer, kalau dengan pagar betis, silakan hitung saja," katanya.

Dalam kirab tersebut, selain sepasang pengantin, yakni GKR Hayu dan KPH Notonegoro, juga akan terdapat iring-iringan keluarga Sultan dengan menaiki kereta kencana dengan rute dari Keraton Yogyakarta hingga Bangsal Kepatihan.

Diharapkan iring-iringan kereta kencana yang dipandu para prajurit Keraton Ngayogyakarto itu tetap berjalan lancar, sehingga masyarakat Yogyakarta bisa menyaksikan.

"Kami berharap kirab kereta kencana dari Pagelaran Kraton menuju Kepatihan pulang balik tetap lancar. Untuk itu, kami minta para penonton bisa saling menjaga, agar semua masyarakat dapat menyaksikan," katanya.

Ditanya mengenai sejumlah jalur yang akan ditutup saat prosesi kirab, Kapolda mengatakan tidak tahu persis, dan tidak hafal, karena secara teknis dari Humas Polda DIY yang bisa menjelaskan pengaturan jalan.

"Kemarin Humas saya sudah menjelaskan, dan memang belum digambar, tapi yang jelas pada tanggal 23 Oktober nanti semua akses jalan menuju Kepatihan sampai Pagelaran Kraton untuk sementara kita atur, dan ditutup dulu," katanya.

(kpl/antara/dar)


REKOMENDASI
TRENDING