Puan Maharani Berkebaya dengan Nuansa Olive di Sidang Tahunan MPR 2026

Puan Maharani di Sidang Tahunan MPR 2026. / source: instagram.com/puanmaharaniri
Kapanlagi.com - Puan Maharani menghadiri Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat (14/8/2026). Ketua DPR RI ini kembali memilih kebaya sebagai busana untuk agenda kenegaraan, kali ini dalam nuansa hijau olive jelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pilihan warna dan siluet tradisional yang ia kenakan tidak hanya relevan untuk forum resmi, tetapi juga membawa pesan harmoni dan harapan. Di tengah momentum perayaan kemerdekaan, penampilan tersebut menjadi penegasan gaya yang berpijak pada budaya dengan pendekatan kontemporer.
Nuansa hijau olive memberi karakter teduh dan sophisticated, sekaligus menciptakan tampilan yang berbeda dari dominasi merah-putih yang kerap mewarnai perayaan kemerdekaan.
Advertisement
1. Rincian Gaya: Kebaya Hijau Olive Puan Maharani

Puan Maharani tampil dengan kebaya brokat hijau olive yang memadukan kesan feminin dan berwibawa. Warna ini menghadirkan aura teduh sekaligus elegan, menonjol di antara pilihan busana bernuansa merah dan putih yang lazim pada momen peringatan kemerdekaan.
Rujukan busana adat Sunda menjadi inspirasi utama kebaya tersebut. Sentuhan modern dihadirkan melalui detail ribbon applique yang memperkaya permukaan dan memberi dimensi pada material brokat, sehingga keseluruhan tampilan terasa bertekstur tanpa kehilangan keanggunan.
Untuk melengkapi kebaya, ia mengenakan selendang hijau tua yang dipadukan dengan kain bawahan senada. Permainan gradasi hijau menghadirkan harmoni visual, sementara pemilihan aksesori yang tidak berlebihan membiarkan kebaya menjadi pusat perhatian, selaras dengan karakter formal ruang sidang.
(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)
2. Menyandingkan dengan 2025: Nuansa Hijau yang Berbeda

Pilihan warna hijau bukan pertama kalinya hadir di Sidang Tahunan MPR. Pada 2025, Puan mengenakan kebaya bernuansa hijau lime bermotif bunga, dipadukan kain panjang batik tulis dari Pekalongan.
Batik tersebut berbahan sutra dan dibuat dengan alat tenun bukan mesin (ATBM). Motif yang digunakan adalah Bunga Hokokai dengan latar motif parang, yang memiliki pengaruh sejarah dari masa pendudukan Jepang di Indonesia.
Saat itu, selendang merah disampirkan di bahu sebagai simbol semangat perjuangan melawan penjajahan, beririsan dengan momen HUT ke-80 RI. Penampilan kian tegas dengan bros berwarna keemasan, rambut disanggul sederhana, serta riasan segar dan elegan.
3. Di Panggung Sidang: Tradisi, Simbol, dan Konteks
Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026 berlangsung di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, pada Jumat (14/8/2026). Agenda ini menjadi bagian dari rangkaian jelang peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Warna hijau olive pada kebaya yang dikenakan Puan merepresentasikan kedamaian, keseimbangan, serta harapan akan ketenangan dan kemakmuran bangsa. Pesan tersebut relevan dengan suasana sidang tahunan sebagai salah satu momentum penting dalam kalender kenegaraan.
Dua penampilan berunsur hijau pada 2025 dan 2026 memperlihatkan konsistensinya menghadirkan busana tradisional di panggung resmi negara. Jika pada 2025 ia menonjolkan kontras hijau dan merah berpadu batik Pekalongan, tahun ini nuansa hijau olive hadir lebih lembut dan simbolis. Dengan inspirasi Sunda, material brokat, detail ribbon applique, serta gradasi hijau, busana tradisional tampil selaras dengan estetika masa kini tanpa meninggalkan identitasnya.
(BCL Bantah Isu Hamil, minta netizen stop berasumsi.)
(kpl/jje)
Advertisement
D Academy 8
- Mantan Pacar SelebritiLesti Kejora & Rizky Billar Undang Rizki-Ridho DA ke Podcast, Momen Akrab Bareng















































