SELEBRITI

Putra Sulung Purwaniatun 'Si Mbok' Ceritakan Kronologi Meninggalnya Sang Ibu

Senin, 23 Maret 2020 19:00 Penulis: Renisya Satya Putri

Purwaniatun © Youtube/TRANS TV Official

Kapanlagi.com - Purwaniatun meninggal dunia pada tanggal 23 Maret 2020. Sebelumnya, Purwaniatun sempat menjalani operasi pengangkatan sel kanker rahim. Karena sel kanker yang ada di tubuhnya masih berjumlah sedikit, aktris yang tenar karena perannya sebagai asisten rumah tangga ini meminta sendiri untuk dioperasi.

Keluarga Purwaniatun mendukung keputusannya untuk menjalani operasi. Meski sebelumnya dinyatakan dalam keadaan sehat, beberapa organ vital Purwaniatun malah tidak berfungsi dengan baik pascaoperasi.

"Nggak ada. Jadi sebelum operasi itu beliau udah seratus persen fit dan siap, nggak ada keluhan sama sekali dan beliau yang pengen dan minta untuk dioperasi. Terus karena terpapar itu baru sedikit sel kankernya dan mudah-mudahan waktu itu bisa langsung diangkat, jadi kita keluarga mendukung untuk pengangkatan kanker tersebut. Namun di perjalanannya malah ada beberapa organ yang terkena," ujar Sigit Bayu Kuncoro, putra sulung Purwaniatun, saat ditemui di rumah duka kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Senin (23/3).

 

 

1. Kronologi Tutup Usia

Menurut penjelasan putra sulungnya, Purwaniatun pada awalnya menderita kanker rahim yang akhirnya diangkat bulan lalu. Setelah menjalani operasi pengangkatan kanker tersebut, ada kemungkinan Purwaniatun terpapar penyakit lain yang menyebabkan kondisi ginjal dan paru-parunya menurun sebelum akhirnya meninggal dunia.

"Ibu saya itu sakit, dugaan kanker di rahim, diangkat bulan lalu. Terus setelah operasi ini, mungkin terpapar (penyakit) lainnya gitu. Terakhir itu kondisi ginjal menurun dan akhirnya karena udah lama di ruang ICU dan dia punya paru-paru juga tidak berfungsi dengan baik. Tadi jam 10:27 WIB almarhumah tutup usia," ungkap Sigit Bayu Kuncoro.

2. Tidak Ada Keluhan

Sebelum menjalani operasi pengangkatan kanker rahim, Purwaniatun masih dinyatakan dalam keadaan sehat. Namun, Sigit Bayu Kuncoro menyatakan bahwa berpulangnya sang ibu merupakan takdir dari Tuhan.

"Sebelumnya nggak ada, waktu masuk (RS/ICU) itu sehat walafiat dan fit dinyatakan untuk operasi pengangkatan kanker rahim itu. Semuanya fit kondisinya, tapi ya semua kita kembalikan ke Allah. Mungkin karena memang sudah takdirnya," tutur Sigit Bayu Kuncoro.


REKOMENDASI
TRENDING