Qory Sandioriva, Budaya Indonesia Kurang Promosi

Qory Sandioriva, Budaya Indonesia Kurang Promosi Qory Sandioriva

Kapanlagi.com - Beruntung UNESCO berpihak pada Indonesia. Penetapan batik sebagai warisan budaya asli merupakan teguran halus atas kurangnya masyarakat menghargai hasil karya nenek moyang. Untuk itu, diperlukan informasi yang lebih luas lagi dari pihak terkait supaya masyarakat tidak buta terhadap kebudayaan negeri sendiri. Silang pendapat soal batik mulai meluas sejak Malaysia mengumumkan batik sebagai bagian budaya negeri Jiran itu. Berbagai pendapat mulai berdatangan dari lapisan masyarakat, sehingga akhirnya pemerintah mengusulkan batik merupakan budaya asli bangsa Indonesia ke PBB. Mengenai klaim budaya oleh negara lain, Puteri Indonesia 2009 Qory Sandioriva, mengatakan bahwa faktor promosi yang kurang dilancarkan merupakan salah satu bagian mengapa budaya asli Indonesia tidak atau kurang dikenal. Padahal masih banyak kekayaan budaya yang belum tereksplorasi ke dunia. "Mereka mengklaim seperti itu karena promosi kuat. Makanya saya harus pegang terus cinta budaya negeri sendiri serta mengajak masyarakat seraya mengenalkan pada masyarakat luar. Sebab tugas ini bukan hanya ditujukan pada perorangan atau satu pihak saja, melainkan butuh keterlibatan bersama dalam melestarikan budaya asli negeri ini," ungkapnya ketika dijumpai KapanLagi.com di kantor Yamaha Bandung, Minggu (11/10). Untuk itu, selain mengenalkan budaya asli Aceh, dia juga bakal membawa serta budaya daerah lain saat berada di mancanegara.   

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kpl/dis/bun)

Rekomendasi
Trending