Ratna Sarumpaet, Ide Penulisan Novel Dari Gubernur Maluku
Ratna Sarumpaet
Kapanlagi.com - Ratna Sarumpaet mengatakan, ide penulisan novel tentang Maluku diperolehnya dari Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu dan Wakil Gubernur Maluku, Said Assagaff, saat mendatangi Ambon pada tahun 2009 guna pemutaran JAMILA DAN SANG PRESIDEN. Ide itu berupa pembuatan film saat berbincang dengan kedua pimpinan di Maluku itu dan melihat reruntuhan gedung pasca konflik. "Namun saya ingin pembaca menerima kisah ini terlebih dahulu dalam bentuk sebuah novel sebelum ditampilkan ke dalam layar lebar," kata Ratna kepada Antara di Ambon, Jumat (29/10). Seniman Indonesia yang sudah menelurkan sembilan karya drama itu mengakui sudah melakukan penelitian sejak Juni 2009 dan mulai menuangkannya dalam bentuk novel pada Oktober 2009. "Penulisan mulai dilakukan empat bulan setelah dilakukan penelitian pertama," kenang ibunda artis Atiqah Hasiholan tersebut. Guna kepentingan penulisan, hingga kini dia sudah melakukan delapan kali penelitian yang berpusat di Ambon, Seram Bagian Barat (SBB), Ternate dan Tidore, Maluku Utara, serta mewawancarai beberapa pihak di luar Maluku. Mengenai judul, wanita kelahiran Jakarta, 16 Juli 1946 itu belum menetapkan menentukan pilihan. "Awalnya saya ingin memberikan judul MUTIARA DARI TIMUR, namun beberapa pihak mengkritik judul ini tidak sesuai dengan isi novel yang bersifat internasional," katanya. Novel setebal 400 halaman itu juga telah mendapatkan sumbangan dana senilai Rp50 juta guna penerbitannya dari salah seorang pengusaha asal Maluku, Ferdinand Patty. "Dia memberikan sumbangan dana itu dalam acara dialog lintas generasi yang digelar Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Maluku guna memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke-82, Kamis malam (28/10)," jelasnya mengenai novel yang akan diterbitkan Komodo itu.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(antara/bun)
Advertisement
