Reza Rahadian Bicara Profesinya Sebagai Aktor & Dosen, Mana yang Lebih Menantang?

Reza Rahadian © KapanLagi.com/Agus Apriyanto
Kapanlagi.com - Reza Rahadian bisa dibilang aktor yang multi talenta. Untuk masalah akting, kemampuannya jangan diragukan kembali. Menjadi aktor memang kecintaannya dari dulu.
Maka tak heran jika kini ia juga berkecimpung dalam pertunjukan teater. Tak hanya itu saja, ia pun menjadi seorang dosen di salah satu kampus kenamaan. Kira-kira dari pekerjaan yang dilakoni, yang membuat Reza tertantang yang mana ya?
"Semua menantang kalau nggak aku nggak akan melakukan itu semua. Sebenernya apa yang saya lakukan ini selalu atas dasar keinginan dari hati saya yang paling dalam, saya tidak ambil perasaan dari orang saya bersyukur tidak pernah memaksakan diri sama apa yang tidak saya suka. Jadi buat saya itu yang saya punya," ungkap Reza Rahadian saat dijumpai di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (14/11).
Advertisement
1. Tidak Mau Dibilang Dosen
Beberapa waktu lalu video dirinya sedang mengajar menjadi heboh disorot banyak orang. Dari video tersebut terkuak jika ia menjadi seorang pengajar juga. Namun, rupanya Reza enggan jika dipanggil dosen.
"Saya merasa beruntung bisa melakukan itu dan positif merasakan inpeknya. Misalnya mengajar saya senang berbagi sesuatu, kayaknya kalau bilang dosen terlalu berat ya," ucap pemain MY STUPID BOSS ini.
"Saya lebih senang disebut sebagai seseorang yang bisa sharing segala sesuatu. Dari apa yang saya tahu, saya pelaku industrinya, praktisinya jadi hal tersebut sebagai semangat yang berbeda," lanjutnya.
(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)
2. Soal Lanjut Jadi Dosen

Menjadi pengajar di UI, Reza Rahadian mendadak viral. Aktivitasnya di luar layar kaca ini terungkap dari foto dan videonya saat mengajar. Sontak hal ini pun menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan netizen, termasuk mahasiswanya.
Bagaimana tidak, sebelumnya tak ada yang tahu kalau ia pandai mengajar. Bahkan saat dijumpai di Plaza Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (18/9), ia menuturkan kalau ia merasa enjoy saat mengajar. Lantas apakah ia memiliki rencana untuk meneruskan profesi barunya ini?
"Ya mungkin, tergantung ya. Materinya apa? Bidang pengajarannya apa? Kan harus sesuai yang di bidang yang saya geluti. Nggak mungkin tiba-tiba ngajar ekonomi, itu kan bukan bidang saya. Jadi kapabiliti yang saya punya aja," jawabnya.
3. Kepastian Mengajar
Namun ia tidak mau sembarang obral janji. Sejak awal rupanya ia telah memberi kepastian pada mahasiswanya.
"Karena saya juga nggak mau menjanjikan kayak, 'Oh, iya, mau-mau'. Tapi ternyata dosennya nggak bisa hadir jadi yang ngajar asdosnya atau kayak gitu. Sudah saya pastikan kepada mahasiswa saya bahwa di bulan September akan ada tiga kali pertemuan, 19 dan terakhir di 26 kemudian lanjut di bulan Oktober. Saya bilang dari tanggal 8 sampai 25 saya nggak akan ada di Indonesia, saya ada di vietnam, itu skejulnya udah dimasukin," pungkasnya lebih detail.
(BCL Bantah Isu Hamil, minta netizen stop berasumsi.)
(kpl/aal/gen)
Advertisement















































