Suami Ulfa Nyaris Tertipu Undian

Kapanlagi.com - Cobaan kiranya masih menghampiri Ulfa Dwiyanti. Setelah sebelumnya orang tua pengocok perut ini diberitakan terlibat korupsi dana ongkos naik haji, kini giliran suaminya Abdul Hakim yang tertipu undian palsu dari sebuah hypermarket besar.

Namun apes, setelah mendatangi kantor yang menyelenggarakan undian berupa hadiah mobil Honda Jazz, ternyata pengumuman ternyata palsu.

Rasa kecewa langsung menyergap Hakim dan Ulfa. Keduanya menyayangkan sikap penyelenggara yang seakan tutup mata atas kejadian ini.

"Mereka hanya bilang kalau kejadian seperti ini seringkali terjadi. Tidak hanya di Jakarta tapi di kota besar lainya," ujarnya.

Walau modus beberapa penipuan sudah diketahui Ulfa tapi cara seperti ini baru ia ketahui. Sehingga wajar kalau ia mempertanyakan pengumuman yang dilampiri dengan undian asli dari penyelenggara.

"Setahu saya kejadian kayak gini hanya lewat sms dan saya tak jarang dikirimi seperti itu dengan meminta sejumlah uang dan menghubungi nomer teleponnyang ditunjuk, saya tahu itu bohong. Nah, sekarang ini pakai surat, jelas lagi," keluh alumnus IISIP ini.

Dalam undian tersebut pihaknya diminta sejumlah uang sebagai pajak hadiah. Namun hal itu urung dijalankan Ulfa dan Hakim setelah bertemu dengan penyelengaran undian.

"Saya memang sempat dimintai uang, ditulis disitu Anda harus membayar pajak hadiah sebesar 35 juta," sambungnya.

Walau suaminya hampir menjadi korban penipuan tapi ia masih tetap mempertanyakan kenapa undian-undian tersebut masih ada pada pihak hypermarket.

"Mereka hanya menjawab mungkin saat mengadakan undian, kupon itu ngga dihancurkan dan dimanfaatkan oleh oknum-oknum tersebut. Tapi kok bisa banyak? Yang lain kena juga?," tambah wanita yang sampai saat ini belum dikaruniai momongan ini.

"Itu yang buat saya meyakinkan karena kupon itu asli dan dikirim kembali," ucapnya geleng-geleng.

Menurut penyelanggara, seperti cerita Ulfa, peristiwa seperti ini kerap kali terjadi dan dianggap sebagai kelalaian pihaknya. Tapi kata Ulfa, alasan itu bukan alasan yang tepat lantaran kejadian ini bukan kali pertama terjadi.

"Ya kelalaian atau tidak, kejadian ini kok selalu terjadi tiap tahun ya. Kata orang penipuan kayak gini terulang lagi, kenapa hal ini sampai terulang lagi? Saya heran. Dan anehnya tahun in pas kita. Saya butuh action dari mereka supaya ngga hanya saya dan lainnya atau yang belum tidak alami seperti ini. Mungkin dengan cara saya begini disertai bukti menjadikan mereka bisa mengoreksi lagi sejauhmana keterlibatan oknum mereka atau memang tidak ada atau mudah-mudahan bukan kerja sama," imbuhnya.


(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kl/opa)

Rekomendasi
Trending