Tamara Geraldine, Latihan Jadi Pejabat
Kapanlagi.com - Keputusan Tamara Geraldine untuk menulis buku sejarah bukan sepenuhnya tanpa resiko. Pasalnya buku yang hendak ditulisnya itu erat sekali dengan wilayah politik dan banyak bersinggungan dengan masyarakat. Bukan tidak mungkin ada kalangan yang tidak menginginkan buku itu terbit, lantas mengambil langkah di luar jalur hukum."Kalau ketakutan.... itu sebagai latihan, nanti kalau saya duduk di kursi pemerintahan," ungkap Tamara yang kini aktif menjadi salah satu pengurus sebuah Partai Politik itu.Seperti diungkapkan sebelumnya, bintang presenter ini berencana menulis buku bertema sejarah. Dalam misinya, Tamara ingin meluruskan sejarah yang menurutnya salah dan banyak disembunyikan. Ia telah melakukan investigasi kepada para pelaku sejarah untuk kepentingan penulisan bukunya itu.Sejarah yang ditulis, salah satunya tentang penerbitan Supersemar, (Surat Perintah 11 Maret), yaitu surat keputusan yang ditanda-tangani Presiden Soekarno yang memberi mandat kekuasaan pada Soeharto. Sejarah Supersemar memiliki banyak versi, terutama setelah dikaitkan dengan wilayah perebutan kekuasaan."Pokoknya saya sudah ketemu langsung dengan orang CNN, dia itu punya dokumenter tentang Indonesia. Jadi dari itu saya dapat gambaran baru tentang sejarah Indonesia," pungkas perempuan yang pernah menulis otobiografi penyanyi Yuni Shara, 35 Cangkir Kopi (2007).Â
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(kpl/ang/dar)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba
