Tantowi Yahya Dibutuhkan Untuk Hadapi Foke
Tantowi Yahya
Kapanlagi.com - Pemilukada DKI Jakarta tidak lama lagi. Pendaftaran calon Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2012-2017 jalur partai politik akan berlangsung 13-19 Maret mendatang. Partai Golkar akan mengumumkan calon yang akan maju pada akhir pekan ini.Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Fadel Muhammad, mengungkapkan, ada dua nama yang menguat di Golkar untuk dijagokan Juli mendatang, yakni Tantowi Yahya dan Prya Ramadhani yang juga ayah artis Nia Ramadhani."Calon yang akan dipertimbangkan adalah calon yang memiliki tingkat popularitas dan elektabilitas tinggi serta mampu mengajak partai lain untuk berkoalisi mengingat Partai Golkar hanya memiliki 7 kursi di DPRD DKI Jakarta,“ ujar Fadel Muhammad di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi Jakarta Barat, Sabtu (11/2/2012) kemarin.Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Indonesia, Abdul Gafur Sangadji mengapresiasi positif pernyataan Fadel. Partai Golkar memang harus secara jernih dan obyektif memilih kader terbaiknya yang akan diusung. Selama ini, yang menjadi acuan Golkar dalam memilih kandidat yang diusung adalah hasil survei. “Itulah yang harus menjadi patokannya,” tegasnya.Selama ini, hasil berbagai survei menyebutkan, Tantowi selalu berada di atas bersama Fauzi Bowo (incumbent), sementara calon lain berada jauh di bawah mereka. Golkar berpotensi merekomendasi Tantowi Yahya, yang selama ini sudah cukup intensif membangun komunikasi dan bersosialisasi dengan warga Jakarta. Tantowi bisa menjadi penantang serius bagi incumbent."Siapapun yang hendak menantang Foke (Fauzi Bowo) pasti membutuhkan Tantowi Yahya. Dari berbagai hasil survei, praktis hanya Tantowi Yahya yang berpeluang besar, baik sebagai Gubernur maupun Wakil Gubernur" ujar Gafur Sangadji.Tantowi baik sebagai calon gubernur maupun calon wakil gubernur masih menjadi leverage. Calon-calon lain, baik popularitas maupun elektabilitasnya jauh di bawah keduanya.Pilkada 2012 dikatakan Gafur, akan menjadi momentum tepat bagi Partai Golkar untuk merebut DKI Jakarta 1. Pasalnya Jakarta merupakan cermin pemilu nasional. Apalagi mesin politik Partai Golkar Jakarta sangat lemah. Terbukti, calon sekaliber Agung Laksono yang merupakan Ketua DPR RI periode 2004-2009, bisa terjungkal alias tidak terpilih ke Senayan pada Pemilu lalu. Di tingkat provinsi Golkar juga hanya berhasil merebut tujuh kursi."Karena itulah, untuk mengembalikan kejayaan Partai Golkar di DKI Jakarta, mau tidak mau, Partai Golkar harus mengusung tokoh nasional yang tingkat keterkenalan publiknya tinggi," katanya.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(kpl/adt/dar)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba
