Tantri Kotak Soroti Dampak Penipuan, Bukan Besarnya Kerugian

Tantri Kotak Soroti Dampak Penipuan, Bukan Besarnya Kerugian
Tantri Kotak (credit: KapanLagi.com/Budy Santoso)

Kapanlagi.com - Kasus dugaan penipuan investasi yang menimpa Tantri Kotak masih menjadi perhatian publik. Saat ditemui KapanLagi di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (27/6/2026), vokalis grup band Kotak itu memilih menyoroti dampak psikologis yang dirasakan para korban dibanding membahas nominal kerugian.

Dalam kesempatan tersebut, Tantri mengungkapkan bahwa jumlah kerugian seluruh korban yang dikenalnya memang mencapai angka fantastis. Namun, menurutnya, persoalan terbesar justru muncul dari hilangnya rasa percaya akibat dugaan pengkhianatan yang dilakukan oleh orang yang selama ini dikenal sebagai teman.

1. Alasan Tak Mau Bahas Angka

Tantri Kotak dan suami di gunung (credit: instagram.com/tantrisyalindri)

Ketika ditanya mengenai nominal kerugian pribadi, Tantri tidak bersedia membeberkannya secara rinci. Arda Hatna kemudian menjelaskan alasan mengapa mereka tidak ingin fokus pada angka.

"Kalau kita... bahas angkanya, nanti yang fokus adalah berita tentang angka, dan bukan dampaknya, dan biasanya gitu kan nanti kalau kita di... angkanya dapat dari mana, oh apa, gitu-gitu. Padahal sebenernya dampaknya dari kasus penipuan itu lebih besar daripada sekadar angka gitu," ungkapnya.

2. Tantri Berusaha Menerima Kenyataan

Menurut Arda, kerugian finansial memang dapat dihitung, tetapi efek psikologis yang ditinggalkan jauh lebih berat. Banyak korban kehilangan rasa aman, mengalami trauma, bahkan kesulitan mempercayai orang lain setelah kejadian tersebut.

Hal serupa dirasakan Tantri. Ia mengaku masih berusaha menerima kenyataan bahwa orang yang selama ini menjadi teman dekat diduga justru menghilang setelah menerima dana dari sejumlah korban.

3. Permintaan Maaf Saja Tidak Cukup

Tantri Kotak dan suami dalam mobil (credit: instagram.com/tantrisyalindri)

Meski demikian, Tantri mengatakan dirinya tetap berusaha bersikap bijaksana apabila suatu saat orang yang bersangkutan muncul dan meminta maaf. Namun, ia menegaskan bahwa permintaan maaf saja tidak cukup tanpa adanya tanggung jawab.

"Kalau secara manusia ya, aku mencoba untuk memaafkan, pasti iya. Tapi kan tetep harus ada yang tanggung, dipertanggungjawabkan. Segala sesuatu, segala sesuatu yang dia lakukan pasti ada konsekuensinya gitu," katanya.

4. Tantri Tunggu Iktikad Baik

Lebih lanjut, Tantri menjelaskan bahwa hingga kini ia masih menunggu iktikad baik dari pihak yang bersangkutan. Namun karena belum ada perkembangan, dirinya bersama para korban mulai menyiapkan langkah hukum secara bersama-sama.

Tantri berharap kasus yang dialaminya bisa menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih teliti sebelum memutuskan berinvestasi. Menurutnya, membangun kepercayaan memang penting, tetapi proses verifikasi tetap harus dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Rekomendasi

Trending