Tolak Syuting Stripping Saat Ramadan, Jenita Janet Sibuk Kembangkan Bisnis

Senin, 11 Juni 2018 22:00 Penulis: Tyssa Madelina
Tolak Syuting Stripping Saat Ramadan, Jenita Janet Sibuk Kembangkan Bisnis Jenita Janet © KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Lama tak terlihat di dunia hiburan Tanah Air, ternyata Jenita Janet kini tengah disibukkan dengan dunia barunya, yakni bisnis fashion. Menurutnya, dunia fashion adalah salah satu passion yang kini ia geluti. Diakui olehnya, sebelum berbisnis busana, ia pernah menjajal menjadi seorang pedagang.

"Karena menurut aku, baju aku bisa pakai kapan pun aku mau. Selain menyanyi kan aku sudah lama berjualan, sampai aku jadi penjual sop buah, penjual kerudung, penjual baju di pinggir jalan, sudah pernah. Jadi aku sudah punya uang dari hasil bernyanyi ya aku pakai buat bisnis itu," ujar Jenita Janet, saat dijumpai di kawasan Jalan Kapten Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (6/8).

Demi fokus dalam usaha yang ia geluti, Jenita pun siap berkorban banyak hal, termasuk dari segi materi dan pekerjaan. Oleh karena hal itu pula, ia menolak tawaran syuting stripping saat bulan Ramadan.

Jenita Janet terpaksa menolak tawaran syuting stripping saat Ramadan. © KapanLagi.com/Bayu HerdiantoJenita Janet terpaksa menolak tawaran syuting stripping saat Ramadan. © KapanLagi.com/Bayu Herdianto

"Saya lagi sibuk banget makanya nggak bisa ambil stripping kegiatan Ramadan. Karena aku lagi belajar dari nol, mulai dari cari bahan, designer, penjahit. Pelajaran yang aku ambil terus baca di pasaran, di Indonesia itu baju muslim lagi banyak diminati, baju-baju tertutup. Makanya apa yang saya pakai ya saya uji di pasaran," jelasnya.

Meski sudah 6 bulan terjun di dunia fashion, Jenita sendiri baru belajar merancang busana dalam kurun waktu dua bulan. Tentu saja pengalaman yang ia rasakan tak selamanya menyenangkan. Namun Jenita positif usaha yang ia geluti akan meraih sukses ke depannya.

"Untuk butik sudah enam bulan tapi kalau desain baju sendiri baru dua bulan. Dan aku merasakan banget ribetnya. Cuma punya tim 4 orang. Tapi ini adalah kuliah nyata yang aku rasakan karena kan kuliah aku nggak tinggi-tinggi. Jadi aku belajar ya learning by doing, langsung terjun ke lapangan," pungkasnya.

(kpl/aal/tmd)

Reporter:

Sahal Fadhli


REKOMENDASI
TRENDING