SELEBRITI

Ungkap Masa Lalu, Reino Barack Ternyata Pernah Jualan Rokok Demi Ini

Senin, 29 April 2019 17:38 Penulis: Wulan Noviarina Anggraini

Reino Barack © KapanLagi.com/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Jiwa bisnis Reino Barack ternyata sudah tumbuh sejak dirinya masih remaja. Uang saku yang terbatas dari orangtua ketika ia duduk di bangku SMP dan SMA, membuat Reino memutar otak untuk mendapatkan uang jajan.

Robert Harianto, presenter Metro TV mengungkap bahwa Reino hanya mendapatkan uang saku sebesar Rp 500 ribu kala suami Syahrini ini sekolah di luar negeri. Hal tersebut dibenarkan oleh Reino kala menjadi bintang tamu di acara Perspektif yang tayang di stasiun televisi swasta tersebut.

"Itu masa saya umur 13 sampai 18, waktu di Swiss. Waktu SMP - SMA itu," ujar Reino.

Meski terlihat cukup besar untuk ukuran uang saku anak sekolah di Indonesia. Jumlah tersebut tidak seberapa jika digunakan untuk sekolah di Swiss, tempat Reino menuntut ilmu.

 

1. Jualan Rokok

Dengan uang saku yang terbatas itulah, Reino akhirnya menjual rokok agar bisa jajan. Rokok yang ia jual adalah produk Indonesia, yang jarang ditemukan di luar negeri.

"It's business, supply and demand. Apalagi rokok Indonesia kretek kan, dari clove. Jadi waktu saya sekolah di luar negeri itu, susah kan. Begitu saya bawa, terkenal itu, di Swiss. Di sekolah asrama kan," kenangnya.

2. Tak Merokok

Meski demikian, Reino sendiri sama sekali tidak tertarik untuk menjajal rokok. Ia memang menjual rokok untuk menambah uang saku, tetapi tidak mencicipnya sendiri.

"Sama sekali nggak tertarik (merokok). Saya tidak pernah merokok seumur hidup," tegasnya.

3. Bersyukur Uang Saku Sedikit

Berasal dari keluarga berada, orangtua Reino sangat mampu untuk memberikan uang saku lebih. Tetapi Reino tidak protes meski ia hanya diberi uang saku sedikit oleh orangtuanya. Sementara teman-temannya dari negara lain dapat uang jajan yang lebih banyak.

"Kalau temen2 saya sih dapatnya lebih banyak ya, orang Rusia, Arab. Tapi menurut saya itu nggak tepat, untuk ngasih uang ke anak yang belum bekerja. Karena kita tahu, menghasilkan uang nggak gampang," tukasnya.

(kpl/phi)


REKOMENDASI
TRENDING