Uya Kuya Sempat 2 Kali Ditegur KPI

Sabtu, 24 Desember 2011 06:39 Penulis: Ahmat Effendi
Uya Kuya Sempat 2 Kali Ditegur KPI Uya Kuya
Kapanlagi.com - Bintang Uya Kuya mengaku tidak mengetahui secara langsung tentang teguran yang diberikan Komisi Penyiaran Indonesia kepada presenter Olga Syahputra. Namun demikian, Uya yang tampak berada di kantor KPI hari itu mengaku program-nya pernah ditegur dua kali oleh KPI.

"Kalau bicara kronologis, tahun lalu acara saya mendapat teguran sebanyak 2 kali pada saat itu UYA SAMA KUYA. Pada saat itu saya menganggap KPI itu kejam, sebagian teman-teman bilang kalo KPI hanya bisa menegur," tutur Uya usai acara pengarahan KPI kepada artis lawak, di kantor KPI, Jln Gajah Mada, Jakarta Pusat, Jumat (23/12/11).

Namun pandangan Uya tersebut berubah kala ia berpikir lebih dalam lagi. Efek dari satu tontonan yang dikonsumsi oleh orang banyak tentu bisa sangat besar. Karena itu ia lebih berhati-hati.

"Saat itu kita tidak bisa berpikir picik bahwa kita tidak melakukan kesalahan apa-apa, buat kita ini hal yang sepele, setelah berpikir, berdiskusi (dengan) orang tua sebagai penonton orang awam suatu kotak biasa tapi ditonton oleh publik, semua orang bisa nonton jadi efeknya banyak, saat itu bagaimana saya ga kena sanksi," ucapnya.

Uya pun baru mengetahui ada pasal-pasal yang mengatur satu siaran TV dan terangkum dalam P3. "Setelah saya berpikir secara rasional, ada namanya P3 (Pedoman, Perilaku, Penyiaran). Kita enggak tahu ada itu, ada pasal-pasal-nya baru mengerti kita tidak boleh melakukan hal seperti ini," ucapnya.

Satu kasus yang dipermasalahkan oleh KPI adalah olok-olok yang dilakukan oleh pengisi acara kepada orang lain seperti kepada orang cacat. Demikian pria yang baru saja memberi putrinya, Cinta hadiah mini cooper istimewa ini mengatakan bahwa dirinya memang memberi arahan kepada timnya untuk tidak mengolok-olok.

"Kalau masalah cacat seperti itu dari dulu saya sudah mempunyai persepsi saya memberikan arahan orang-orang saya untuk tidak mengolok-olok," tandas Uya

(kpl/gum/sjw)

Editor:

Ahmat Effendi


REKOMENDASI
TRENDING