Sinopsis Sinetron 'DARI JENDELA SMP' Episode 155, Tayang Kamis 22 Oktober 2020

Kamis, 22 Oktober 2020 15:00 Penulis: Canda Dian Permana
Sinopsis Sinetron 'DARI JENDELA SMP' Episode 155, Tayang Kamis 22 Oktober 2020 Sinetron Dari Jendela SMP (credit: SCTV)

Kapanlagi.com - Kelanjutan cerita dari Sinetron DARI JENDELA SMP hari ini bisa kamu intip di sini! 

“Wulan sholat dan sedih banget doa buat Lukman. Wulan mohon ayahnya kembali. Wulan inget janjinya kalau pulang dari workshop Wulan akan iklaskan kalau ayahnya tak kembali, tapi ternyata Wulan belum ikhlas.”

Wulan sama Joko lagi istirahat, menunggu acara makan malam. Joko ngomel soal Enzo yang sok baik sama Wulan. Sebaiknya kita hati hati sama Enzo. Kita ga pernah tau, anak itu maunya apa..

Wulan dan Joko desak Roni kenapa VC. Roni minta maaf sebelumnya Ia benar benar berat mau sampaikan. Cuma sayangnya semua disini juga pada syok. Roni kasih tau Wulan kalau mereka ada di lokasi hiking.

Wulan mau pingsan rasanya mendengar berita itu. Wulan syok pastinya. Nangis. Joko kuatain Wulan. Ini masih belum pasti. Wulan jangan berpikir yang bukan bukan dulu. Wulan tak dengarkan apa kata kata Joko.

Enzo ternyata denger semua itu sambil bawa gelas minuman. Tertegun melihat Wulan. Ia tau persis gimana perasaannya Wulan. Karena ia juga mengalaminya. Enzo sampai gemetar nahan kesedihan disini.

Suasana tim SAR yang sedang mengevakuasi mayat. Di tempat mayat ditemukan, petugas gotong jenasah yang udah dimasukkan dalam kantung. Jenasah akan coba dikenali identitasnya.

Indro di bawa Ria disini. Ria tenangin Indro. Indro harus kuat. Indro benar benar tak kuat terima kenyataan ini. Gimana mungkin orang yang peduli padanya lagi lagi harus pergi dengan cara begini.

Wulan sholat dan sedih banget doa buat Lukman. Wulan mohon ayahnya kembali. Wulan inget janjinya kalau pulang dari workshop Wulan akan iklaskan kalau ayahnya tak kembali, tapi ternyata Wulan belum ikhlas.

Semua siap siap balik. Mas Ambyar ajak Indro naik taksi saja supaya cepat sampai rumah dan kabarin Bu Linda. Indro mengangguk setuju. Indro dan Mas Ambyar pamit sama Bu Alya dan Uda Zein.

Indro dan Mas Ambyar disini. Sedih kasih berita soal penemuan mayat yang di sangka Lukman pada Inah, Gina dan Linda. Linda nyaris pingsan disini. Tangisan pilu. Haru dan sedih. Gina meluk Linda menguatkannya.

Linda terbaring disini. Inah lagi mengurusnya. Linda masih syok disini. Tak mampu bicara. Hanya nangis. Gina kasih tau Wulan kondisi Linda. Wulan makin sedih. Gina kuatkan Wulan. Harus tabah dan ikhlas.

(kpl/sctv/nda)


REKOMENDASI
TRENDING