

"Jadi dalam pemilihan, publik figur atau tokoh yang dikenal sehingga orang tahu dan mau. Selain itu publik figurnya juga mau mewakafkan waktu serta mengamalkan tugas tersebut," ujar Presiden Direktur Dompet Dhuafa Ismail A Said, Kamis (19/7) di sela peluncuran Delapan Program Unggulan Dompet Dhuafa, Hongkong Kafe, Jakarta Pusat, Kamis (19/7).
Publik figur atau tokoh yang dilibatkan dalam program Dompet Dhuafa tidak mendapatkan honor. "Biasanya kami tawarkan pada mereka untuk terlibat di sini tapi tanpa memperoleh honor. Sebab kami jelaskan pula jika mereka diperlukan untuk membantu orang susah," tambahnya.
Ismail mengungkap, dengan digandengnya figur publik ini, diharapkan ada peningkatan program zakat atau infaq. ini bukti bahwa peran publik figur berpengaruh.
"Ya, misalnya saat kami pakai Mario Teguh untuk program zakat. Pendapat zakat yang semula 27 miliar, setelah pakai Mario Teguh mencapai 55 miliar. Tiap tahun publik figur atau tokohnya kami ganti. Tahun ini untuk program zakat dipakai Bambang Pamungkas, Inneke Koesherawati dan Ippho “Right” Santosa," tutupnya. (kpl/dis/dka)