Kapanlagi.com - Hari Arafah yang jatuh pada 9 Dzulhijjah merupakan salah satu hari paling mulia dalam kalender Islam. Membaca doa hari Arafah menjadi amalan utama karena Rasulullah SAW bersabda bahwa doa terbaik adalah doa yang dipanjatkan pada hari ini.
Hari Arafah adalah hari diterimanya doa, di mana Allah mencurahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada mereka yang berpaling kepada-Nya. Bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji, momen ini tetap menjadi kesempatan emas untuk memperbanyak doa hari Arafah, dzikir, dan istighfar.
Dilansir dari Yaqeen Institute, Hari Arafah adalah hari untuk memenuhi hati dan lisan dengan doa, dan meskipun umat Islam dianjurkan meniru ucapan Nabi SAW, mereka juga bebas mencurahkan isi hati secara personal. Momen ini terbuka bagi siapa saja, baik yang sedang wukuf di Padang Arafah maupun yang beribadah di rumah.
Doa Puasa Arafah Arab Latin Lengkap beserta Niat, Doa Buka Puasa, dan KeutamaannyaAdvertisement
Hari Arafah jatuh pada 9 Dzulhijjah, di mana sebelum tengah hari para jamaah haji tiba di Arafah — sebuah dataran tandus sekitar 20 kilometer di timur Mekkah — untuk berdiri dalam kontemplasi, memanjatkan doa, bertaubat, dan memohon rahmat Allah. Mengutip Muslim Aid, ada beberapa alasan mengapa hari ini begitu agung dalam tradisi Islam.
Baca juga: Keistimewaan bulan Dzulhijjah beserta amalan terbaik yang dianjurkan
Tasbih Tahmid Takbir Hari Arafah, Panduan Lengkap Dzikir dan KeutamaannyaDi antara seluruh doa yang bisa dipanjatkan, ada satu bacaan yang secara khusus Rasulullah SAW ajarkan sebagai doa hari Arafah paling utama. Sebagaimana dikutip dari Al-Mustafa Trust, Rasulullah SAW bersabda, "Doa terbaik adalah doa pada Hari Arafah, dan sebaik-baik yang aku dan para nabi sebelumku ucapkan adalah: Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir." (HR. Tirmidzi no. 3585)
Berikut bacaan lengkap doa hari Arafah utama ini:
Arab:
Wirid Puasa Arafah Lengkap dengan Bacaan Arab, Latin, dan Keutamaannyaلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Latin: Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir.
Artinya: "Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Umat Islam dianjurkan untuk mengulang doa ini sesering mungkin sepanjang hari, disertai doa-doa personal untuk keluarga, kesehatan, petunjuk, ampunan, dan kesuksesan di dunia maupun akhirat. Bacaan tauhid ini menjadi pondasi utama sebelum dilanjutkan dengan berbagai permohonan lainnya.
Membaca tahlil, takbir, dan tahmid sebanyak mungkin pada Hari Arafah merupakan sunnah Rasulullah SAW, dan amalan ini juga dianjurkan pada hari-hari Tasyrik yaitu 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Memperbanyak dzikir di bulan Dzulhijjah menjadi cara efektif meraih pahala berlipat.
Dr. Omar Suleiman, dikutip dari Yaqeen Institute menyatakan, "Mulai dari memuliakan Allah hingga memohon ampunan, dari mendoakan orang-orang tercinta hingga memohon surga — inilah hari untuk meminta."
Selain bacaan tauhid utama, ada banyak doa hari Arafah dari Al-Quran dan hadis sahih yang bisa diamalkan. Pada Hari Arafah, umat Islam membaca tidak hanya doa yang terkenal tetapi juga banyak permohonan lain dari sunnah dan Al-Quran. Berikut kumpulan doa yang bisa dipanjatkan sepanjang hari mulia ini.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanatan wa fil aakhirati hasanatan waqinaa 'adzaaban naar.
Sholat Sunnah Hari Arafah dan Amalan Terbaik untuk Meraih Pahala BerlipatArtinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka."
اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا كَبِيرًا وَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Allahumma innii zhalamtu nafsii zhulman katsiiran kabiiran, wa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta, faghfirlii maghfiratan min 'indika, warhamnii innaka antal ghafuurur rahiim.
Artinya: "Ya Allah, sungguh aku telah menganiaya diriku dengan kezaliman yang banyak dan besar. Tiada yang mengampuni dosa selain Engkau. Ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu, kasihanilah aku, sungguh Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْلَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الخَاسِرِينَ
Rabbana zalamna anfusana wa-in lam taghfir lana wa-tarhamna la-nakunanna minal-khasirin.
Artinya: "Ya Tuhan kami, kami telah berbuat zalim terhadap diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni dan tidak merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi."
Baca juga: Bacaan dzikir 10 hari pertama Dzulhijjah lengkap
اللَّهُمَّ لَكَ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي، وَإِلَيْكَ مَآبِي وَلَكَ تُرَاثِي. اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَوَسْوَسَةِ الصَّدْرِ وَشَتَاتِ الْأَمْرِ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَجِيءُ بِهِ الرِّيحُ
Allahumma laka shalaatii, wa nusukii, wa mahyaaya, wa mamaatii, wa ilaika ma'aabii, wa laka turaatsii. Allahumma innii a'uudzu bika min 'adzaabil qabri, wa waswasatish shadri, wa syataatil amri. Allahumma innii a'uudzu bika min syarri maa tajii-u bihir riihu.
Artinya: "Ya Allah, untuk-Mu shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku. Hanya kepada-Mu tempat kembaliku. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, bisikan hati, dan berantakannya urusan. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang dibawa angin."
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ
Allahumma innii as-alukal jannata wa a'uudzu bika minan naar.
Artinya: "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu surga dan berlindung kepada-Mu dari neraka."
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
Rabbana laa tuzigh quluubanaa ba'da idz hadaitanaa wa hab lanaa min ladunka rahmah, innaka antal wahhaab.
Artinya: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami menyimpang setelah Engkau memberi petunjuk kepada kami. Anugerahkanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi." (QS. Ali Imran: 8)
Berdasarkan penjelasan berbagai sumber, umat Islam juga dianjurkan memanjatkan doa-doa personal yang mencerminkan kebutuhan mereka sendiri, baik untuk kesehatan, rezeki, kesejahteraan keluarga, maupun keteguhan iman. Tidak ada batasan dalam memohon kepada Allah di hari yang penuh berkah ini.
Baca juga: Amalan bulan Dzulhijjah sesuai sunnah dan keutamaan 10 hari pertama
Selain memperbanyak doa hari Arafah, berpuasa pada tanggal 9 Dzulhijjah merupakan amalan yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Sebagaimana dilaporkan Human Appeal USA, Rasulullah SAW ditanya tentang puasa pada Hari Arafah, dan beliau menjawab, "Puasa hari itu menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang" (HR. Muslim no. 1162). Ulama dari empat mazhab Sunni menganggap puasa Arafah sebagai sunnah muakkadah bagi mereka yang tidak sedang berhaji.
Imam Al-Kasani, dikutip dari IslamQA menyatakan, "Puasa Hari Arafah bagi orang yang tidak sedang berhaji hukumnya mustahab, karena banyaknya hadis yang menganjurkan puasa pada hari ini, dan karena hari ini lebih utama dari hari-hari lainnya."
Adapun bagi jamaah haji yang sedang wukuf di Padang Arafah, mayoritas ulama tidak menganjurkan mereka untuk berpuasa. Mayoritas ulama termasuk mazhab Maliki, Syafi'i, dan Hanbali berpendapat bahwa jamaah haji sebaiknya tidak berpuasa agar memiliki kekuatan untuk berdoa sepanjang sore hari di Arafah. Imam An-Nawawi menulis dalam Al-Majmu' bahwa puasa bisa melemahkan jamaah haji dan mengurangi kemampuan mereka melaksanakan rukun-rukun penting pada hari tersebut. Puasa Arafah secara khusus diperuntukkan bagi Muslim yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji.
Sholat Sunnah Hari Arafah dan Amalan Terbaik untuk Meraih Pahala BerlipatMerujuk Zakat.org, para ulama menjelaskan bahwa dosa yang dimaksud dalam hadis tersebut bisa jadi tidak mencakup dosa-dosa besar (kabaa'ir). Untuk dosa besar, tetap diperlukan taubat yang sungguh-sungguh dan perbaikan diri secara menyeluruh. Meskipun demikian, keutamaan ini menunjukkan betapa luar biasa rahmat Allah yang dicurahkan pada hari mulia ini. Pelajari juga keutamaan puasa Tarwiyah dan Arafah secara lebih mendalam.
Memanjatkan doa hari Arafah akan lebih bermakna ketika disertai adab dan amalan yang tepat. Waktu terbaik untuk berdoa pada Hari Arafah adalah dari fajar hingga matahari terbenam, terutama setelah shalat Dzuhur dan Ashar serta menjelang Maghrib. Berikut panduan praktis agar doa semakin berkualitas.
Imam Ibn Rajab Al-Hanbali, dikutip dari Life with Allah menyatakan, "Barangsiapa tidak mampu berdiri di Arafah, maka berdirilah untuk Allah dan penuhi hak-hak-Nya. Barangsiapa tidak mampu bermalam di Muzdalifah, maka bertekad kuatlah untuk menaati Allah. Barangsiapa tidak mampu berkurban di Mina, maka sembelihlah hawa nafsunya dan capailah tujuannya."
Bagi yang ingin mempersiapkan ibadah secara lebih matang, pelajari niat puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah lengkap beserta jadwal dan keutamaannya. Persiapkan juga diri menjelang hari raya dengan menyimak panduan niat dan doa buka puasa Idul Adha.
Bacaan Surah Al Ikhlas 1000 Kali di Hari Arafah, Lengkap Keutamaan dan Cara MengamalkannyaBaca juga: Pantun ucapan Hari Raya Idul Adha terbaru penuh makna
Tidak. Meskipun Arafah merupakan bagian sentral dari ibadah haji, Hari Arafah adalah hari yang bermakna bagi seluruh umat Islam untuk berdoa, baik yang sedang melaksanakan haji maupun yang tidak. Keutamaan hari ini berlaku universal. Bagi yang berada di Arafah, mereka mendapatkan keistimewaan ganda karena menggabungkan keutamaan waktu dan tempat. Sementara bagi yang di rumah, amalan sunnah seperti puasa dan dzikir tetap membuka pintu pahala yang besar.
Meskipun umat Islam dianjurkan meniru ucapan Nabi SAW, mereka juga bebas mencurahkan isi hati mereka secara personal. Berdoa dengan bahasa sendiri sangat diperbolehkan selama dilandasi ketulusan dan keyakinan. Doa dari hati yang khusyuk, dalam bahasa apa pun, tetap didengar oleh Allah SWT. Yang terpenting adalah kehadiran hati dan kesungguhan saat bermunajat, terutama di hari yang penuh keberkahan ini.
Doa bisa dipanjatkan sepanjang hari, namun waktu terbaik adalah dari fajar hingga matahari terbenam, terutama setelah shalat Dzuhur dan Ashar serta menjelang waktu Maghrib. Waktu sore menjelang Maghrib disebut sebagai puncak kemustajaban doa, bersamaan dengan momen wukuf jamaah haji di Padang Arafah. Manfaatkan setiap menit di hari ini dengan dzikir dan doa yang penuh kekhusyukan.
Bacaan Surah Al Ikhlas 1000 Kali di Hari Arafah, Lengkap Keutamaan dan Cara MengamalkannyaBaca juga: Ucapan selamat Idul Adha 2026 penuh makna untuk orang terdekat
Baca juga: Cara menyusun ucapan Idul Adha yang menyentuh hati
Daftar Referensi
(kpl/fed)