Kapanlagi.com - Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah merupakan periode paling mulia sepanjang tahun bagi umat Islam, dan di dalamnya terdapat puasa Arafah yang menghapus dosa dua tahun. Amalan ini dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, tepat sehari sebelum Hari Raya Idul Adha, dan sangat dianjurkan bagi Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.
Berpuasa pada Hari Arafah bagi yang tidak berhaji merupakan sunnah yang sangat dianjurkan dan membawa ganjaran besar berupa pengampunan dosa selama dua tahun. Keutamaan puasa Arafah menghapus dosa dua tahun ini menjadikannya salah satu ibadah sunnah paling agung dalam kalender Hijriah.
Bagi umat Islam yang tidak menunaikan ibadah haji, berpuasa pada Hari Arafah termasuk amalan paling bermanfaat secara spiritual sepanjang tahun. Dilansir dari Islamic Relief Worldwide, berpuasa pada hari ini hukumnya sunnah dan dapat menghapuskan dosa tahun sebelumnya serta tahun sesudahnya.
Bacaan Dzikir 10 Hari Pertama Dzulhijjah Lengkap Arab Latin dan ArtinyaAdvertisement
Sebelum membahas keutamaannya secara mendalam, penting untuk memahami apa itu puasa Arafah dan bagaimana kedudukan hukumnya. Puasa Arafah merupakan ibadah puasa sunnah yang dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan pelaksanaan wukuf jamaah haji di Padang Arafah. Mengutip IslamQA.info, puasa ini hukumnya mustahabb (dianjurkan) bagi mereka yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.
Berikut poin-poin penting tentang puasa Arafah yang perlu dipahami:
Baca juga: Amalan bulan Dzulhijjah sesuai sunnah dan keutamaan 10 hari pertama
Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah dan Amalan yang Dianjurkan untuk Meraih Pahala BerlipatDalil utama tentang puasa Arafah menghapus dosa dua tahun berasal dari hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Abu Qatadah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW ditanya tentang puasa pada Hari Arafah, dan beliau bersabda, "Puasa ini menghapus dosa tahun sebelumnya dan tahun yang akan datang." Hadis ini tercatat dalam Shahih Muslim nomor 1162 dan menjadi landasan utama bagi umat Islam untuk mengamalkan puasa sunnah ini.
Teks hadis tersebut dalam bahasa Arab sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim:
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ
Amalan Penghapus Dosa di Hari Arafah Lengkap Dalil, Doa, dan Panduan Puasanya"Puasa Hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya." (HR Muslim)
Hadis ini menunjukkan betapa besar karunia yang Allah berikan melalui satu hari puasa saja. Bayangkan mendapatkan pengampunan dosa selama dua tahun hanya dengan berpuasa sehari — ini merupakan perwujudan dari rahmat Allah yang tak terbatas. Selain hadis di atas, terdapat pula hadis yang menegaskan bahwa amal saleh pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah lebih dicintai Allah daripada hari-hari lainnya, bahkan melebihi jihad di jalan Allah kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya lalu tidak kembali (HR Bukhari).
Sheikh Ibn Baaz, dikutip dari DeenMinder, menyatakan, "Berpuasa pada Hari Arafah bukanlah kewajiban, tetapi termasuk sunnah muakkadah. Barangsiapa yang berpuasa dengan mengharapkan pahala, maka dosanya akan diampuni untuk tahun sebelumnya dan tahun yang akan datang."
Meskipun hadis tentang puasa Arafah menghapus dosa dua tahun bersifat umum, para ulama memberikan penjelasan lebih rinci mengenai jenis dosa yang dimaksud. Berdasarkan IslamQA.info, keutamaan Hari Arafah meliputi penghapusan dosa dua tahun, hari pengampunan dosa, dan hari yang dianggap sebagai hari raya. Berikut pandangan para ulama tentang jenis dosa yang terhapus:
Baca juga: Bacaan niat puasa 10 hari pertama Dzulhijjah lengkap Arab dan Latin
Bacaan Dzikir 10 Hari Pertama Dzulhijjah Lengkap Arab Latin dan ArtinyaSelain keutamaan puasa Arafah menghapus dosa dua tahun, Hari Arafah memiliki berbagai keistimewaan lain yang menjadikannya hari paling agung dalam setahun. Hari ini merupakan hari ketika agama Islam disempurnakan dan nikmat Allah dilengkapi. Peristiwa ini dikaitkan dengan turunnya ayat Al-Quran Surah Al-Maidah ayat 3 saat Nabi SAW berdiri di Padang Arafah pada Haji Wada.
Keutamaan lain yang sangat penting adalah pembebasan dari api neraka. Sebagaimana dikutip dari IslamQA.info, Nabi SAW bersabda, "Tidak ada hari di mana Allah membebaskan lebih banyak hamba-Nya dari api neraka daripada Hari Arafah." Ibnu Umar juga meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda, "Allah membanggakan hamba-hamba-Nya yang berada di Arafah di hadapan para malaikat."
Sebagaimana dilaporkan IslamWeb, Hari Arafah merupakan hari ketika Allah mengambil perjanjian (mitsaq) dari seluruh umat manusia, menekankan pertanggungjawaban individu dan pentingnya mengakui-Nya sebagai satu-satunya Tuhan. Hari ini juga menjadi waktu yang paling mustajab untuk berdoa. Nabi SAW bersabda bahwa doa terbaik adalah doa pada Hari Arafah, dan sebaik-baik dzikir yang beliau ucapkan adalah:
Keutamaan Puasa Arafah Beserta Dalil, Niat, dan Amalan Sunnah yang Dianjurkanلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
"Tiada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu."
Waktu paling mustajab untuk berdoa pada Hari Arafah adalah antara Dzuhur dan Maghrib, ketika Allah turun ke langit terdekat dan membanggakan hamba-hamba-Nya di hadapan para malaikat. Selain berpuasa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak sholawat, sedekah, membaca Al-Quran, dan berbagai ibadah lainnya di bulan Dzulhijjah.
Setelah memahami keutamaan puasa Arafah menghapus dosa dua tahun, langkah selanjutnya adalah mengetahui niat dan tata cara pelaksanaannya. Mengacu pada OnePath Network, Hari Arafah merupakan hari paling bermakna secara spiritual dalam kalender Islam, baik bagi yang berdiri di Padang Arafah maupun yang mengamati hari tersebut dari rumah. Berikut panduan lengkapnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma 'arafata sunnatan lillâhi ta'âlâ.
Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah dan Amalan yang Dianjurkan untuk Meraih Pahala BerlipatArtinya: "Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta'ala."
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa 'ala rizqika afthartu. Birahmatika yaa arhamar rahimiin.
Artinya: "Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Penyayang."
Bagi yang memiliki utang puasa Ramadhan, sebagian ulama membolehkan menggabungkan niat qadha dengan puasa Dzulhijjah. Namun, jika memungkinkan, puasa Arafah lebih utama diniatkan secara khusus untuk memperoleh pahala penghapusan dosa secara sempurna. Setelah melewati hari puasa Arafah, umat Islam akan menyambut Hari Raya Idul Adha yang penuh kegembiraan dan semangat berkurban.
Ya, berdasarkan hadis sahih riwayat Muslim, Rasulullah SAW menyatakan bahwa puasa pada Hari Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Menurut mayoritas ulama, yang dimaksud adalah dosa-dosa kecil. Adapun dosa besar tetap memerlukan taubat yang sungguh-sungguh agar diampuni oleh Allah SWT.
Puasa Arafah sangat dianjurkan bagi seluruh umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji, baik laki-laki maupun perempuan, selama dalam kondisi mampu. Bagi jamaah haji yang sedang melaksanakan wukuf di Padang Arafah, mereka tidak dianjurkan berpuasa agar tetap kuat menjalankan rangkaian ibadah sepanjang hari. Hal ini sesuai dengan teladan Nabi SAW yang tidak berpuasa saat berdiri di Arafah.
Hari Arafah 2026 diperkirakan jatuh pada hari Selasa, 26 Mei 2026, bertepatan dengan tanggal 9 Dzulhijjah 1447 H. Tanggal ini masih bergantung pada hasil rukyatul hilal dan keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat Kementerian Agama RI. Umat Islam disarankan memantau pengumuman resmi agar dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk meraih keberkahan menjelang Idul Adha.
Keutamaan Puasa Arafah Beserta Dalil, Niat, dan Amalan Sunnah yang DianjurkanDaftar Referensi
(kpl/fed)