in partnership with Indosiar
 
DANGDUT

[KISAH] Gerry Mahesa Jadi Kuli Panggul - Jaga Warung, Kini Penyanyi Dangdut Populer

Sabtu, 02 Februari 2019 09:35 Penulis: Mita Anandayu

Gerry Mahessa © Instagra.com/gerrymahessa58_real diambil pada pukul 16.35 WIB

Kapanlagi.com - Gerry Mahessa kini dikenal sebagai salah satu penyanyi dangdut pria yang populer di kalangan pecinta dangdut. Penampilannya pun sering disandingkan dengan Tasya Rosmala sebagai teman duet.

Pada unggahan video Perdana Record, Bapak satu anak ini pun menceritakan bagaimana kehidupannya sebelum dikenal sebagai penyanyi dangdut seperti saat ini. Seperti apa kisahnya?

1. Dari Keluarga Biasa

Gerry pun menceritakan bahwa dirinya bukan berasal dari keluarga yang berada. Ia pun harus banting tulang untuk menjadikan kehidupannya lebih baik. Hingga akhirnya ia pun bertemu dengan orang yang telah berjasa dalam karier bernyanyinya.

"Kalau kehidupan dulu sih ya wis gitu itulah, ya wis biasa. Saya itu kan tergolong dari anaknya orang sing biasa-biasa. Dengan kemampuan seperti itu saya berusaha, saya berdoa. Saya ikut ke sana kemari, sampai jungkir walik jungkir walik (jungkir balik). Ya akhirnya ketemu sama Bunda Juwana itu yang membawa saya seperti ini. Beliau itu orang hebat. Saya suka dengan beliau, tegas. Dari awal saya sudah dibilangi gini gini gini," ungkapnya.

2. Uang Saku Seribu Rupiah

Ia mengaku uang sakunya sewaktu masa Sekolah Menengah Pertama (SMP) hanyalah seribu rupiah. Dengan uang jajan sebesar itu, Gerry pun mengaku hanya membeli jajanan yang sama selama tiga tahun bersekolah.

"Waktu kelas 3 SMP. Saya dikasih uang sama orang tua itu cuma seribu rupiah. Dan dulu waktu pas lagi jajan nggak pernah jajan aneh-aneh saya. Masih ingat nggak roti Queen yang isinya dua? Bulat segini. Itu makanan saya setiap hari. Sama es, cuma itu aja selama tiga tahun," ceritanya.

3. Jadi Kuli Panggul

Tak hanya itu, Gerry juga mengaku kalau setelah pulang sekolah dirinya pun bekerja. Dirinya diajak oleh seorang teman yang kemudian mengajaknya untuk bekerja menjadi kuli panggul.

"Dan sepulang sekolah saya itu sering ikut angkat-angkat kayak beras itu sering. Ikut sama namanya Cak Soleh, 'Ayo ker melok'o aku', 'Nang ndi Cak?', 'Ayo wis opo jare aku'. Angkat-angkat ndek mobil pick up itu," ungkap Gerry.

4. Jaga Warung Hingga Dini Hari

Tak berhenti sampai di situ, pada malam harinya usai salat magrib, Gerry pun menjadi penjaga warung. Meski tak mendapat gaji banyak, ia pun tetap melakoni profesinya untuk bisa menabung.

"Dan kalau malam, saya itu jaga warung rek. Jaganya tuh setelah salat magrib terus tutupnya tuh sekitar jam 12 jam 1 dan gajinya tuh cuma lima ribu," imbuhnya.

5. Tak Minta Uang ke Orangtua

Uang hasil kerjanya ia kumpulkan untuk ditabung. Gerry berharap nantinya ketika lebaran tiba, ia bisa membeli baju baru dengan uang sendiri dan tidak meminta kepada orangtua.

"Saya kumpulin uang itu. Kan kalau sekolah dikasih ibu seribu, dapat gajian dari sing angkat-angkat beras 25 kiloan rek, abot biyen rek (berat dulu lho). Terus kalau malam kan dapat lima ribu itu, tak masukin celengan (saya masukkan tabungan). Jadi setiap lebaran, saya itu nggak pernah minta uang orangtua saya buat beli baju baru. Ya wis uang itu tadi," pungkasnya.

(kpl/mit)

Editor: Mita Anandayu


REKOMENDASI
TRENDING