in partnership with Indosiar
 
DANGDUT

Luncurkan Lagu Keroncong, Irene Patricia Melati Terjun ke Dunia Tarik Suara

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:30 Penulis: Canda Permana

Irene Patricia Melati © KapanLagi.com/Dadan Deva

Kapanlagi.com - Irene Patricia Melati, putri sulung Helen Sparingga dan Mus Mulyadi, mengikuti jejak kedua orangtuanya. Ia juga terjun ke dunia tarik suara dengan meluncurkan dua single lagu keroncong, yakni Rangkaian Melati dan Dinda Bestari yang pernah dipopulerkan Mus Mulyadi.

Khusus untuk lagu Dinda Bestari, produser JK Records, Leonard "Nyo" Kristianto, menyatukan suara Irene dengan suara almahrum ayahandanya, Mus Mulyadi. Berdua mereka berduet, membuat lagu itu menjadi lebih indah dan istimewa.

“Ini karena dengan kemajuan teknik rekaman, keduanya bisa tampil bersahut-sahutan. Tentu saja ini menjadi sangat istimewa," ucap pria yang akrab disapa Nyo itu saat ditemui di Studio JK, Cideng, Jakarta Pusat.

1. Terjun ke Dunia Tarik Suara

Tawaran untuk Irene terjun ke dunia tarik suara datang langsung dari Nyo Kristanto ketika Irene yang tinggal di Australia kembali ke Indonesia dalam rangka menghantar kepergian sang ayah ke tempat peristirahatan terakhir.

Tawaran tersebut disambut baik Irene. “Terima kasih pada Pak Nyo bisa dikasih kesempatan rekaman lagu keroncong, apalagi bisa duet dengan papa saya. Saya juga nggak nyangka bisa duet dengan papa dalam satu musik yang baru, walaupun papa sudah meninggal. Dan ini buat saya Speechless,” terang Irene yang saat take vocal menangis hingga mengeluarkan air mata.

Bersamaan dengan peluncuran lagu dari Irene, JK Record juga meluncurkan album terbaru Helen Sparingga yang bertajuk Jangan Beri Aku Rindu. Menyesuaikan dengan zaman, secara aransemen musik, lagu-lagu di album tersebut dibuat dengan sentuhan kekinian, namun tidak meninggalkan unsur 80-an.

2. Bercerita Cinta, Rindu dan Kasih

Album yang bercerita tentang cinta, rindu, dan kasih yang setia ini diluncurkan sebagai pelepas rindu Helen pada dunia musik, sekaligus ungkapan kasih pada suami tercinta, Mus Mulyadi.

“Pastinya ini surprise banget buat aku dan nggak nyangka lagu lama akhirnya bisa dirilis di tahun ini. Ini suatu kebangaan pastinya, terlebih covernya juga sangat berbeda. Aku terima kasih sekali dengan Pak Nyo,”ujar Helen.

Pada 1992, setelah meluncurkan album Romo Ono Maling, Helen memilih mundur dari dunia rekaman, menyibukkan diri dengan kegiatan keluarga. Ketika diabetes membuat Mus Mulyadi kehilangan penglihatannya, Helen mendedikasikan waktunya untuk mengurus sang suami. Pada tanggal 14 April 2019 lalu, Helen ditinggal wafat suami tercinta, Mus Mulyadi.

(kpl/dan/CDP)

Reporter: Dadan Deva


REKOMENDASI
TRENDING