Rangga Bantaeng: Awalnya Pop, Lalu Suka Dangdut di D'Academy 8
Rangga Bantaeng © KapanLagi.com/Budy Santoso
Kapanlagi.com - Perjalanan Rangga Bantaeng di panggung D'Academy 8 terus berlanjut hingga babak Top 42. Remaja 15 tahun asal Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, ini kini fokus berkompetisi, meski awalnya bukan tumbuh di ranah dangdut. Sebelum menjejak panggung kompetisi, genre yang ia tekuni justru pop, sementara ketertarikan pada dangdut hadir belakangan.
"Sebenernya genre Rangga tuh pop, tapi tiba-tiba suka dangdut karena lihat Kak Afan tadi kan," ungkap Rangga saat ditemui di Studio Emtek Indosiar, Selasa (21/7/2026).
Rangga menyebut Afan, jebolan Dangdut Academy 5, sebagai sosok yang mendorongnya mantap mencoba peruntungan di D'Academy. Ia mulai menggemari dangdut setelah menyaksikan penampilan Afan, meski menyanyi dangdut sendiri sudah ia lakoni sejak duduk di bangku kelas 2 SD.
Advertisement
1. Dari Pop ke Dangdut: Afan Jadi Pemicunya
Rangga mengawali minat bermusik dari genre pop. Namun, setelah melihat penampilan Afan, alumnus Dangdut Academy 5, ketertarikannya bergeser. Ia menilai momen itu menjadi pemicu untuk lebih dekat dengan panggung dangdut dan mencoba jalur kompetisi.
Meski fokus awalnya pop, Rangga menyebut telah bernyanyi dangdut sejak kelas 2 SD. Praktik bernyanyi sejak dini itu menjadi bekal ketika ia mulai serius menapaki jalur dangdut di usia remaja. Peralihan minat ini beriringan dengan meningkatnya kepercayaan dirinya untuk tampil di ajang besar.
Pengaruh Afan juga berkaitan dengan keputusannya mendaftar D'Academy 8. Dorongan tersebut membuatnya mantap mengikuti audisi hingga akhirnya lolos dan bertahan di Top 42, sebuah capaian yang diakuinya tidak lepas dari proses panjang sejak awal belajar bernyanyi.
(Deswa Dangdut Academy meninggal dunia, wafat usai berjuang lawan sakit.)
2. Target di Panggung dan Harapan untuk Keluarga
Tidak sekadar berkompetisi, Rangga membawa misi pribadi di D'Academy 8. Ia ingin mengangkat derajat keluarganya melalui ajang ini. Keinginan itu turut membentuk target besarnya: berusaha menjadi juara di panggung kompetisi dangdut tersebut.
Rangga juga menyampaikan rasa syukur bisa menembus Top 42. Ia mengapresiasi dukungan tim dan coach yang dinilainya membimbing dengan baik selama proses karantina dan persiapan tampil. Dukungan itu menjadi bagian dari perjalanannya sejauh ini.
"Perasaan Rangga pokoknya bersyukur Alhamdulillah bisa sampai titik ini dan pokoknya pastinya orang tua bangga melihat Rangga bisa nginjak panggung D'Academy 8 Indosiar," ungkapnya.
3. Kebiasaan Selama Karantina: Jaga Vokal dan Pola Makan
Menjalani masa karantina, Rangga menata ulang kebiasaan harian agar penampilannya tetap optimal. Ia menerapkan disiplin untuk menjaga kualitas suara, termasuk mengatur asupan dan rutinitas yang lebih tertib dibanding saat di rumah.
Salah satu kebiasaan yang kini ia lakukan adalah rutin minum air hangat. Selain itu, ia mengurangi makanan pedas dan berminyak. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi tubuh dan vokal jelang tampil di panggung D'Academy 8.
"Rutinitasnya sih rajin minum air hangat ya sama kurang apa, makan yang pedas-pedas sama yang berminyak. Iya kalau di rumah kan suka. Jadi, Rangga ke asrama ngubah diri semua," jelasnya.
Perubahan pola harian tersebut menjadi bagian dari adaptasinya selama tinggal di asrama karantina. Dengan penyesuaian ini, Rangga berharap bisa memberi penampilan yang konsisten di setiap kesempatan tampil.
(Nycta Gina panen kritikan dari netizen karena postingan Instagram Story-nya.)
(kpl/ums)
Advertisement
D Academy 8
-
Dangdut Academy Duet Azzio-Rama Raih 3 SO di D'Academy 8 Meski Melly Lee Absen
