3 Kebiasaan yang Membuat Sprei Mudah Kotor Menurut Ahli, Hindari Sebelum Tidur

Kamar tidur dengan sprei yang rapi. [AI Generated]
Kapanlagi.com - Kebiasaan yang membuat sprei mudah kotor ternyata bisa berasal dari hal-hal sederhana yang dilakukan setiap hari. Ponsel, pakaian dari luar rumah, hingga kaki telanjang dapat membawa kotoran, debu, bakteri, dan alergen ke tempat tidur. Tidur di atas sprei yang baru dicuci memang terasa lebih nyaman. Namun, kebersihannya dapat berkurang hanya dalam satu malam jika benda atau kebiasaan tertentu ikut terbawa ke tempat tidur tanpa disadari.
Menurut Dr. Shanina C. Knighton, PhD, RN, CIC, seorang ahli pencegahan infeksi, dilansir dari laman Toms Guide, beberapa kebiasaan sehari-hari dapat membuat tempat tidur kembali dipenuhi kotoran dan mikroorganisme. Karena itu, menjaga kebersihan area tidur tidak hanya bergantung pada seberapa sering sprei dicuci.
Advertisement
1. Membawa Ponsel ke Tempat Tidur
![Bermain ponsel di tempat tidur. [AI Generated]](https://cdns.klimg.com/kapanlagi.com/p/paging/3-kebiasaan-yang-membuat-sprei-muda-0-59cfa14d4c.jpg)
Ponsel menjadi salah satu benda yang paling sering berada dekat dengan tempat tidur. Banyak orang menggunakannya untuk menggulir media sosial sebelum tidur, membaca pesan, memasang alarm, atau langsung memeriksa notifikasi ketika bangun.
Namun, kebiasaan tersebut berpotensi membuat permukaan sprei kembali kotor. Dr. Shanina Knighton menjelaskan bahwa ponsel digunakan dan diletakkan di berbagai tempat sepanjang hari, termasuk meja restoran, kamar mandi, serta berbagai permukaan umum lainnya.
Ketika ponsel tersebut kemudian diletakkan di atas bantal atau sprei, kotoran yang menempel pada permukaannya dapat berpindah ke tempat tidur. Karena ponsel hampir selalu bersentuhan dengan tangan, permukaannya juga dapat menjadi tempat berkumpulnya berbagai mikroorganisme.
Selain persoalan kebersihan, membawa ponsel ke tempat tidur juga dapat mengganggu kualitas tidur. Cahaya layar, suara notifikasi, serta keinginan untuk terus membuka media sosial bisa membuat seseorang lebih sulit beristirahat.
Karena itu, salah satu cara sederhana untuk menjaga tempat tidur tetap bersih adalah membiasakan diri meletakkan ponsel jauh dari bantal dan sprei. Jika tetap membutuhkan ponsel sebagai alarm, gunakan permukaan meja atau nakas yang berada di luar area tempat tidur.
2. Naik ke Tempat Tidur dengan Pakaian dari Luar
![Kasur atau tempat tidur. [AI Generated]](https://cdns.klimg.com/kapanlagi.com/p/headline/rekomendasi-drama-korea-y-b2d9a1564acc.jpg)
Setelah beraktivitas seharian, berbaring di tempat tidur dengan pakaian yang masih dikenakan dari luar rumah mungkin terasa sangat nyaman. Namun, menurut Dr. Knighton, kebiasaan ini sebaiknya dihindari.
Ia menjelaskan bahwa dirinya tidak duduk di tempat tidur dengan pakaian luar, tidak tidur menggunakannya, bahkan tidak meletakkannya di atas atau dekat tempat tidur.
Alasannya sederhana. Pakaian yang digunakan sepanjang hari dapat bersentuhan dengan berbagai permukaan dan membawa debu serta kotoran. Tidak hanya noda yang terlihat seperti tumpahan minuman atau kotoran pada bagian ujung pakaian, kain juga dapat menyimpan keringat, minyak tubuh, dan partikel dari lingkungan.
Ketika pakaian luar menyentuh sprei, berbagai kotoran yang menempel pada serat kain berpotensi berpindah ke permukaan tempat tidur. Jika dilakukan berulang kali, kebiasaan ini dapat membuat sprei lebih cepat terasa kotor dan berbau.
Membiasakan diri mengganti pakaian sebelum naik ke tempat tidur menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap hari. Pakaian rumah atau piyama sebaiknya digunakan khusus untuk beristirahat sehingga kontak antara kotoran dari luar dan area tidur dapat diminimalkan.
Kebiasaan ini juga penting bagi orang yang sering bepergian, bekerja di luar rumah, menggunakan transportasi umum, atau banyak beraktivitas di tempat dengan debu dan polusi.
3. Berjalan tanpa alas kaki sebelum naik ke tempat tidur
![Kasur atau tempat tidur. [AI Generated]](https://cdns.klimg.com/kapanlagi.com/p/paging/arti-mimpi-tempat-tidur-dipindahkan-simbol-perubahan-dan-transisi-dalam-hidup-4-0648a15f4bcc.jpg)
Hal lain yang mungkin tidak terpikirkan adalah kondisi kaki sebelum masuk ke tempat tidur. Dr. Knighton mengatakan bahwa ia menganggap sandal rumah sebagai sesuatu yang penting, bukan hanya untuk kenyamanan.
Menurutnya, lantai rumah dapat membawa berbagai hal yang berasal dari luar, terutama jika penghuni rumah memperbolehkan sepatu digunakan di dalam rumah. Keberadaan hewan peliharaan juga dapat membuat berbagai partikel dan kotoran terbawa ke lantai.
Masalahnya muncul ketika seseorang berjalan tanpa alas kaki di seluruh rumah kemudian langsung naik ke tempat tidur. Kotoran yang menempel pada telapak kaki dapat ikut berpindah ke sprei.
Hal yang sama dapat terjadi pada kaus kaki. Jika seseorang menggunakan kaus kaki untuk berjalan di sekitar rumah kemudian duduk atau naik ke tempat tidur dengan kaus kaki yang sama, kotoran dari lantai berpotensi ikut terbawa.
Dr. Knighton menyarankan penggunaan sandal rumah sebagai penghalang antara lantai dan tempat tidur. Dengan menggunakan alas kaki khusus di dalam rumah, kontak langsung kaki dengan lantai dapat dikurangi sebelum seseorang masuk ke area tidur.
Kebiasaan ini memang terlihat sederhana, tetapi dapat membantu menjaga kebersihan tempat tidur, terutama jika lantai rumah mudah terkena debu, kotoran dari luar, atau bulu hewan peliharaan.
4. Mengapa kebiasaan kecil bisa membuat tempat tidur cepat kotor?

Sprei, bantal, selimut, dan kasur merupakan bagian dari lingkungan tidur yang dapat menyimpan kelembapan. Dalam kondisi tertentu, lingkungan tersebut dapat mendukung keberadaan bakteri, jamur, debu, dan alergen.
Ketika ponsel, pakaian luar, atau kaki yang bersentuhan langsung dengan lantai ikut masuk ke tempat tidur, berbagai kotoran tambahan dapat terbawa ke permukaan sprei.
Dr. Knighton menjelaskan bahwa penumpukan kotoran dan alergen dapat berkontribusi terhadap sejumlah masalah, seperti bau tidak sedap, munculnya masalah pada kulit, iritasi kulit, serta kambuhnya alergi dan asma pada sebagian orang.
Bagi orang yang memiliki luka terbuka atau sistem kekebalan tubuh yang melemah, paparan terhadap tempat tidur yang kotor dapat menjadi perhatian yang lebih serius. Dr. Knighton menyebut adanya risiko infeksi yang lebih nyata bagi orang dengan kondisi imunokompromais.
Meski demikian, bukan berarti setiap ponsel, pakaian luar, atau kaki telanjang otomatis menyebabkan infeksi. Poin utamanya adalah mengurangi sumber kotoran yang tidak perlu masuk ke area tempat tidur dan menjaga kebersihan secara konsisten.
5. Seberapa sering sprei perlu dicuci?
Selain menghindari kebiasaan yang dapat membuat sprei cepat kotor, frekuensi mencuci juga menjadi bagian penting dari kebersihan tempat tidur.
Dr. Knighton merekomendasikan mencuci sprei setidaknya satu kali seminggu selama musim panas. Cuaca yang lebih panas dapat membuat tubuh lebih mudah berkeringat sehingga kelembapan dan kotoran dapat lebih cepat menumpuk pada tempat tidur.
Sementara itu, benda yang lebih tebal seperti bantal, selimut, dan duvet dapat dicuci setiap beberapa bulan, dengan menyesuaikan kondisi dan petunjuk perawatan masing-masing bahan.
Untuk mencuci sprei, Dr. Knighton menyarankan suhu minimal 130°F atau sekitar 54°C. Suhu dapat dinaikkan hingga 140°F atau sekitar 60°C jika ingin membantu mengatasi tungau debu.
Namun, suhu pencucian tidak boleh ditentukan begitu saja. Selalu periksa label perawatan pada sprei, sarung bantal, selimut, dan perlengkapan tidur lainnya karena tidak semua material dapat dicuci menggunakan suhu tinggi.
6. Cara menjaga sprei tetap bersih lebih lama

Menjaga sprei tetap bersih tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit. Langkah pertama adalah mengurangi benda dan kebiasaan yang membawa kotoran ke tempat tidur.
Letakkan ponsel di nakas atau meja, bukan di atas bantal. Ganti pakaian luar sebelum berbaring dan gunakan pakaian khusus untuk tidur. Selain itu, gunakan sandal rumah agar telapak kaki tidak langsung bersentuhan dengan lantai sebelum masuk ke tempat tidur.
Kebersihan lantai juga perlu diperhatikan. Jika ada hewan peliharaan di rumah, rutin membersihkan lantai dapat membantu mengurangi debu, bulu, dan kotoran yang berpotensi terbawa ke area tidur.
Selanjutnya, cuci sprei secara teratur dan jangan lupa membersihkan perlengkapan tidur lainnya sesuai petunjuk perawatan. Dengan menggabungkan kebiasaan sehari-hari dan jadwal mencuci yang konsisten, tempat tidur dapat tetap terasa lebih segar dan bersih.
Pada akhirnya, kebersihan tempat tidur bukan hanya soal mencuci sprei. Kebiasaan sebelum naik ke tempat tidur juga berperan besar. Menghindari ponsel, pakaian luar, dan kaki telanjang dari area tidur merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi kotoran dan alergen yang terbawa ke sprei.
7. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kebiasaan yang Bikin Sprei Mudah Kotor
Apa saja kebiasaan yang membuat sprei mudah kotor?
Membawa ponsel ke tempat tidur, tidur dengan pakaian dari luar, serta naik ke tempat tidur dengan kaki telanjang termasuk kebiasaan yang dapat membawa kotoran dan alergen ke sprei.
Mengapa ponsel bisa membuat sprei kotor?
Ponsel sering disentuh sepanjang hari dan dapat diletakkan di berbagai permukaan. Ketika diletakkan di atas bantal atau sprei, kotoran yang menempel pada permukaannya dapat berpindah ke tempat tidur.
Berapa kali sprei sebaiknya dicuci?
Dr. Shanina Knighton merekomendasikan mencuci sprei setidaknya satu kali seminggu pada musim panas untuk membantu mengurangi penumpukan kotoran, kelembapan, dan keringat.
Apakah suhu tinggi diperlukan saat mencuci sprei?
Dr. Knighton menyarankan suhu minimal sekitar 54°C dan dapat dinaikkan hingga 60°C jika ingin membantu mengatasi tungau debu. Namun, selalu ikuti petunjuk perawatan pada label sprei.
(kpl/ini)
Advertisement












































