7 Alasan Seseorang Suka Menonton Film yang Sama Berulang Kali, Ada Penjelasan Psikologisnya

7 Alasan Seseorang Suka Menonton Film yang Sama Berulang Kali, Ada Penjelasan Psikologisnya
Seseorang Suka Menonton Film yang Sama Berulang Kali

Kapanlagi.com - Menonton film yang sama berkali-kali mungkin terlihat membosankan bagi sebagian orang. Namun, bagi sebagian lainnya, film tertentu justru menjadi tontonan yang selalu dicari ketika ingin bersantai, menghilangkan penat, atau sekadar menghabiskan waktu. Bahkan, ada orang yang sudah hafal dialog dan ending-nya tetapi tetap merasa senang ketika memutarnya kembali.

Kebiasaan tersebut ternyata tidak selalu berkaitan dengan kehabisan pilihan tontonan. Dalam psikologi, ketertarikan untuk kembali pada cerita yang sudah dikenal dapat berkaitan dengan rasa nyaman, kebutuhan emosional, nostalgia, hingga keinginan mendapatkan pengalaman yang lebih mudah diprediksi.

Sebuah kajian yang diterbitkan dalam Social and Personality Psychology Compass pada 2025 juga merangkum penelitian mengenai kebiasaan menonton ulang film dan serial. Kajian tersebut menemukan beberapa motivasi utama, termasuk kenyamanan, regulasi emosi, koneksi sosial, nostalgia, dan kesinambungan identitas. Lantas apa saja alasan seseorang suka menonton film yang sama berulang kali? Melansir dari berbagai sumber, Rabu (7/10/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Mencari Rasa Nyaman dari Sesuatu yang Sudah Dikenal

Salah satu alasan seseorang terus kembali pada film yang sama adalah karena cerita tersebut sudah terasa familiar. Penonton tidak perlu beradaptasi lagi dengan karakter, alur, konflik, maupun suasana cerita sehingga pengalaman menontonnya bisa terasa lebih ringan.

Robert N. Kraft, Ph.D., dalam tulisannya di Psychology Today, menjelaskan bahwa menonton ulang cerita yang sudah dikenal dapat memberikan kenyamanan dan rasa kendali. Ketika seseorang sudah mengetahui bagaimana sebuah cerita berakhir, ada kepastian mengenai pengalaman emosional yang akan diperolehnya.

Hal serupa juga dijelaskan oleh Chivonna Childs, Ph.D., psikolog dari Cleveland Clinic. Menurutnya, orang yang memiliki comfort show dapat memilih tontonan yang sama karena sudah mengetahui apa yang akan terjadi pada akhirnya. Bagi sebagian orang, kepastian tersebut dapat terasa menenangkan, terutama ketika kehidupan sehari-hari sedang penuh tekanan atau ketidakpastian.

2. Membantu Mengatur Suasana Hati dan Emosi

Film bukan hanya memberikan hiburan, tetapi juga dapat menjadi salah satu cara seseorang mengelola suasana hati. Ketika sedang lelah atau mengalami hari yang berat, seseorang mungkin sengaja memilih film yang sudah diketahui dapat membuatnya tertawa, tenang, atau merasa lebih baik.

Dalam kajian mengenai volitional reconsumption, kenyamanan dan regulasi emosi termasuk motivasi yang paling konsisten ditemukan ketika seseorang kembali menonton media yang sudah dikenalnya. Konten yang familiar dapat menjadi sumber kestabilan ketika situasi di sekitar terasa lebih sulit diprediksi.

Penelitian mengenai pengalaman menonton film juga menunjukkan bahwa berbagai bentuk kepuasan emosional, seperti kesenangan, sensasi, pelepasan emosi, keterlibatan dengan karakter, dan pengalaman kontemplatif, berhubungan dengan ketertarikan seseorang terhadap film dan keinginan untuk menontonnya kembali.

Jadi, ketika seseorang kembali memutar film komedi favorit setelah hari yang melelahkan, misalnya, bisa saja yang dicari bukan lagi kejutan dari ceritanya. Yang dicari justru pengalaman emosional yang sudah terbukti terasa menyenangkan.

3. Mengurangi Ketidakpastian karena Sudah Tahu Jalan Ceritanya

Film baru membuat penonton harus terus mengikuti cerita dan menebak apa yang akan terjadi berikutnya. Sebaliknya, film yang sudah pernah ditonton memberikan pengalaman yang jauh lebih dapat diprediksi.

Kraft, Ph.D., menjelaskan bahwa mengetahui apa yang akan terjadi dapat memberikan rasa keteraturan dan keamanan. Dalam kondisi ketika kehidupan terasa kurang terkendali, cerita yang sudah diketahui akhirnya dapat menjadi pilihan yang terasa lebih nyaman.

Chivonna Childs, Ph.D., juga memberikan penjelasan serupa mengenai comfort shows. Ia menyebut bahwa mengetahui apa yang akan terjadi di akhir cerita menjadi salah satu alasan orang dengan kecemasan dapat menyukai tontonan yang sama berulang kali. Namun, hal ini tidak berarti setiap orang yang suka mengulang film pasti mengalami kecemasan.

Artinya, ada perbedaan antara mengatakan "film familiar memberikan kepastian" dan menyimpulkan "orang yang suka rewatch pasti cemas." Yang pertama memiliki dasar psikologis, sedangkan yang kedua terlalu jauh untuk dijadikan kesimpulan.

4. Menghidupkan Kembali Kenangan dan Rasa Nostalgia

Film tertentu terkadang melekat dengan periode tertentu dalam kehidupan seseorang. Sebuah film mungkin mengingatkan pada masa sekolah, keluarga, teman, pasangan, perjalanan, atau masa ketika kehidupan terasa berbeda.

Dalam pembahasan psikologi mengenai nostalgia, menonton kembali media lama dapat menghubungkan seseorang dengan pengalaman masa lalu yang memiliki makna emosional. Robert N. Kraft, Ph.D., menjelaskan bahwa film lama dapat membawa kembali bukan hanya cerita di layar, tetapi juga kenangan pribadi yang berkaitan dengan film tersebut.

Psikolog Danya Braunstein juga menjelaskan kepada ABC News bahwa nostalgia sering berkaitan dengan hubungan, kenangan, tempat, dan periode kehidupan yang dianggap bermakna. Mengingat kembali pengalaman tersebut dapat memberikan efek yang menstabilkan secara emosional.

Itulah sebabnya sebuah film mungkin terasa jauh lebih istimewa bagi seseorang dibandingkan bagi penonton lain. Bukan hanya karena kualitas filmnya, tetapi karena film tersebut sudah menjadi bagian dari cerita hidup penontonnya.

5. Tidak Perlu Mengeluarkan Banyak Energi untuk Mengikuti Cerita

Menonton film baru membutuhkan perhatian lebih besar. Penonton harus mengenali karakter, memahami konflik, mengikuti perubahan cerita, dan menyimpan berbagai informasi agar tidak kehilangan alur.

Ketika film sudah sangat familiar, sebagian pekerjaan tersebut tidak lagi terasa berat. Penonton sudah mengetahui karakter dan jalan ceritanya sehingga dapat lebih santai ketika menonton.

Kraft, Ph.D., menyebut fenomena ini sebagai salah satu daya tarik cerita familiar: pikiran dapat lebih rileks karena tidak perlu bekerja sekeras ketika menghadapi cerita yang sama sekali baru.

Kajian terbaru tentang reconsumption juga menyebut bahwa narasi yang sudah dikenal lebih mudah diantisipasi dan dipahami. Karena itu, tontonan lama dapat memberikan pengalaman menyenangkan dengan tuntutan kognitif yang relatif lebih ringan.

Ini pula yang menjelaskan mengapa seseorang mungkin memilih film lama ketika sedang makan, beristirahat, atau ingin tidur daripada mencoba mencari tontonan baru selama berjam-jam.

6. Bisa Menemukan Detail yang Dulu Terlewat

Menonton film untuk pertama kali biasanya membuat perhatian lebih banyak tertuju pada pertanyaan sederhana: "Apa yang akan terjadi selanjutnya?" Setelah mengetahui keseluruhan cerita, perhatian dapat dialihkan pada detail lain.

Seseorang mungkin baru menyadari dialog tertentu, ekspresi karakter, simbol, musik, hubungan antarkarakter, atau petunjuk kecil yang sebelumnya tidak diperhatikan.

Kajian mengenai volitional reconsumption menunjukkan bahwa paparan berulang tidak selalu membuat pengalaman menjadi membosankan. Sebaliknya, pengulangan dapat menghasilkan apresiasi yang lebih dalam terhadap cerita karena penonton sudah memiliki pemahaman mengenai struktur dan alurnya.

Jadi, menonton ulang tidak selalu berarti sekadar mencari kenyamanan. Ada pula orang yang memang menikmati kesempatan untuk melihat lapisan cerita yang berbeda setelah mengetahui keseluruhan alurnya.

7. Film Tertentu Bisa Menjadi Cara untuk Merasa Lebih Terkendali

Ada alasan lain yang cukup menarik, yaitu rasa memiliki kendali terhadap pengalaman yang akan dijalani. Ketika menonton film baru, penonton tidak tahu apakah ending-nya akan memuaskan, menyedihkan, mengecewakan, atau justru membuat penasaran.

Pada film yang sudah dikenal, semua itu sudah diketahui. Seseorang dapat memilih cerita tertentu sesuai dengan pengalaman emosional yang ingin dirasakan.

Kraft, Ph.D., menjelaskan bahwa menonton ulang memungkinkan seseorang mengendalikan cerita yang ingin dialami, karakter yang ingin ditemui, emosi yang ingin dirasakan, hingga ending yang sudah diketahui.

Kajian psikologi terbaru juga menempatkan rasa nyaman, prediktabilitas, dan kebutuhan emosional sebagai beberapa alasan penting di balik keputusan seseorang untuk kembali pada media yang sudah familiar.

Karena itu, memilih film yang sama berkali-kali tidak otomatis menunjukkan seseorang malas mencari tontonan baru. Bisa jadi ia memang sedang memilih pengalaman yang sudah terbukti memberikan rasa nyaman atau kepuasan tertentu.

8. Pertanyaan & Jawaban Seputar Alasan Seseorang Suka Menonton Film yang Sama Berulang Kali

1. Apakah suka menonton film yang sama berulang kali merupakan kebiasaan yang normal?

Ya. Menonton kembali film atau serial yang disukai merupakan kebiasaan yang cukup umum. Seseorang bisa melakukannya karena merasa nyaman dengan cerita yang sudah dikenal, ingin bernostalgia, atau sekadar menikmati kembali pengalaman emosional yang pernah dirasakan.

2. Apakah menonton film yang sama berulang kali berarti seseorang sedang mengalami masalah psikologis?

Tidak selalu. Kebiasaan tersebut tidak bisa digunakan sebagai tanda untuk mendiagnosis masalah psikologis tertentu. Selama tidak mengganggu aktivitas, pekerjaan, hubungan sosial, atau kehidupan sehari-hari, menonton ulang film favorit umumnya hanya merupakan salah satu pilihan hiburan.

3. Mengapa film yang sudah diketahui ending-nya tetap menyenangkan untuk ditonton?

Karena daya tarik film tidak hanya berasal dari rasa penasaran terhadap ending. Ketika alur sudah diketahui, seseorang dapat lebih menikmati karakter, dialog, musik, suasana, atau emosi yang muncul tanpa harus memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya.

4. Apakah menonton film yang sama bisa membuat seseorang merasa lebih tenang?

Bisa. Cerita yang familiar memberikan tingkat kepastian yang lebih tinggi dibandingkan tontonan baru. Bagi sebagian orang, mengetahui karakter, konflik, dan akhir cerita dapat menciptakan pengalaman yang terasa aman dan menenangkan, terutama ketika sedang lelah atau menghadapi banyak ketidakpastian.

5. Apa hubungan menonton film berulang kali dengan nostalgia?

Film dapat terhubung dengan kenangan tertentu dalam kehidupan seseorang. Ketika film tersebut ditonton kembali, bukan hanya ceritanya yang diingat, tetapi juga pengalaman, orang, tempat, atau suasana pada masa ketika film itu pertama kali ditonton. Inilah yang dapat membuat tontonan lama terasa memiliki nilai emosional.

(kpl/iya)

Rekomendasi

Trending