7 Tanaman Hias yang Sensitif terhadap Air Keran, Wajib Tahu Sebelum Menyiram
Tanaman Hias yang Sensitif terhadap Air Keran. (White.Rainforest/Unsplash)
Kapanlagi.com - Tidak semua tanaman hias bisa disiram dengan air keran biasa tanpa risiko. Sejumlah tanaman hias yang sensitif terhadap air keran justru menunjukkan reaksi berupa ujung daun kering dan berubah warna kecoklatan setelah disiram berulang kali dengan sumber air yang sama. Kondisi ini sering disalahartikan sebagai penyakit atau kekurangan pupuk oleh pemilik tanaman.
Kandungan klorin dan fluorida yang ditambahkan pada proses pengolahan air minum memang aman bagi manusia, tetapi tidak demikian bagi sebagian tanaman. Senyawa tersebut menumpuk secara perlahan di jaringan daun setiap kali penyiraman dilakukan, hingga akhirnya memunculkan bercak kering di tepi maupun ujung helai daun yang sulit pulih seperti semula.
Berikut ini adalah tujuh tanaman hias yang sensitif terhadap air keran yang dirangkum oleh KapanLagi dari berbagai sumber, Jumat (11/9/2026). Simak daftar lengkapnya berikut ini agar penyiraman harian tidak lagi berisiko merusak tanaman kesayangan.
Advertisement
1. Lili Paris
Lili paris atau Chlorophytum comosum dikenal luas sebagai tanaman hias yang mudah dirawat, dengan daun panjang berjuntai berwarna hijau bergaris putih. Meski tergolong tahan banting, tanaman ini punya satu kelemahan tersembunyi, yaitu kepekaan terhadap fluorida yang umum ditemukan pada air ledeng perkotaan.
Menurut ClassyPlants, lili paris memang tergolong tanaman yang peka terhadap kandungan fluorida pada air keran. Fluorida menumpuk perlahan di jaringan daun setelah penyiraman berulang, lalu muncul sebagai garis kecoklatan yang dimulai dari ujung daun dan meluas ke arah pangkal.
Solusi paling praktis adalah mengganti sumber air dengan air suling, air hujan, atau air keran yang sudah didiamkan semalaman dalam wadah terbuka. Bagian daun yang sudah kecoklatan tidak akan kembali hijau, sehingga pemangkasan hanya berfungsi memperbaiki tampilan, bukan menyembuhkan jaringan yang sudah rusak.
2. Calathea
Calathea populer karena corak daunnya yang unik dan gerakan daun yang naik turun mengikuti pergantian siang dan malam. Di balik penampilannya yang menarik, calathea termasuk tanaman tropis yang tumbuh alami di lantai hutan hujan dengan pasokan air murni dari alam.
Seperti dikutip dari Plant Care Club, kandungan fluorida dan klorin pada air keran menjadi penyebab utama munculnya tepi daun kering dan rapuh pada tanaman ini. Kerusakan biasanya dimulai dari pinggir daun sebelum meluas dan mengubah tampilan keseluruhan tanaman menjadi kurang segar.
Perawatan yang disarankan meliputi penggunaan air suling, air hujan, atau air hasil penyaringan dengan sistem reverse osmosis. Mendiamkan air keran semalaman hanya membantu mengurangi klorin, sementara fluorida tetap tertinggal dan terus terbawa masuk ke jaringan tanaman setiap kali disiram.
3. Peace Lily
Peace lily dikenal dengan daun hijau mengilap dan bunga putih yang tumbuh menjulang di antara rimbunan daun. Tanaman asal hutan tropis ini banyak dipilih untuk mempercantik ruang tamu maupun ruang kerja karena perawatannya yang relatif sederhana.
Berdasarkan catatan Plant Scryer, peace lily termasuk tanaman yang benar-benar peka terhadap kandungan fluorida pada air keran. Fluorida tidak menguap dan terus mengendap di dalam media tanam, lalu terkumpul di ujung daun hingga jaringan di bagian itu mati dan mengering.
Pemilik peace lily disarankan beralih ke air suling, air hujan, atau air hasil penyaringan reverse osmosis untuk mencegah kerusakan berulang. Penyiraman dengan takaran yang konsisten dan kelembapan udara yang cukup juga membantu menjaga daun tetap segar dalam jangka panjang.
4. Anggrek
Anggrek menempati posisi istimewa di antara tanaman hias karena bunganya yang tahan lama dan bentuknya yang beragam. Meski terlihat kokoh, sistem akar anggrek sebenarnya cukup sensitif terhadap perubahan kualitas air, termasuk kandungan kimia yang biasa ditambahkan pada air ledeng.
Mengutip penjelasan Freeplantscare, air keran membawa klorin, kloramin, dan fluorida yang dapat mengganggu akar anggrek apabila terpapar secara berulang. Gangguan ini kerap muncul sebagai akar yang menghitam atau daun yang menguning tanpa sebab yang jelas bagi pemiliknya.
Air hujan menjadi pilihan terbaik untuk anggrek karena tingkat keasamannya sesuai kebutuhan tanaman dan bebas dari bahan kimia pengolahan air. Air suling juga bisa menjadi alternatif, terutama bagi pemilik anggrek yang tinggal di wilayah dengan pasokan air ledeng bertekanan tinggi.
5. Never-Never Plant
Never-never plant atau Ctenanthe masih satu kerabat dengan calathea dan sama-sama berasal dari hutan tropis Brasil. Daunnya bercorak garis-garis hijau tua dan hijau muda yang tersusun rapi, menjadikannya incaran para pencinta tanaman hias indoor.
Sebagaimana diungkapkan Garden Betty, tanaman ini tidak selalu merespons baik terhadap keberadaan fluorida, klorin, kloramin, dan berbagai mineral pada air keran. Paparan berulang membuat kandungan tersebut menumpuk di media tanam dan berujung pada munculnya bercak serta ujung daun yang mengering.
Penyiraman dengan air suling atau air keran yang sudah didiamkan semalaman dapat mengurangi risiko kerusakan pada daun never-never plant. Membersihkan media tanam secara berkala dengan air bersih juga membantu mengeluarkan sisa mineral yang telah mengendap di dalam pot.
6. Lucky Bamboo
Lucky bamboo sebenarnya bukan bambu sejati, melainkan Dracaena sanderiana yang biasa ditanam dalam vas berisi air dan bebatuan kecil. Bentuknya yang ramping dan cara tanamnya yang praktis membuat lucky bamboo populer sebagai penghias meja kerja maupun ruang tamu.
Menurut situs Plant My Home, lucky bamboo peka terhadap klorin, kloramin, dan fluorida yang terkandung dalam air keran. Karena akarnya terendam langsung di dalam air tanpa media tanam sebagai penyangga, dampak dari kandungan kimia tersebut biasanya muncul lebih cepat dibanding tanaman yang ditanam di dalam pot berisi tanah.
Mengganti air vas secara rutin dengan air suling atau air hujan menjadi cara paling efektif menjaga batang dan daun lucky bamboo tetap hijau. Daun yang telanjur menguning atau mengering di ujung tidak dapat pulih, sehingga pencegahan lebih penting dibanding perbaikan.
7. Prayer Plant
Prayer plant atau Maranta leuconeura mendapat julukannya karena daunnya yang menutup ke atas pada malam hari seperti tangan yang sedang berdoa. Pola urat daun yang khas menjadikan tanaman ini favorit di kalangan pencinta tanaman hias yang menyukai corak unik.
Seperti disebutkan oleh Blooming Expert, prayer plant tergolong tanaman yang tidak biasa dalam hal kepekaannya terhadap fluorida pada air keran, sejajar dengan lili paris dan lucky bamboo. Kerusakan pada daun biasanya tampak seperti bercak kering berwarna kuning kecoklatan yang mudah disalahartikan sebagai serangan jamur.
Penggunaan air suling, air hujan, atau air keran yang sudah didiamkan semalaman membantu mengurangi risiko kerusakan pada prayer plant. Menjaga kelembapan udara tetap tinggi turut mendukung daun tumbuh sehat tanpa bercak kering di bagian tepi maupun ujungnya.
8. Tanya Jawab Seputar Tanaman Hias yang Sensitif terhadap Air Keran
Apa penyebab utama daun tanaman hias menguning atau mengering setelah disiram air keran? Penyebab utamanya adalah kandungan klorin dan fluorida pada air ledeng yang menumpuk di jaringan daun setelah penyiraman berulang, sehingga muncul bercak kering di ujung maupun tepi daun.
Apakah air keran yang didiamkan semalaman aman untuk semua tanaman hias yang sensitif? Mendiamkan air keran semalaman hanya mengurangi kadar klorin, sedangkan fluorida tetap tertinggal di dalam air, sehingga cara ini belum sepenuhnya menghilangkan risiko kerusakan pada tanaman yang peka.
Air apa yang paling aman digunakan untuk menyiram tanaman hias yang sensitif terhadap air keran? Air hujan dan air suling menjadi pilihan paling aman karena bebas dari klorin, fluorida, dan mineral tambahan yang biasa terkandung dalam air ledeng perkotaan.
Apakah daun yang sudah kecoklatan pada tanaman hias bisa kembali hijau? Jaringan daun yang sudah mati dan mengering tidak dapat pulih kembali, sehingga pemangkasan hanya memperbaiki tampilan sementara pertumbuhan daun baru bergantung pada perbaikan sumber air.
Bagaimana cara mengetahui tanaman hias di rumah mengalami kerusakan akibat air keran? Tanda paling umum adalah munculnya bercak kering berwarna kecoklatan yang dimulai dari ujung daun, sementara bagian daun lainnya tetap tampak sehat dan berwarna hijau segar.
(kpl/bim)
Advertisement
D Academy 8
-
Dangdut Academy Selfi Yamma Ciptakan Lagu 'Permainan Cintamu' untuk Rani Zamala
-
Dangdut Academy Mila DA7 dan Valen DA7, Tampil Kompak Ala Barbie & Ken di DA8
