Apa Arti Fauna: Pengertian, Jenis, dan Persebarannya di Indonesia

Apa Arti Fauna: Pengertian, Jenis, dan Persebarannya di Indonesia
apa arti fauna

Kapanlagi.com - Fauna merupakan istilah yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika membahas tentang keanekaragaman hayati. Apa arti fauna secara sederhana adalah hewan atau segala jenis hewan yang hidup di muka bumi ini.

Kata fauna berasal dari bahasa Latin yang memiliki arti "alam hewan". Dalam mitologi Romawi, fauna merujuk pada dewi kesuburan dan pelindung hewan yang menjadi bagian penting dari ekosistem bumi.

Pemahaman tentang apa arti fauna menjadi penting karena fauna memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Menurut Australian Museum, fauna adalah seluruh kehidupan hewan yang ada di wilayah atau periode waktu tertentu, yang bersama dengan flora membentuk biota suatu daerah.

1. Pengertian Fauna Menurut Para Ahli

Pengertian Fauna Menurut Para Ahli (c) Ilustrasi AI

Untuk memahami apa arti fauna secara mendalam, kita perlu melihat definisi dari berbagai sumber otoritatif. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), fauna adalah seluruh kehidupan jenis hewan pada suatu habitat, daerah, atau strata geologi tertentu.

Fauna mencakup semua jenis hewan yang hidup di berbagai habitat, mulai dari darat, laut, hingga udara. Setiap wilayah geografis memiliki karakteristik fauna yang berbeda-beda, tergantung pada kondisi iklim, topografi, dan faktor lingkungan lainnya. Hal ini menyebabkan adanya fauna endemik, yaitu hewan yang hanya dapat ditemukan di daerah tertentu saja.

Dalam konteks yang lebih luas, fauna dapat dibedakan berdasarkan ukuran dan habitatnya. Terdapat mikrofauna yang merupakan hewan mikroskopis, makrofauna yang berukuran lebih besar, hingga megafauna yang mencakup hewan-hewan berukuran besar. Klasifikasi ini membantu para ilmuwan dalam mempelajari dan memahami keanekaragaman hayati di berbagai wilayah.

Melansir dari Merriam-Webster Dictionary, fauna didefinisikan sebagai kehidupan hewan dari suatu wilayah atau periode geologis tertentu. Definisi ini menekankan bahwa fauna tidak hanya mencakup hewan yang hidup saat ini, tetapi juga hewan-hewan yang pernah hidup di masa lampau.

2. Jenis-Jenis Fauna Berdasarkan Habitat

Jenis-Jenis Fauna Berdasarkan Habitat (c) Ilustrasi AI

Pemahaman tentang apa arti fauna akan lebih lengkap jika kita mengetahui berbagai jenisnya. Fauna dapat diklasifikasikan berdasarkan habitat tempat tinggalnya, yang masing-masing memiliki karakteristik dan adaptasi yang unik.

  1. Fauna Darat - Mencakup semua hewan yang hidup di daratan, seperti mamalia, reptil, dan serangga. Fauna darat memiliki adaptasi khusus untuk bertahan hidup di lingkungan terestrial dengan berbagai kondisi iklim dan topografi.
  2. Fauna Laut - Terdiri dari hewan-hewan yang hidup di perairan laut, mulai dari ikan, mamalia laut, hingga invertebrata laut. Fauna laut memiliki sistem pernapasan dan adaptasi khusus untuk hidup di lingkungan air asin.
  3. Fauna Air Tawar - Meliputi hewan-hewan yang hidup di sungai, danau, dan perairan tawar lainnya. Mereka memiliki adaptasi yang berbeda dengan fauna laut karena perbedaan kadar garam dalam air.
  4. Fauna Udara - Terutama terdiri dari burung dan serangga terbang yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di udara. Mereka memiliki struktur tubuh yang memungkinkan untuk terbang dan beradaptasi dengan kehidupan di udara.
  5. Fauna Bawah Tanah - Mencakup hewan-hewan yang hidup di dalam tanah atau gua, seperti cacing tanah dan beberapa jenis mamalia kecil. Mereka memiliki adaptasi khusus untuk hidup dalam kondisi gelap dan terbatas oksigen.

Setiap jenis fauna memiliki peran penting dalam ekosistemnya masing-masing. Mereka saling berinteraksi dan bergantung satu sama lain dalam rantai makanan dan siklus kehidupan. Menurut data dari Australian Museum, sekitar 83% mamalia, 89% reptil, dan 93% amfibi yang hidup di Australia merupakan fauna asli benua tersebut.

3. Persebaran Fauna di Indonesia

Persebaran Fauna di Indonesia (c) Ilustrasi AI

Indonesia memiliki keanekaragaman fauna yang luar biasa karena posisi geografisnya yang strategis. Untuk memahami apa arti fauna dalam konteks Indonesia, kita perlu mengetahui pembagian wilayah persebaran fauna di nusantara yang terbagi menjadi tiga zona utama.

Fauna Asiatis tersebar di wilayah Indonesia bagian barat, meliputi Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan. Fauna di wilayah ini memiliki kemiripan dengan fauna yang ada di benua Asia. Contoh fauna Asiatis antara lain gajah, harimau, badak bercula satu, orang utan, dan berbagai jenis primata lainnya. Karakteristik utama fauna Asiatis adalah adanya mamalia berukuran besar dan tidak ditemukan hewan berkantung.

Fauna Australis berada di wilayah Indonesia bagian timur, terutama Papua dan pulau-pulau sekitarnya. Fauna di wilayah ini memiliki kemiripan dengan fauna Australia, seperti kanguru pohon, burung cendrawasih, dan kuskus. Ciri khas fauna Australis adalah adanya hewan berkantung dan burung dengan bulu yang indah dan berwarna mencolok.

Fauna Peralihan atau fauna Wallace berada di wilayah tengah Indonesia, meliputi Sulawesi, Maluku, dan Nusa Tenggara. Fauna di wilayah ini merupakan campuran antara fauna Asiatis dan Australis, dengan beberapa spesies endemik seperti komodo, anoa, dan babirusa. Wilayah ini menjadi zona transisi yang unik dengan keanekaragaman hayati yang tinggi.

Melansir dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, persebaran fauna di Indonesia sangat dipengaruhi oleh faktor iklim, topografi, dan sejarah geologis. Pemisahan wilayah oleh selat dan laut menyebabkan evolusi fauna yang berbeda di setiap wilayah, menciptakan keanekaragaman yang luar biasa.

4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persebaran Fauna

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persebaran Fauna (c) Ilustrasi AI

Memahami apa arti fauna tidak lepas dari faktor-faktor yang mempengaruhi persebarannya di muka bumi. Terdapat beberapa faktor utama yang menentukan jenis dan jumlah fauna di suatu wilayah.

Faktor Iklim merupakan faktor paling dominan yang mempengaruhi persebaran fauna. Suhu, kelembaban, curah hujan, dan intensitas sinar matahari sangat menentukan jenis fauna yang dapat bertahan hidup di suatu wilayah. Daerah dengan iklim ekstrem seperti kutub atau gurun memiliki keanekaragaman fauna yang lebih rendah dibandingkan daerah tropis.

Faktor Topografi juga berperan penting dalam persebaran fauna. Ketinggian tempat, kemiringan lereng, dan bentuk permukaan bumi mempengaruhi suhu dan kondisi lingkungan yang pada akhirnya menentukan jenis fauna yang dapat hidup di daerah tersebut. Fauna di dataran tinggi umumnya berbeda dengan fauna di dataran rendah.

Faktor Edafik atau kondisi tanah mempengaruhi ketersediaan makanan bagi fauna. Tanah yang subur mendukung pertumbuhan vegetasi yang lebih baik, sehingga dapat menopang kehidupan fauna yang lebih beragam. Tekstur, struktur, dan kandungan nutrisi tanah menjadi faktor penentu dalam rantai makanan.

Faktor Biotik meliputi interaksi antar makhluk hidup, termasuk kompetisi, predasi, dan simbiosis. Keberadaan predator, ketersediaan mangsa, dan kompetisi dengan spesies lain mempengaruhi distribusi dan populasi fauna di suatu wilayah. Aktivitas manusia juga termasuk dalam faktor biotik yang semakin berpengaruh terhadap persebaran fauna.

5. Peran dan Manfaat Fauna dalam Ekosistem

Peran dan Manfaat Fauna dalam Ekosistem (c) Ilustrasi AI

Untuk benar-benar memahami apa arti fauna, kita perlu mengetahui peran pentingnya dalam ekosistem. Fauna memiliki berbagai fungsi vital yang menjaga keseimbangan alam dan mendukung kehidupan di bumi.

Fauna berperan sebagai pengendali populasi dalam rantai makanan. Predator membantu mengontrol populasi herbivora, sementara herbivora membantu mengontrol pertumbuhan vegetasi. Keseimbangan ini penting untuk menjaga stabilitas ekosistem dan mencegah dominasi satu spesies yang dapat merusak lingkungan.

Banyak fauna yang berperan sebagai penyerbuk tanaman, terutama serangga seperti lebah dan kupu-kupu. Proses penyerbukan ini sangat penting untuk reproduksi tanaman dan produksi buah-buahan yang menjadi sumber makanan bagi manusia dan hewan lainnya. Tanpa fauna penyerbuk, banyak spesies tanaman akan punah.

Fauna juga berperan dalam penyebaran biji tanaman. Burung dan mamalia sering memakan buah-buahan dan menyebarkan bijinya ke tempat lain melalui kotorannya. Proses ini membantu regenerasi hutan dan penyebaran spesies tanaman ke wilayah baru.

Dalam konteks ekonomi, fauna memberikan manfaat langsung bagi manusia sebagai sumber protein hewani, bahan sandang, dan obat-obatan tradisional. Industri perikanan, peternakan, dan ekowisata sangat bergantung pada keanekaragaman fauna. Melansir dari berbagai sumber, nilai ekonomi fauna global mencapai triliunan rupiah setiap tahunnya.

6. FAQ (Frequently Asked Questions)

FAQ (Frequently Asked Questions) (c) Ilustrasi AI

Apa perbedaan antara fauna dan flora?

Fauna adalah istilah untuk menyebut semua jenis hewan yang hidup di suatu wilayah, sedangkan flora adalah istilah untuk menyebut semua jenis tumbuhan. Keduanya bersama-sama membentuk biota suatu ekosistem dan saling bergantung dalam menjaga keseimbangan alam.

Mengapa Indonesia memiliki keanekaragaman fauna yang tinggi?

Indonesia memiliki keanekaragaman fauna yang tinggi karena posisi geografisnya yang berada di antara dua benua dan dua samudra, iklim tropis yang mendukung kehidupan beragam spesies, serta kondisi geologis yang menciptakan berbagai habitat unik di ribuan pulau yang ada.

Apa yang dimaksud dengan fauna endemik?

Fauna endemik adalah jenis hewan yang hanya dapat ditemukan di wilayah geografis tertentu dan tidak ada di tempat lain di dunia. Contoh fauna endemik Indonesia adalah komodo di Pulau Komodo, orang utan di Sumatera dan Kalimantan, serta burung cendrawasih di Papua.

Bagaimana cara melestarikan fauna?

Pelestarian fauna dapat dilakukan melalui berbagai cara seperti pembentukan kawasan konservasi, penegakan hukum terhadap perburuan liar, program penangkaran, restorasi habitat, edukasi masyarakat, dan pengembangan ekowisata yang berkelanjutan.

Apa faktor utama yang mengancam kelestarian fauna?

Faktor utama yang mengancam kelestarian fauna adalah perusakan habitat akibat deforestasi, perburuan liar, perdagangan ilegal, polusi lingkungan, perubahan iklim, dan konflik antara manusia dengan satwa liar akibat perluasan pemukiman dan aktivitas ekonomi.

Mengapa fauna penting bagi kehidupan manusia?

Fauna penting bagi kehidupan manusia karena berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem, menyediakan sumber protein hewani, membantu penyerbukan tanaman, mengontrol hama, menyediakan bahan obat-obatan, dan memberikan nilai ekonomi melalui industri perikanan, peternakan, dan pariwisata.

Apa yang terjadi jika suatu spesies fauna punah?

Kepunahan suatu spesies fauna dapat mengganggu keseimbangan ekosistem karena setiap spesies memiliki peran khusus dalam rantai makanan. Hilangnya satu spesies dapat mempengaruhi spesies lain, baik sebagai predator, mangsa, atau partner simbiosis, yang pada akhirnya dapat merusak stabilitas seluruh ekosistem.

(kpl/fds)

Rekomendasi
Trending