Apa Arti Jari Tengah: Sejarah dan Makna Gestur Kontroversial
apa arti jari tengah
Kapanlagi.com - Gestur mengacungkan jari tengah merupakan salah satu isyarat yang paling kontroversial dan dikenal luas di seluruh dunia. Apa arti jari tengah sebenarnya telah menjadi pertanyaan yang sering muncul mengingat dampak emosional yang ditimbulkannya.
Dalam budaya Barat, mengacungkan jari tengah dianggap sebagai gestur tak senonoh yang menyampaikan pesan penghinaan tingkat menengah hingga ekstrem. Isyarat ini kurang lebih sepadan dengan ungkapan kasar seperti "fuck you" atau "go fuck yourself" dalam bahasa Inggris.
Menurut Wikipedia, gestur ini dibuat dengan menunjukkan bagian belakang telapak tangan dengan jari tengah yang teracung ke atas, dan dipandang sebagai simbol penghinaan dalam beberapa kebudayaan, terutama di Dunia Barat. Meskipun biasa dipakai untuk menghina, terkadang isyarat ini juga digunakan secara bergurau atau main-main.
Advertisement
1. Pengertian dan Definisi Jari Tengah sebagai Gestur
Apa arti jari tengah dalam konteks gestur dapat dipahami sebagai bentuk komunikasi nonverbal yang mengandung makna penghinaan atau ketidaksenangan. Secara anatomis, jari tengah adalah jari ketiga pada tangan manusia yang terletak antara jari telunjuk dan jari manis, biasanya merupakan jari paling panjang.
Dalam konteks isyarat, mengacungkan jari tengah melibatkan gerakan meluruskan jari tengah sendirian sambil melipat jari-jari lainnya. Gestur ini dikenal dengan berbagai sebutan dalam bahasa Inggris seperti "flipping the bird", "flipping someone off", atau "giving the finger".
Ahli antropologi Inggris Desmond Morris dalam wawancara dengan BBC tahun 2012 menjelaskan bahwa jari tengah di zaman Yunani kuno adalah perlambang phallus atau penis. "Ini adalah gestur penghinaan yang paling kuno yang pernah ada," kata Morris. "Jari tengah adalah penis dan jari-jari yang terlipat lainnya adalah testis."
Secara psikologis, menurut penelitian dari University of California, Irvine, gestur seperti ini merupakan cara untuk mengekspresikan kemarahan atau ketidaksenangan secara nonverbal. Dalam komunikasi nonverbal, isyarat semacam ini lebih cepat dan terkadang lebih efektif dibandingkan kata-kata karena mampu menyampaikan emosi intens dalam waktu singkat.
2. Sejarah dan Asal Usul Gestur Jari Tengah
Riwayat gestur jari tengah dapat ditelusuri hingga zaman Yunani Kuno dan Romawi Kuno. Menurut sejarawan klasik seperti Desmond Morris, gestur ini pertama kali tercatat di Yunani Kuno dengan sebutan katapygon, yang dalam budaya Yunani dianggap sebagai representasi dari falus.
1. Era Yunani Kuno
Di zaman Yunani kuno, jari tengah melambangkan kekuatan seksual sekaligus ejekan terhadap penerima gerakan ini. Diogenes Laertius, penulis biografi filsuf Yunani di abad ke-3, terkenal sering melontarkan gestur ini. Konon, dia selalu memberi gestur jari tengah ketika politisi Demonsthenes berorasi, kemudian berteriak "itu dia demagog Athena!"
2. Masa Romawi Kuno
Bangsa Romawi mengadopsi gestur ini dan menyebutnya sebagai digitus impudicus atau "jari tidak senonoh" atau "jari hina". Para Romawi menganggap isyarat ini sebagai simbol penghinaan yang merepresentasikan penis tegak, mengekspresikan kekuatan maskulinitas dan penghinaan terhadap orang yang ditunjukkan.
3. Perkembangan di Abad Pertengahan
Setelah jatuhnya Kekaisaran Romawi, penggunaan simbol jari tengah tidak hilang begitu saja. Dalam budaya Eropa abad pertengahan, simbol tersebut mengalami penyebaran yang lebih terbatas namun tetap digunakan sebagai bentuk ejekan.
4. Mitos Perang Seratus Tahun
Salah satu mitos yang sering muncul adalah penggunaan jari tengah oleh para pemanah Inggris selama Perang Seratus Tahun. Menurut cerita ini, pemanah Inggris yang tertangkap sering dipotong jarinya agar tidak bisa menarik busur. Sebagai ejekan, pemanah yang masih memiliki jari tengah akan mengacungkannya kepada lawan.
5. Era Modern
Di Amerika Serikat, salah satu kasus terkenal terjadi pada tahun 1886 ketika pemain bisbol Charles Radbourn terekam menggunakan gestur jari tengah dalam foto tim, menandai penggunaan yang terdokumentasi di ranah olahraga.
3. Makna Jari Tengah dalam Berbagai Budaya
Apa arti jari tengah ternyata bervariasi tergantung pada konteks budaya dan geografis. Pemahaman tentang makna gestur ini sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman dalam komunikasi lintas budaya.
1. Budaya Barat (Amerika dan Eropa)
Di negara-negara Barat seperti Amerika Serikat dan Eropa, gestur jari tengah memiliki arti yang jelas sebagai penghinaan. Mengacungkan jari tengah dapat dianggap sebagai ajakan berkelahi atau tindakan yang sangat tidak sopan.
2. Budaya Asia Timur
Di beberapa negara Asia seperti Jepang dan Korea Selatan, simbol ini tidak memiliki konotasi negatif yang sama kuat. Dalam budaya Jepang, isyarat jari tengah bahkan digunakan untuk merujuk pada saudara laki-laki dan tidak memiliki arti negatif.
3. Timur Tengah
Di Uni Emirat Arab dan negara-negara Timur Tengah lainnya, penggunaan simbol ini dianggap pelanggaran serius dan bisa berujung pada hukuman berat.
4. Variasi Gestur Serupa
Morris menjelaskan bahwa di Prancis ada gestur bras d'honneur atau salam lengan, sementara di Inggris ada "salam dua jari" menggunakan jari telunjuk dan tengah membentuk huruf "V" dengan punggung tangan menghadap depan.
5. Konteks Kontemporer
Dalam budaya pop modern, gestur jari tengah juga menjadi simbol pemberontakan. Musisi seperti Madonna dan Johnny Cash sering menggunakan isyarat ini sebagai tanda pemberontakan terhadap otoritas atau norma sosial.
4. Jari Tengah dalam Era Digital dan Media Sosial
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara apa arti jari tengah dipahami dan digunakan dalam komunikasi modern. Era digital membawa transformasi signifikan dalam penggunaan gestur ini.
1. Emoji dan Simbol Digital
Pada tahun 2015, Unicode Consortium secara resmi menambahkan emoji jari tengah dalam koleksi emoji global. Ini menunjukkan bagaimana gestur jari tengah telah bertransformasi menjadi simbol universal yang mudah dikenali di dunia maya.
2. Media Sosial dan Viral Content
Gestur jari tengah sering menjadi konten viral di media sosial. Kasus bocah SD di Singapura yang membuat gestur jari tengah ke kamera saat siaran langsung memicu diskusi luas tentang penggunaan gestur ini oleh anak-anak.
3. Konsekuensi Profesional
Penggunaan gestur jari tengah di media sosial dapat berdampak pada karier profesional. Banyak kasus di mana individu mengalami konsekuensi negatif setelah foto atau video mereka menggunakan gestur ini tersebar luas.
4. Konteks Hiburan dan Seni
Dalam industri hiburan, gestur jari tengah sering digunakan sebagai elemen artistik atau ekspresi kreatif. Musisi, aktor, dan seniman menggunakan gestur ini sebagai bagian dari persona atau pesan artistik mereka.
5. Edukasi Digital
Penting untuk mengedukasi generasi digital tentang makna dan konsekuensi penggunaan gestur ini dalam komunikasi online, mengingat dampak jangka panjang yang dapat ditimbulkan.
5. FAQ (Frequently Asked Questions)
Apa arti jari tengah secara umum?
Jari tengah secara umum adalah jari ketiga pada tangan manusia yang terletak di antara jari telunjuk dan jari manis. Namun dalam konteks gestur, mengacungkan jari tengah merupakan isyarat penghinaan yang menyampaikan pesan ketidaksenangan atau kemarahan terhadap seseorang.
Mengapa gestur jari tengah dianggap kasar?
Gestur jari tengah dianggap kasar karena secara historis melambangkan organ reproduksi pria dan digunakan sebagai simbol penghinaan sejak zaman Yunani dan Romawi kuno. Makna ini telah tertanam dalam budaya Barat selama berabad-abad sebagai bentuk komunikasi yang tidak sopan.
Apakah arti jari tengah sama di semua negara?
Tidak, arti jari tengah berbeda-beda di setiap negara. Di negara Barat seperti Amerika dan Eropa, gestur ini sangat ofensif. Namun di beberapa negara Asia seperti Jepang, gestur ini tidak memiliki konotasi negatif yang sama dan bahkan dapat merujuk pada saudara laki-laki.
Kapan pertama kali gestur jari tengah digunakan?
Gestur jari tengah pertama kali tercatat digunakan pada zaman Yunani Kuno, di mana disebut sebagai katapygon dan melambangkan phallus. Bangsa Romawi kemudian mengadopsi gestur ini dengan sebutan digitus impudicus atau "jari tidak senonoh".
Bisakah seseorang mendapat masalah hukum karena mengacungkan jari tengah?
Ya, di beberapa negara seperti Uni Emirat Arab dan negara Timur Tengah lainnya, mengacungkan jari tengah dapat dianggap sebagai pelanggaran hukum dan berujung pada hukuman. Di negara lain, meskipun tidak ilegal, gestur ini dapat menyebabkan masalah sosial atau profesional.
Mengapa anak-anak sering meniru gestur jari tengah?
Anak-anak sering meniru gestur jari tengah karena mereka melihat reaksi kuat dari orang dewasa terhadap gestur ini. Mereka mungkin tidak sepenuhnya memahami makna ofensifnya tetapi tertarik pada dampak emosional yang ditimbulkan. Penting bagi orang tua untuk menjelaskan mengapa gestur ini tidak pantas.
Bagaimana cara merespons jika seseorang mengacungkan jari tengah kepada kita?
Cara terbaik merespons gestur jari tengah adalah dengan tetap tenang dan tidak membalas dengan cara yang sama. Mengabaikan gestur tersebut atau menjauh dari situasi konflik lebih bijaksana daripada merespons dengan emosi atau kekerasan. Jika situasi mengancam keselamatan, sebaiknya mencari bantuan atau melaporkan kepada pihak berwenang.
(kpl/fds)
Advertisement