Apa Arti NPD: Memahami Gangguan Kepribadian Narsistik

Apa Arti NPD: Memahami Gangguan Kepribadian Narsistik
apa arti npd

Kapanlagi.com - NPD adalah singkatan dari Narcissistic Personality Disorder atau gangguan kepribadian narsistik dalam bahasa Indonesia. Kondisi ini merupakan salah satu jenis gangguan mental yang ditandai dengan pola pikir dan perilaku yang berpusat pada diri sendiri secara berlebihan.

Istilah narsistik sendiri berasal dari tokoh mitologi Yunani bernama Narkissos yang jatuh cinta pada bayangannya sendiri. Dalam konteks psikologi modern, apa arti NPD merujuk pada gangguan kepribadian kompleks yang memerlukan pemahaman mendalam dari profesional kesehatan mental.

Mengutip dari Alodokter, gangguan kepribadian narsistik adalah kondisi kesehatan mental yang ditandai dengan rasa percaya diri terlalu tinggi, sikap manipulatif, serta "haus" perhatian dan kekaguman. Banyak penderita NPD tidak menyadari kondisi yang dialaminya, sehingga sering kali membuatnya sulit untuk berhubungan baik dengan orang lain.

1. Pengertian dan Definisi NPD

Pengertian dan Definisi NPD (c) Ilustrasi AI

Untuk memahami apa arti NPD secara komprehensif, perlu diketahui bahwa gangguan ini merupakan bagian dari spektrum gangguan kepribadian yang luas. NPD ditandai oleh pola pikir, perasaan, dan perilaku yang sangat berpusat pada diri sendiri, disertai kebutuhan besar akan kekaguman orang lain serta kurangnya empati terhadap sesama.

Seseorang dengan NPD kerap memiliki citra diri yang agung atau berlebihan, namun di balik topeng tersebut sering tersembunyi rasa rapuh yang mudah terluka oleh kritik. Kondisi ini biasanya mulai terlihat di usia remaja hingga awal masa dewasa dan bisa disebabkan oleh berbagai faktor kompleks.

Melansir dari Ciputra Hospital, NPD adalah jenis gangguan mental di mana seseorang merasa dirinya lebih penting dari orang lain. Pengidapnya selalu mendambakan kekaguman dan perhatian, serta sering melebih-lebihkan prestasi yang sebenarnya merupakan hal yang biasa.

Gangguan ini bisa menyebabkan masalah dalam berbagai aspek kehidupan seperti hubungan, pekerjaan, sekolah, atau masalah keuangan. Orang dengan gangguan kepribadian narsistik cenderung kecewa dan tidak bahagia apabila mereka tidak diperlakukan istimewa atau dikagumi oleh orang lain.

2. Jenis-Jenis NPD

Jenis-Jenis NPD (c) Ilustrasi AI

Dalam memahami apa arti NPD, penting untuk mengetahui bahwa gangguan ini memiliki beberapa jenis atau bentuk yang berbeda. Setiap jenis memiliki karakteristik dan manifestasi yang unik dalam perilaku sehari-hari.

  1. Narsisme Grandiose (Terbuka) - Bentuk NPD yang paling umum dan jelas terlihat. Penderitanya terlalu fokus pada status, kekayaan, dan kekuasaan karena merasa berhak mendapatkan apa yang mereka inginkan. Mereka juga sensitif terhadap kritik dan tidak peduli seberapa kecil kritik tersebut.
  2. Narsisme Vulnerable (Terselubung) - Memiliki rasa mementingkan diri sendiri dan mendambakan kekaguman secara berlebihan, namun dengan perilaku negatif yang lebih halus dan pasif. Penderita sering melihat diri mereka sebagai korban yang menderita.
  3. Narsisme Antagonis - Ditandai dengan sifat arogan, kompetitif, dan cenderung bersaing. Sering mengeksploitasi orang lain untuk mendapatkan hal-hal yang diinginkan serta merendahkan orang lain untuk tampil dominan.
  4. Narsisme Komunal - Penderita melihat diri mereka sebagai orang yang berempati dan peduli, padahal motivasi sebenarnya adalah mendapatkan pujian dan kekaguman, bukan untuk membantu orang lain.
  5. Narsisme Ganas - Bentuk NPD yang paling parah dan berpotensi menimbulkan kekerasan. Ditandai dengan sifat mementingkan diri sendiri disertai gangguan kepribadian antisosial seperti agresi, paranoia, dan kurangnya empati.

3. Gejala dan Ciri-Ciri NPD

Gejala dan Ciri-Ciri NPD (c) Ilustrasi AI

Memahami apa arti NPD tidak lengkap tanpa mengenali gejala-gejalanya. Penderita gangguan kepribadian narsistik biasanya terlihat menawan dan karismatik pada awalnya, namun memiliki karakteristik khusus yang dapat diidentifikasi.

  1. Merasa Berhak Mendapatkan Perlakuan Istimewa - Penderita NPD merasa sedih dan kecewa ketika tidak diberi bantuan atau perlakuan spesial dari orang lain karena menganggap dirinya pantas mendapatkannya.
  2. Selalu Haus Akan Pujian - Ciri paling umum adalah kebutuhan berlebihan akan pujian atau kekaguman dari orang lain. Mereka sering menyombongkan pencapaiannya bahkan melebih-lebihkannya.
  3. Menolak Kritik dan Selalu Merasa Benar - Meski tidak menunjukkannya, penderita NPD sebenarnya sering merasa cemas dan penuh keraguan, yang ditutupi dengan menolak kritik sekecil apapun.
  4. Bersikap Manipulatif - Pada awalnya mungkin mencoba menyenangkan orang lain, namun akhirnya kepentingan diri sendiri yang diutamakan dengan menggunakan metode "tarik-ulur" untuk dominasi.
  5. Kurang Empati - Cenderung enggan memahami atau peduli terhadap perasaan orang lain, sering mengatakan atau melakukan hal-hal yang menyakiti tanpa memikirkan dampaknya.

Mengutip dari RSUD Dr. M. Haulussy Maluku, gejala lain yang dapat muncul antara lain merasa superior, mencari pujian berlebihan, perilaku manipulatif, distorsi realitas dan kebohongan, serta sulit mengakui kesalahan karena menganggap dirinya selalu benar.

4. Penyebab dan Faktor Risiko NPD

Penyebab dan Faktor Risiko NPD (c) Ilustrasi AI

Dalam memahami apa arti NPD, penting untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menyebabkan gangguan ini. Hingga saat ini, penyebab pasti dari gangguan kepribadian narsistik belum sepenuhnya dipahami, namun kombinasi beberapa faktor dapat meningkatkan risikonya.

Faktor lingkungan memainkan peran penting, terutama pola asuh yang terlalu protektif atau lalai. Orang tua yang sering mengkritik atau memuji anak secara berlebihan dapat memicu kecenderungan narsistik saat dewasa. Selain itu, faktor genetika juga berperan dimana orang tua dapat mewariskan karakter narsistik dan sifat kepribadian tertentu kepada anak.

Melansir dari Australian Government Department of Health, faktor risiko lainnya meliputi pola asuh yang tidak responsif, pujian dan pemanjaan berlebihan, kelalaian dalam pengasuhan, kritik yang ekstrem, trauma masa kecil, serta ekspektasi tidak realistis dari lingkungan.

Faktor neurobiologi juga mempengaruhi, dimana hubungan antara otak dengan perilaku dan pemikiran seseorang bisa meningkatkan risiko kecenderungan narsistik. Jika tidak mendapatkan penanganan, kondisi ini bisa membuat seseorang mengalami depresi dan kecemasan.

5. Cara Menghadapi Orang dengan NPD

Cara Menghadapi Orang dengan NPD (c) Ilustrasi AI

Setelah memahami apa arti NPD, penting untuk mengetahui cara menghadapi orang dengan gangguan ini. Berinteraksi dengan penderita NPD sering memicu rasa lelah, frustrasi, bahkan terkuras secara emosional, terutama jika mereka adalah anggota keluarga atau orang yang ditemui setiap hari.

Strategi pertama adalah menetapkan batasan yang sehat. Penting untuk diingat bahwa kita tidak bisa mengendalikan emosi orang lain, sehingga prioritaskan kesejahteraan psikologis diri sendiri. Gunakan bahasa yang positif namun tegas, hindari konfrontasi yang memicu emosi, dan sampaikan pesan secara jelas tanpa menyerang.

Hindari perdebatan yang tidak perlu karena diskusi dengan penderita NPD sering berubah menjadi ajang mempertahankan ego. Tetap tenang dan fokus pada inti komunikasi. Bangun sistem pendukung sosial dengan mengelilingi diri dengan teman atau komunitas yang suportif untuk menjaga stabilitas emosi.

  1. Kendalikan Emosi - Menghadapi orang dengan NPD tidak bisa dengan emosi tinggi. Kendalikan diri agar tetap tenang dan abaikan kata-kata bernada negatif tanpa terpancing emosi.
  2. Tetapkan Batasan Jelas - Daripada mencoba mengubah penderita NPD, tetapkan batasan yang jelas terkait perilaku mereka agar dapat menghargai perasaan dan emosi Anda.
  3. Gunakan Teknik Relaksasi - Latihan bernapas dalam, yoga, atau meditasi dapat membantu tetap tenang dan menghindari reaksi berlebihan.
  4. Jalin Hubungan dengan Energi Positif - Penting untuk memiliki hubungan erat dengan teman-teman lain yang bisa membawa energi positif sebagai penyeimbang.

6. FAQ tentang NPD

FAQ tentang NPD (c) Ilustrasi AI

Apa itu NPD dalam psikologi?

NPD adalah singkatan dari Narcissistic Personality Disorder atau gangguan kepribadian narsistik, yaitu kondisi mental yang ditandai dengan pola pikir dan perilaku berpusat pada diri sendiri secara berlebihan, kebutuhan akan pujian, dan kurangnya empati terhadap orang lain.

Apakah NPD bisa disembuhkan?

NPD sulit diobati karena penderita seringkali tidak merasa memiliki masalah. Namun, terapi psikologis seperti terapi perilaku kognitif dapat membantu mengendalikan gejala dan memperbaiki hubungan interpersonal, meskipun tidak sepenuhnya menyembuhkan kondisi ini.

Bagaimana cara mengetahui seseorang mengidap NPD?

Diagnosis NPD harus dilakukan oleh profesional kesehatan mental melalui evaluasi klinis menyeluruh. Gejala yang dapat diamati meliputi rasa superioritas berlebihan, kurang empati, mencari pujian berlebihan, menolak kritik, dan perilaku manipulatif.

Apa perbedaan NPD dengan rasa percaya diri biasa?

Rasa percaya diri yang sehat tidak mengganggu hubungan dengan orang lain dan masih memiliki empati. NPD ditandai dengan rasa superioritas yang berlebihan, kurangnya empati, dan pola perilaku yang mengganggu kehidupan sehari-hari serta hubungan interpersonal.

Apakah orang dengan NPD menyadari kondisinya?

Sebagian besar penderita NPD tidak menyadari kondisi yang dialaminya karena mereka merasa tidak memiliki masalah dan selalu merasa superior. Hal ini membuat mereka sulit diarahkan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.

Bisakah anak-anak mengalami NPD?

NPD biasanya mulai terlihat di usia remaja hingga awal masa dewasa. Pada anak-anak, yang terlihat adalah kecenderungan atau faktor risiko yang dapat berkembang menjadi NPD jika tidak ditangani dengan pola asuh yang tepat.

Apa dampak NPD terhadap kehidupan sehari-hari?

NPD dapat menyebabkan masalah dalam berbagai aspek kehidupan seperti hubungan asmara, pekerjaan, sekolah, dan keuangan. Penderita sulit menjalin hubungan yang sehat karena kurangnya empati dan kecenderungan memanfaatkan orang lain untuk kepentingan pribadi.

(kpl/fds)

Rekomendasi
Trending