Tata Cara Melakukan Puasa Arafah Lengkap dengan Niat, Keutamaan, dan Amalan Sunnah
tata cara melakukan puasa arafah (h)
Kapanlagi.com - Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan saleh di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Memahami tata cara melakukan puasa Arafah menjadi bekal penting bagi setiap Muslim yang ingin meraih pahala berlimpah pada momen istimewa ini.
Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, tepat satu hari sebelum perayaan Idul Adha. Ibadah puasa sunnah ini sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji karena memiliki keutamaan berupa penghapusan dosa selama dua tahun.
Dilansir dari Islamic Relief Worldwide, berpuasa pada Hari Arafah termasuk sunnah yang sangat kuat dan menjadi salah satu cara paling berdaya untuk meraih keberkahan serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tata cara melakukan puasa Arafah pada dasarnya sama dengan puasa sunnah lainnya, namun terdapat beberapa amalan khusus yang perlu diperhatikan agar ibadah lebih sempurna.
Advertisement
1. Pengertian Puasa Arafah dan Hukumnya dalam Islam
Puasa Arafah adalah ibadah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan hari saat jutaan jamaah haji melaksanakan wukuf di Padang Arafah, Mekah. Dinamakan puasa Arafah karena waktu pelaksanaannya selaras dengan prosesi wukuf yang menjadi puncak ibadah haji. Rasulullah SAW bahkan menegaskan kedudukan hari ini dengan bersabda, "Haji itu adalah Arafah" (HR Abu Dawud).

Mengutip IslamQA.info, puasa pada Hari Arafah hukumnya sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) bagi Muslim yang tidak sedang melaksanakan haji. Para ulama dari keempat mazhab Sunni — Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hanbali — sepakat bahwa puasa ini termasuk puasa sunnah yang paling ditekankan sepanjang tahun di luar bulan Ramadan. Bagi jamaah haji yang sedang melaksanakan wukuf, mayoritas ulama berpendapat bahwa tidak berpuasa lebih utama agar tetap kuat menjalankan rangkaian ibadah.
Hari Arafah juga memiliki signifikansi teologis yang sangat besar. Sebagaimana dikutip dari Wikipedia, pada hari inilah ayat terakhir tentang penyempurnaan agama diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW saat beliau berdiri di Padang Arafah dalam haji perpisahan. Allah SWT berfirman, "Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu" (QS Al-Maidah: 3).
Imam Ibn al-Qayyim, dikutip dari Toronto Dawah, menjelaskan alasan mengapa puasa Arafah menghapus dosa dua tahun sedangkan puasa Asyura hanya satu tahun, "Pertama, Hari Arafah berada di salah satu bulan haram, dan didahului serta diikuti oleh bulan haram, berbeda dengan Asyura. Kedua, puasa Arafah merupakan kekhususan syariat kita, sehingga pahalanya dilipatgandakan dengan keberkahan Nabi Muhammad SAW."
Baca juga: Penjelasan lengkap tentang puasa Arafah dan penghapusan dosa menurut para ulama
2. Bacaan Niat Puasa Arafah Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Setiap ibadah puasa dalam Islam wajib diawali dengan niat yang benar dan tulus. Niat menjadi pondasi utama yang menentukan keabsahan ibadah seorang Muslim. Berdasarkan penjelasan Islamic Relief UK, saat memulai puasa di waktu fajar, seorang Muslim hendaknya menetapkan niat dan mengharapkan pahala dari hari yang diberkahi ini. Berikut bacaan niat puasa Arafah yang perlu diketahui.
Niat Puasa Arafah:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma 'arafata sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta'ala."
Niat puasa Arafah dapat dibaca pada malam hari sejak terbenamnya matahari hingga sebelum terbit fajar. Karena termasuk puasa sunnah, niat juga diperbolehkan dilakukan di pagi hari selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan atau minum sejak terbit fajar. Meskipun demikian, berniat sejak malam hari tetap lebih utama untuk menyempurnakan pahala ibadah.
Adapun doa berbuka puasa Arafah sama dengan doa berbuka pada umumnya, yaitu:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa 'ala rizqika afthartu. Birahmatika yaa arhamar rahimiin.
Artinya: "Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Penyayang."
3. Tata Cara Melakukan Puasa Arafah yang Benar
Secara umum, tata cara melakukan puasa Arafah tidak berbeda jauh dengan puasa sunnah lainnya. Puasa dimulai sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, dengan menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa. Mengacu pada situs resmi Muhammadiyah, puasa Arafah juga menumbuhkan empati dan kesadaran batin karena melatih Muslim bahwa hidup bukan sekadar memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga mendisiplinkan jiwa dan mendekatkan diri kepada Allah. Berikut langkah-langkah pelaksanaannya.
- Membaca Niat Puasa — Niat menjadi pembeda antara ibadah dan aktivitas biasa. Tetapkan niat di dalam hati untuk menjalankan puasa sunnah Arafah dengan penuh keikhlasan. Niat dibaca pada malam hari atau pagi hari sebelum waktu Zuhur selama belum mengonsumsi apa pun.
- Melaksanakan Sahur — Makan sahur sangat dianjurkan karena mengandung keberkahan dan memberikan energi selama berpuasa. Pilih makanan bergizi dengan kandungan protein tinggi dan perbanyak minum air putih agar tubuh tetap bugar sepanjang hari. Sahur juga menjadi sunnah Rasulullah SAW yang sebaiknya tidak ditinggalkan.
- Menahan Diri dari Hal yang Membatalkan Puasa — Selama berpuasa, umat Muslim wajib menahan diri dari makan, minum, berhubungan suami istri, dan segala hal yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Pastikan untuk mengetahui jadwal imsak dan waktu Magrib agar tidak keliru.
- Menjaga Lisan dan Perilaku — Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga ucapan dan perbuatan dari hal-hal tercela. Hindari ghibah, fitnah, dan perkataan dusta agar pahala puasa tidak berkurang. Isi waktu dengan memperbanyak dzikir, doa, dan membaca Al-Quran.
- Memperbanyak Doa Terutama Setelah Zuhur hingga Magrib — Waktu antara Zuhur hingga Magrib di Hari Arafah disebut sebagai waktu paling mustajab untuk berdoa sepanjang tahun. Imam Ibn al-Qayyim, dikutip dari Human Appeal USA, menyatakan bahwa doa di Hari Arafah lebih dikabulkan daripada hari lainnya, termasuk Malam Lailatul Qadar. Manfaatkan momen ini dengan memanjatkan permohonan yang tulus.
- Menyegerakan Berbuka Puasa — Saat azan Magrib berkumandang, segera berbuka puasa sebagaimana sunnah Rasulullah SAW. Berbuka dengan makanan sederhana seperti kurma dan air putih terlebih dahulu, kemudian baca doa berbuka. Waktu menjelang berbuka juga termasuk waktu mustajab untuk berdoa.
Baca juga: Panduan ibadah di bulan Dzulhijjah beserta keutamaan dan tata caranya
4. Keutamaan Puasa Arafah Berdasarkan Dalil Sahih
Puasa Arafah bukan sekadar tradisi turun-temurun, melainkan berlandaskan dalil-dalil kuat dari hadis Nabi Muhammad SAW. Pahala yang dijanjikan begitu besar sehingga para ulama dari berbagai mazhab sepakat menganjurkan pelaksanaannya. Berikut keutamaan-keutamaan puasa Arafah yang perlu diketahui.
- Menghapus Dosa Selama Dua Tahun — Keutamaan paling utama dari puasa Arafah adalah penghapusan dosa. Rasulullah SAW bersabda:
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ
"Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya." (HR Muslim no. 1162)
Para ulama menjelaskan bahwa dosa yang dimaksud adalah dosa-dosa kecil (ash-shaghair), sedangkan dosa besar tetap memerlukan taubat yang tulus.
- Membebaskan Hamba dari Api Neraka — Hari Arafah merupakan waktu di mana Allah SWT paling banyak membebaskan hamba-Nya dari siksa api neraka. Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada hari di mana Allah membebaskan lebih banyak hamba dari neraka selain Hari Arafah" (HR Muslim). Keutamaan ini menjadikan puasa Arafah sebagai kesempatan emas untuk meraih perlindungan spiritual.
- Hari Penyempurnaan Agama Islam — Hari Arafah adalah hari di mana Allah menyempurnakan agama Islam dan melengkapi nikmat-Nya. Peristiwa turunnya QS Al-Maidah ayat 3 terjadi saat Nabi SAW berdiri di Padang Arafah pada Haji Wada'. Seorang sahabat Yahudi bahkan berkata kepada Umar bin Khaththab bahwa seandainya ayat itu turun kepada kaum Yahudi, mereka pasti menjadikan hari itu sebagai hari raya.
- Pahala Amalan Dilipatgandakan — Setiap amal saleh yang dilakukan pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah, termasuk puasa Arafah, akan dilipatgandakan pahalanya. Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada hari-hari di mana amal salih lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari ini" (HR Bukhari). Nilai ibadah pada hari-hari tersebut bahkan lebih utama dibandingkan berjihad di jalan Allah.
- Doa Paling Mustajab Sepanjang Tahun — Hari Arafah disebut sebagai hari doa karena permohonan yang dipanjatkan di hari ini memiliki peluang sangat besar untuk dikabulkan. Rasulullah SAW bersabda, "Doa yang paling utama adalah doa pada Hari Arafah" (HR Tirmidzi). Keutamaan ini berlaku bagi semua Muslim, baik yang sedang berhaji maupun yang beribadah di rumah masing-masing.
5. Amalan Sunnah yang Dianjurkan pada Hari Arafah Selain Berpuasa
Selain melaksanakan puasa, Hari Arafah juga menjadi momentum terbaik untuk memperbanyak berbagai bentuk ibadah sunnah lainnya. Hari ini terbuka bagi setiap mukmin, di mana pun berada, untuk mendekatkan diri kepada Allah. Seorang ulama salaf bernama al-Awza'i bahkan meriwayatkan pengalamannya, "Aku telah berdoa di Hari Arafah selama 50 tahun terakhir, dan tidak satu tahun pun berlalu kecuali aku melihat doa-doa itu terkabul sejelas cahaya pagi." Berikut amalan sunnah yang dianjurkan.
- Memperbanyak Doa dan Istighfar — Waktu antara shalat Zuhur hingga Magrib merupakan waktu paling utama untuk berdoa di Hari Arafah. Panjatkan doa dengan tulus untuk diri sendiri, keluarga, orang tua, dan seluruh umat Islam. Tidak ada format doa khusus yang wajib diikuti selain ketulusan hati.
- Membaca Dzikir Tahlil, Takbir, dan Tahmid — Rasulullah SAW menganjurkan untuk memperbanyak bacaan tahlil (Laa ilaaha illallah), takbir (Allahu Akbar), dan tahmid (Alhamdulillah) sepanjang Hari Arafah. Berikut dzikir utama yang dianjurkan dibaca di Hari Arafah:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa 'ala kulli syay'in qadiir.
Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu."
- Membaca Al-Quran — Tilawah Al-Quran pada Hari Arafah memberikan pahala berlipat ganda karena kemuliaan waktunya. Setiap huruf yang dibaca mengandung kebaikan yang dilipatgandakan oleh Allah SWT pada hari-hari mulia bulan Dzulhijjah ini.
- Melaksanakan Shalat Sunnah — Perbanyak shalat sunnah seperti shalat tahajud, shalat dhuha, dan shalat rawatib. Ibadah shalat sunnah membantu mendekatkan diri kepada Allah dan meningkatkan kekhusyukan sepanjang hari.
- Bersedekah dan Berbagi — Amal kebaikan berupa sedekah pada Hari Arafah mendapat pahala yang sangat besar. Sedekah bisa diwujudkan dalam berbagai bentuk, mulai dari donasi, membantu sesama, hingga sekadar senyum dan perkataan baik kepada orang lain.
- Bertaubat dengan Sungguh-sungguh — Hari Arafah adalah waktu yang tepat untuk introspeksi dan memohon ampunan. Renungkan perbuatan selama tahun yang lalu, perbaiki kekurangan, dan berkomitmenlah untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Amalan ini sejalan dengan makna Hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah) yang bermakna perenungan mendalam.
Bagi yang masih memiliki utang puasa Ramadan, beberapa ulama membolehkan untuk menggabungkan niat qadha Ramadan dengan puasa Arafah. Namun, sebagian ulama lain menganjurkan agar niat dipisahkan untuk memaksimalkan pahala masing-masing. Strategi yang bijak adalah melunasi qadha pada tanggal 1-7 Dzulhijjah agar puasa Arafah bisa dilaksanakan dengan niat sunnah secara khusus.
Menjelang Idul Adha, persiapkan juga diri untuk menyambut hari raya dengan hati yang bersih. Simak kumpulan ucapan Idul Adha penuh makna untuk dibagikan kepada keluarga dan sahabat tercinta.
6. FAQ Seputar Tata Cara Melakukan Puasa Arafah
1. Apakah tata cara melakukan puasa Arafah berbeda dengan puasa sunnah biasa?
Secara teknis, tata cara melakukan puasa Arafah sama dengan puasa sunnah pada umumnya. Puasa dimulai sejak terbit fajar hingga terbenam matahari dengan menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa. Yang membedakan adalah waktu pelaksanaannya yang jatuh tepat pada tanggal 9 Dzulhijjah serta keutamaannya yang sangat besar berupa penghapusan dosa dua tahun. Selain itu, disunnahkan untuk memperbanyak doa dan dzikir sepanjang hari, terutama setelah Zuhur hingga Magrib.
2. Bolehkah berniat puasa Arafah di pagi hari saat sudah terbangun?
Karena puasa Arafah termasuk puasa sunnah, niatnya diperbolehkan dilakukan di pagi hari hingga sebelum waktu Zuhur, dengan syarat belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan dan minum sejak terbit fajar. Meskipun demikian, berniat sejak malam hari sebelum tidur tetap lebih utama agar ibadah lebih sempurna dan pahala yang diraih lebih lengkap. Hal ini memberikan kelonggaran bagi Muslim yang baru mengetahui jadwal puasa di pagi harinya.
3. Apakah puasa Tarwiyah harus dilakukan bersamaan dengan puasa Arafah?
Tidak ada kewajiban untuk melaksanakan puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dan puasa Arafah (9 Dzulhijjah) secara berturut-turut. Umat Islam boleh hanya menjalankan salah satunya sesuai kemampuan. Namun, menjalankan keduanya secara berturut-turut tentu lebih utama karena pahala yang diraih menjadi lebih sempurna, dengan puasa Tarwiyah menghapus dosa setahun dan puasa Arafah menghapus dosa dua tahun.
Menjelang Hari Raya Kurban, jangan lewatkan juga inspirasi pantun ucapan Idul Adha yang bisa dibagikan kepada orang-orang terdekat.
Daftar Referensi
- IslamQA.info. Virtues of the Day of Arafah. Diakses pada 25 Mei 2026, dari https://islamqa.info/en/answers/7284
- Islamic Relief Worldwide. The Day of Arafah 2026. Diakses pada 25 Mei 2026, dari https://islamic-relief.org/qurbani/the-day-of-arafah/
- Islamic Relief UK. Fasting on the Day of Arafah 2026. Diakses pada 25 Mei 2026, dari https://www.islamic-relief.org.uk/giving/islamic-giving/qurbani/dhul-hijjah/the-day-of-arafah/fasting/
- Wikipedia. Day of Arafah. Diakses pada 25 Mei 2026, dari https://en.wikipedia.org/wiki/Day_of_Arafah
- Human Appeal USA. Day of Arafah 2026: Fasting, Dua, and What to Do on This Sacred Day. Diakses pada 25 Mei 2026, dari https://humanappealusa.org/news/2026/5/day-of-arafah-2026-fasting-dua-and-what-to-do-on-this-sacred-day
(kpl/fed)
Advertisement
D Academy 8
-
Ulang Tahun Selebritis Ulang Tahun Soimah Dirayakan di Panggung Dangdut Academy 8