Darkest Hour
Biography Drama History

Darkest Hour

2017 125 menit PG-13
Rating 7.4/10
Rating 8.1/10
Sutradara
Joe Wright
Penulis Skenario
Anthony McCarten
Studio
Focus Features Perfect World Pictures Pin3hot

Pada Mei 1940, Inggris berada di tengah kekacauan ketika Partai Buruh menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Neville Chamberlain karena dianggap terlalu lemah menghadapi serangan Nazi. Di sisi lain, rekan-rekan dari Partai Konservatif menginginkan Lord Halifax sebagai pengganti, namun Halifax menolak tanggung jawab itu. Dalam situasi genting, Chamberlain akhirnya memilih satu- satunya tokoh yang diterima oleh oposisi untuk memimpin pemerintahan nasional, yaitu Winston Churchill, seorang politisi keras kepala yang telah lama memperingatkan bahaya Adolf Hitler, meskipun reputasinya di parlemen tidak baik.

Begitu menjabat, Churchill menghadapi banyak tantangan. Ia bersikap tegas dan kerap kasar terhadap sekretaris barunya, Elizabeth Layton, hingga mendapat teguran dari istrinya, Clementine. Raja George VI yang masih ragu padanya karena peristiwa krisis abdikasi akhirnya dengan berat hati menunjuk Churchill untuk membentuk pemerintahan. Dalam kabinet barunya, ia tetap melibatkan Chamberlain sebagai Lord President of the Council dan Halifax sebagai Menteri Luar Negeri, demi menjaga keseimbangan politik.

Pidato pertamanya di parlemen yang berisi janji tentang "darah, kerja keras, air mata, dan keringat" disambut dengan dingin. Chamberlain dan Halifax sangat kecewa dengan penolakannya untuk bernegosiasi damai dengan Jerman. Mereka mulai merencanakan pengunduran diri guna memaksa diadakannya mosi tidak percaya yang bisa menjatuhkan Churchill dari kursi perdana menteri. Sementara itu, Churchill melakukan perjalanan ke Prancis untuk bertemu Perdana Menteri Paul Reynaud, yang menilai bahwa Inggris dan sekutunya sedang berada di ambang kekalahan.

Ketika Churchill mencoba mencari dukungan dari Presiden Amerika Serikat Franklin D. Roosevelt, ia hanya mendapat simpati tanpa tindakan nyata. Kongres Amerika masih terjebak dalam kebijakan isolasionis dan Undang-Undang Netralitas yang membatasi keterlibatan mereka dalam perang. Dalam situasi yang semakin genting dan tekanan dari dalam negerinya sendiri, Churchill harus memutuskan: apakah ia akan menyerah pada desakan untuk berdamai, atau tetap bertahan demi mempertahankan kebebasan bangsanya?

Penulis artikel: Abdilla Monica Permata B.

Gary Oldman Winston Churchill
Lily James Elizabeth Layton
Kristin Scott Thomas Clemmie
Ben Mendelsohn King George VI
Ronald Pickup Neville Chamberlain
Stephen Dillane Viscount Halifax
Nicholas Jones Sir John Simon
Samuel West Sir Anthony Eden
David Schofield Clement Atlee
Richard Lumsden General Ismay