Grave Torture
Drama Horror Thriller

Grave Torture

2024 117 menit Unrated
Rating 6.2/10
Rating 6.8/10
Sutradara
Joko Anwar
Penulis Skenario
Joko Anwar
Studio
Come and See Pictures Rapi Films Legacy Pictures

Sita dan Adil adalah dua anak yang tumbuh dalam keluarga sederhana yang mengelola sebuah toko roti kecil. Hidup mereka berjalan tenang sampai suatu pagi seorang pria asing datang ke toko membawa sebuah kaset rekaman yang ia serahkan kepada Adil. Pria itu berbicara dengan gelisah dan mengatakan bahwa ia merekam sesuatu sendiri lalu mengucapkan kalimat bahwa ia berlindung kepada Tuhan.

Ia memperingatkan Adil agar tidak keluar dari toko sebelum akhirnya melangkah keluar dan meledakkan bom di jalanan. Ledakan itu merenggut nyawa banyak orang termasuk kedua orang tua Sita dan Adil. Trauma itu menjadi awal dari perjalanan panjang yang mengubah hidup mereka selamanya.

Setelah menjalani pemeriksaan polisi, kedua anak itu memutar kaset yang ditinggalkan sang pelaku. Suara di dalamnya berisi rekaman seorang lelaki yang menjerit seolah sedang mengalami penyiksaan mengerikan. Kata yang terus terulang adalah siksa kubur. Pelaku bom itu percaya bahwa tindakan ekstremnya akan membebaskannya dari hukuman setelah kematian dan keyakinan sesat itu meninggalkan jejak dalam kehidupan Sita.
Tanpa lagi memiliki keluarga, Sita dan Adil dikirim ke sebuah sekolah berasrama dengan aturan religius yang ketat. Di tempat itu keduanya berjuang untuk memahami kehilangan mereka. Sita yang semakin terobsesi dengan konsep siksa kubur mulai mencari jawaban sendiri. Suatu malam ia mendengar percakapan dua pengajar bernama Umaya dan Ustadzah.
Mereka membicarakan Ilham seorang donatur sekolah yang ternyata selama ini melakukan kekerasan seksual terhadap anak-anak di sana termasuk seorang anak bernama Ismail yang akhirnya meninggal. Sita memutuskan pergi ke kediaman Ilham dan tanpa ia sangka Adil ada di sana.
Ia melihat sendiri Adil diperkosa oleh pria itu. Dengan bantuan Umaya keduanya melarikan diri melalui sebuah terowongan yang gelap dan dipenuhi penglihatan menyeramkan tentang Ismail yang wajahnya rusak seolah meminta pertolongan.
Bertahun-tahun berlalu. Sita kini bekerja di sebuah panti jompo sementara Adil menjadi pekerja kamar mayat. Meski sudah dewasa mereka tetap hidup dalam bayang bayang masa lalu. Sita semakin tenggelam dalam obsesinya untuk membuktikan bahwa siksa kubur tidak nyata.
Ia merawat seorang lansia bernama Wayhu yang mulai menunjukkan tanda demensia. Keluarganya ingin membawa Wayhu pulang tetapi Sita menolak dengan alasan bahwa ia harus mendapatkan perawatan terbaik. Namun sesungguhnya Sita menyimpan tujuan yang lebih gelap.
Suatu hari Sita dan Adil menguburkan salah satu penghuni panti dan mereka melewati makam seorang pembunuh berantai bernama Masbeth. Di sampingnya ada satu makam kosong. Sita mengatakan bahwa ia sedang menunggu orang paling kejam yang ia kenal untuk dikuburkan di sana agar ia bisa membuktikan apakah siksa kubur benar ada. Ia tidak menyebutkan namanya kepada Adil tetapi rekaman bom bunuh diri di masa lalu mengarah pada makam Masbeth sebagai tempat perekaman suara jeritan di kaset.
Konflik dalam hidup Adil semakin berat ketika istrinya Lala mengusirnya karena merasa Adil terlalu tenggelam dalam pekerjaan dan masa lalu. Sementara itu Wayhu mulai membuka pikirannya kepada Sita. Ia mengatakan bahwa ia tidak percaya tubuh orang mati bisa disiksa di alam kubur sehingga ia merasa bebas berbuat apa saja dalam hidup.
Jawaban itu membuat Sita marah dan ia akhirnya mengungkapkan bahwa Wayhu adalah Ilham pria yang dulu menyiksa banyak anak termasuk Adil dan Ismail. Ilham mengatakan bahwa ia sudah memberi kehidupan yang lebih baik bagi banyak anak dan bahwa dosanya sebanding dengan manfaat yang ia berikan. Mendengar itu Adil menyerang Ilham tetapi Sita menghentikannya.
Ia menjelaskan bahwa ia merawat Ilham selama ini karena ingin mengamati apa yang akan terjadi pada tubuhnya setelah mati. Jika Ilham yang begitu penuh dosa tidak mendapat hukuman apa pun maka baginya seluruh ajaran agama tidak berarti. Setelah menganggap hidup sebagai lelucon sia sia Ilham menembak dirinya sendiri.
Sita dan Adil menguburkan Ilham di makam yang sudah ia siapkan. Sita memutuskan turun ke liang lahat bersama tubuh Ilham dengan sebuah pipa udara dan kamera infra merah. Ia ingin merekam malam penuh kegelapan itu untuk membuktikan sendiri apakah sesuatu akan terjadi. Adil berjaga di atas tetapi gangguan tak kasat mata mulai muncul dan seekor kobra mengintainya.
Keesokan harinya Sita diwawancarai secara langsung di televisi dengan bantuan Husein salah satu penghuni panti. Ia bercerita tentang seluruh perjalanan hidupnya dan memutar rekaman dari dalam kubur. Namun kartu memori kosong tanpa suara. Sita marah dan menuduh Adil menukarnya. Pertengkaran mereka kembali membuka luka lama tentang kematian orang tua mereka dan obsesi Sita yang tidak pernah padam.
Setelah itu halusinasi menakutkan terus menghantui Sita. Pandi salah satu penghuni panti berselingkuh dengan perawat bernama Lali dan istrinya Nani meninggal tragis dalam kecelakaan mesin cuci. Sesi pemanggilan arwah yang dipimpin Juwita tambah memperkeruh keadaan ketika suara Adil yang dipanggil dari alam lain mengatakan tolomg Ismail. Kematian demi kematian terjadi sementara Adil melihat mayat yang ia urus seolah hidup kembali.
Kemunculan Sita di televisi membuat banyak orang berbondong-bondong pergi ke makam untuk mendengarkan suara dari kuburan. Beberapa rekaman berhasil dibuat sehingga para pemuka agama menganggap fenomena itu sebagai bukti kebenaran ajaran. Namun situasi menjadi semakin tidak terkendali karena jumlah bom bunuh diri meningkat. Para pelaku berharap mendapatkan balasan mulia setelah mati.
Merasa bahwa Ilham terbebas dari hukuman apa pun Sita menggali makamnya dan terjun ke dalamnya. Ia kembali berada dalam terowongan dari masa kecilnya. Di sana ia melihat Ismail yang rusak dan berteriak meminta pertolongan. Ia melihat Adil yang menangis di kamar mayat. Ia melihat roti yang dipanggang orang tuanya sesaat sebelum semuanya hancur.
Dalam dunia gelap yang diciptakan oleh kenangan dan trauma itu apakah Sita akhirnya akan menemukan kebenaran yang ia cari atau justru terperangkap selamanya dalam ketakutan yang ia kejar sendiri?
Penulis artikel: Abdilla Monica Permata B.
Faradina Mufti Sita
Reza Rahadian Adil
Widuri Puteri Little Sita
Muzakki Ramdhan Little Adil
Christine Hakim Nani
Slamet Rahardjo Wahyu
Fachry Albar Sanjaya
Happy Salma Mutia
Arswendy Bening Swara Pandi
Niniek L. Karim Juwita

Jadwal Film