INTERNASIONAL

[Review] 'MOCKINGJAY PART 1'

Awal Pemberontakan Sang Mockingjay
Selasa, 25 November 2014 07:01  | 

Jennifer Lawrence


Awal Pemberontakan Sang Mockingjay
dok. Lionsgate

KapanLagi.com - Oleh: Abbas Aditya

Insiden yang terjadi pada perhelatan Hunger Games ke-75 membuat Presiden Coriolanus Snow (Donald Sutherland) meradang. Ia menghancurleburkan Distrik 12 setelah Katniss Everdeen (Jennifer Lawrence) berhasil dibawa kabur oleh kelompok pemberontak yang selama 70 tahun bersembunyi di Distrik 13 yang dikabarkan telah musnah.

Di bawah pimpinan Alma Coin (Julliane Moore), Katniss setuju menjadi sang Mockingjay, simbol pejuang pemberontakan. Terlebih saat ia tahu bahwa Peeta Mellark (Josh Hutcherson) masih hidup dan menjadi tawanan Capitol.

Dua kubu yang tengah bersitegang ini lalu saling berbalas siaran propaganda di media televisi. Penghuni Distrik-Distrik yang bertahan pun mulai terprovokasi. Namun tentu saja Presiden Snow tak tinggal diam menghadapi pemberontakan yang dipimpin gadis 17 tahun tersebut.

Semenjak kesuksesan saga Harry Potter dan kisah cinta Edward Cullen sang vampir berkilau, Hollywood mempunyai tren baru untuk memecah seri akhir film adaptasi novel menjadi dua bagian. Tak mau ketinggalan, dengan dalih ingin setia pada novelnya, walau kita tahu ujung-ujungnya hanya untuk mengeruk lebih banyak dollar, buku terakhir trilogi The Hunger Games karangan Suzanne Collins pun mendapat keistimewaan serupa.

Masalahnya pemecahan cerita yang dipakai dari novel untuk dua film terkesan tanggung. Mengingat ending CATCHING FIRE (2013)
menjanjikan banyak hal, tentu saja bermunculan komentar kurang puas ketika skrip olahan Danny Strong dan Peter Craig hanya memakai kurang dari setengah isi buku untuk pondasi MOCKINGJAY PART 1.

Seperti kita tahu, Francis Lawrence berhasil menaikan tensi ketegangan film kedua setelah dibuat terpaksa menerima THE HUNGER GAMES (2012) besutan Gary Ross yang terseok-seok. Francis sukses memvisualkan intrik politik dan action dari bukunya menjadi begitu mengasyikan dengan pace super cepat.

Namun MOCKINGJAY PART 1 kembali melemah karena lebih berkonsentrasi pada drama yang depresif dengan penuturan materi politik yang terjadi di Panem. Skrip bahkan membabat habis unsur action dan menyisakan ledakan-ledakan yang, actually, bisa ditonton lewat trailernya.

Unfortunately, mau atau tidak, penonton harus menerima pilihan sang film maker. Sambil berharap akhir menghentak dari saga yang mendapat sokongan akting dari pemain-pemain luar biasa dan tak pernah mengecewakan ini.

Baca Review Kami Yang Lain

Kemurkaan Arwah Penunggu Rumah

Tak Selamanya Sosok Drakula Itu Jahat

Perebutan Berlian Termahal

Cinta Dalam Gigitan Strawberry

Perjalanan Menyentuh Tuhan

(kpl/abs/dka)