INTERNASIONAL

[Review] 'BEASTS OF THE SOUTHERN WILD', Kisah Si Kecil Hushpuppy

Rabu, 27 Februari 2013 18:10

[Review] 'BEASTS OF THE SOUTHERN WILD', Kisah Si Kecil Hushpuppy
Foto: Fox Searchlight Pictures




KapanLagi.com - Oleh: Adi Abbas Nugroho

Bersetting di lokasi fiksi bernama Bathtub, hiduplah gadis kecil yang memiliki nama Hushpuppy (Quvenshane Wallis). Bocah berusia enam tahun tersebut tinggal di sebuah rumah kumuh bersama Wink (Dwight Henry), sang ayah yang memiliki mental keras.

Suatu hari Wink tiba-tiba pergi meninggalkan rumahnya. Meski bingung dan kehilangan, si kecil Hushpuppy mencoba bertahan hidup. Hingga ketika ayahnya kembali, Hushpuppy sadar semuanya menjadi lebih berat. Terlebih peningkatan suhu membuat es mencair dan membanjiri tempat tinggalnya.

BEASTS OF THE SOUTHERN WILD adalah debut panjang Benh Zeitlin yang sebelumnya membesut film pendek bertajuk EGG (2005), THE ORIGINS OF ELECTRICITY (2006) dan GLORY AT SEA (2008). Drama fantasi yang diadaptasi dari naskah sandiwara bertajuk Juicy and Delicious karya Lucy Alibar ini berhasil melaju dalam bursa Oscar ke-85 meski gagal mencuri satu piala.

Sebagai sajian fantasi, Zeitlin menampilkan filmnya dengan realis. Lousiana yang diubah menjadi tempat fiksi bernama Bathtub digambarkan sebagai tempat kumuh, tempat berkumpulnya komunitas terasing dengan gaya hidup yang tak sehat.

Pengambilan gambar cenderung kasar dan beberapa momen terkesan absurd. Bisa dibilang hampir mendekati gaya THE TREE OF LIFE-nya Terrence Malick meski Zeitlin masih mempunyai semangat bercerita sehingga filmnya lebih mudah dicerna.

Kisah si kecil Hushpuppy ini sebenarnya sederhana. Namun dijabarkan dengan gaya yang tak biasa. Zeitilin tampak ingin bermain-main dengan film pertamanya ini.

Melihat penampilan BEASTS OF THE SOUTHERN WILD kita akan diingatkan dengan film kelas festival yang hanya bisa dinikmati oleh kalangan tertentu. Contohnya seperti kehadiran Aurochs, nenek moyang sapi, dalam beberapa part, dan perlu ditelaah apa maksud hewan purba tersebut berada di sana.

Untuk segi akting, amatiran seperti Quvenshane Wallis, yang saat audisi masih berumur 5 tahun, berhasil menunjukkan auranya. Sehingga penonton dibuat untuk ikut merasa peduli bagaimana nasib karakternya nanti. Serta bagaimana sosok Wink mengajari anaknya tentang kehidupan dengan caranya sendiri.

(kpl/abs)