INTERNASIONAL

[Review] 'BEAUTIFUL CREATURES', Kisah Cinta Caster dan Mortal

Rabu, 13 Maret 2013 16:41  | 

Emmy Rossum


[Review] 'BEAUTIFUL CREATURES', Kisah Cinta Caster dan Mortal
Foto: Warner Bros




KapanLagi.com - Oleh: Adi Abbas Nugroho

Sekolah Ethan Wate (Alden Ehrenreich) kedatangan murid baru bernama Lena Duchannes (Alice Englart). Selentingan kabar yang menyebutkan bila keluarga Lena adalah pemuja setan membuat gadis tersebut menjadi bahan olok-olokan satu kelas.

Beruntung Ethan selalu memperlakukan Lena dengan baik. Bahkan cowok itu berani menyatakan ketertarikannya pada gadis yang kerap datang dalam mimpinya tersebut meski cinta mereka terlarang. Saat rahasia kelam keluarga Lena yang merupakan Caster alias penyihir, terbongkar, masihkah keduanya bertahan menghadapi segala kemungkinan?

Well, apa ada yang merasa deja vu dengan sinopsis di atas? Benar, tak bisa disangkal bila kehadiran BEAUTIFUL CREATURES yang diadaptasi dari novel karangan Kami Gracia dan Margareth Stohl ini sebelas-dua belas dengan saga 'Vampir Berkilau' tersebut. Which means usaha keras Richards LaGravenese yang sebelumnya menggarap PARIS JE T'AIME (2006) dan FREEDOM WRITERS (2007) untuk menjadi berbeda tak sepenuhnya berhasil.

Ethan Wate dan Lena Duchannes | Foto: Warner BrosEthan Wate dan Lena Duchannes | Foto: Warner Bros

Entah kenapa setelah durasi perkenalan karakter, jalan penceritaan film ini cenderung membosankan. Bahkan pada bagian klimaks, tempo malah melemah. LaGravenese sukses membuat penonton tak peduli dengan nasib Lena dan perjuangan cintanya dengan Ethan.

Padahal film ini didukung oleh sederet nama aktor aktris yang tak bisa dipandang sebelah mata. Sebut saja Emmy Rossum, Max Irons, Viola Davis hingga Emma Thompson. Namun kembali lagi, tak ada faktor 'ah gue penasaran' yang membuat kita duduk terus di dalam bioskop sampai end credit muncul. Akting sederet bintang ternama itu sekedar numpang lewat tanpa meninggalkan bekas sama sekali.

Akting dua bintang utama, Alden dan Alice sebagai Mortal (manusia) dan Caster (penyihir) pun tidaklah buruk meski Alice mampu tampil lebih menonjol dibanding lawan mainnya.

Berbeda dengan 'Vampir Berkilau', yang setidaknya memunculkan suatu fenomena tersendiri meski cheesy, BEAUTIFUL CREATURES telah gagal menjalankan misinya. Setelah lampu bioskop menyala, kita akan segera lupa apa yang baru saja ditonton.

Jadi, masih adakah kesempatan tiga buku lainnya yang tersisa; Beautiful Darkness, Beautiful Chaos dan Beautiful Redemption, untuk diadaptasi? Kita lihat saja hasil akhir pendapatan film ini di seluruh dunia.

(kpl/abs)