INTERNASIONAL

[Review] 'STAR TREK INTO DARKNESS', Memburu Teroris Melintas Galaksi

Selasa, 14 Mei 2013 18:41  | 

Chris Pine


[Review] 'STAR TREK INTO DARKNESS', Memburu Teroris Melintas Galaksi
dok. Digital Spy




KapanLagi.com - Oleh: Mahardi Eka

Kapten Kirk (Chris Pine) dan rekan-rekan kru U.S.S.Enterprise lainnya seperti Spock (Zachary Quinto) dihadapkan pada bahaya laten yang selama ini tak mereka sadari, konflik antar personal. Perbedaan prinsip serta etika dalam bertindak membuat mereka berselisih paham saat menyelesaikan misi penyelamatan di sebuah planet asing. Hasilnya, Starfleet menganggap keduanya menyalahi aturan dan memutuskan untuk memberi mereka hukuman. Keduanya lantas berpisah jalan. 

Kapten Kirk (Chris Pine) dan Spock (Zachary Quinto) tetap menjadi duo utama STIDKapten Kirk (Chris Pine) dan Spock (Zachary Quinto) tetap menjadi duo utama STID
Kapten Kirk (Chris Pine) dan Spock (Zachary Quinto) tetap menjadi duo utama STID

Sembari keduanya berusaha menyelesaikan konflik internal, masalah lain datang dari seorang teroris bernama John Harrison (Benedict Cumberbatch). Dengan cerdiknya, Harrison berhasil meledakkan gedung penyimpanan arsip rahasia Starfleet yang penjagaannya sangat ketat. Hebatnya ia melakukan semua itu seorang diri. Teroris berparas dingin sekaligus mantan anggota Starfleet tersebut tak dinyana menewaskan beberapa petinggi Starfleet dalam sebuah serangan kejutan.

Kirk dan Spock, terlepas dari friksi di antara mereka yang belum usai, memutuskan untuk mengejar sang teroris hingga ke planet Kronos, tempat yang terlarang bagi Federasi manusia.

John Harrison (Benedict Cumberbatch)John Harrison (Benedict Cumberbatch)
John Harrison (Benedict Cumberbatch)

JJ Abrams mengambil keputusan tepat untuk mengembangkan sisi cerita dalam film sekuel ini. STID hadir dengan penuturan cerita yang lebih padat dibanding STAR TREK (2009). Tak hanya padat, naskah trio Roberto Oci, Alex Kurtzman, dan Damon Lindelof disunting dengan begitu rapi sehingga twist berlapis yang telah disiapkan dalam cerita tak akan tertebak oleh penonton. 

Ensemble cast yang pas juga menjadi pendukung penting rapinya cerita dalam film dituturkan. Beberapa karakter baru sengaja dibuat dalam pola "abu-abu" untuk membuat penonton menerka-nerka apakah tokoh tersebut baik atau jahat. Penggarapan penokohan yang lebih rapi dan fokus ini adalah langkah yang tepat supaya STID tidak terjebak menjadi sekuel dengan banjir CGI mewah namun keropos dari sisi cerita dan penokohan.

Sang teroris John Harrison menjadi magnet utama dalam film. Penampilannya yang memang berkarakter (coba perhatikan parasnya) serta penokohannya sebagai manusia super adalah poin plus yang dimiliki film ini. Kehadirannya bahkan membuat beberapa kru Enterprise lainnya seperti teredam karisma seorang John Harrison. Untung saja pembagian porsi berimbang dari setiap kru Enterprise dalam adegan-adegan penting membuat mereka tak sepenuhnya tenggelam dalam cerita. Yang paling menarik untuk diperhatikan dalam film ini sejatinya adalah "persahabatan" antara Kirk dan Spock yang memang menjadi tulang punggung cerita.

Kirk akan dihadapkan pada situasi yang membuatnya harus rela mengorbankan nyawa.Kirk akan dihadapkan pada situasi yang membuatnya harus rela mengorbankan nyawa.
Kirk akan dihadapkan pada situasi yang membuatnya harus rela mengorbankan nyawa.

Plot dan penokohan yang digarap apik tersebut makin disempurnakan sinematografi yang memanjakan mata. JJ Abrams yang suka bermain dengan warna cerah dan juga pencahayaan lebih untuk setiap adegannya masih mempertahankan ciri khasnya tersebut lewat STID. 

Sutradara film STAR TREK INTO DARKNESS (STID) pernah berujar bahwa sekuel kisah kru kapal Enterprise, Kapten Kirk (Chris Pine) dan rekan-rekannya ini akan menyajikan "pertempuran besar". Itu benar adanya. STID naik kelas secara kualitas dari semua aspeknya sebagai sebuah tontonan yang menghibur.

(kpl/dka)


Premiere STAR TREK INTO DARKNESS di London dihadiri oleh hampir semua pemainnya.
17 Foto