Smile 2
Horror Mystery Thriller

Smile 2

2024 127 menit R
Rating 6.7/10
Rating 7.4/10
Sutradara
Parker Finn
Penulis Skenario
Parker Finn
Studio
Paramount Pictures Paramount Players Temple Hill Entertainment

Smile 2 hadir pada 2024 sebagai lanjutan dari kesuksesan besar film pertamanya. Disutradarai dan ditulis kembali oleh Parker Finn, sekuel ini mengambil sudut pandang baru yang lebih gelap dan emosional lewat karakter Skye Riley, seorang pop star yang kariernya berada di titik puncak namun hidupnya perlahan hancur oleh bayangan kutukan misterius. Naomi Scott menjadi pusat cerita dan mendapatkan pujian luas, sampai-sampai namanya masuk nominasi berbagai penghargaan bergengsi. Film ini bukan sekadar horror psikologis, tapi juga drama tentang tekanan industri hiburan dan trauma yang dibungkam oleh senyuman palsu.

Setelah sukses komersial Smile pertama, Paramount langsung memberikan lampu hijau untuk sekuel. Finn pun kembali, membawa visi yang lebih ambisius dan menekankan bahwa dunia Smile punya banyak sisi menakutkan yang belum tersentuh. Pengambilan gambar dilakukan pada awal 2024 di wilayah upstate New York, menciptakan atmosfer kelam yang cocok untuk teror yang lebih intim namun intens. Smile 2 akhirnya tayang pada 18 Oktober 2024 dan sukses mengumpulkan 138,1 juta Dollar di box office global.

Cerita Smile 2 dibuka hanya beberapa hari setelah kematian Rose Cotter, karakter dari film pertama. Joel, satu-satunya saksi hidup entitas Senyum, berusaha meneruskan kutukan dengan membunuh orang di depan orang lain, namun gagal dan akhirnya tewas ditabrak truk. Kutukan tersebut berpindah secara tak sengaja ke Lewis, seorang pengedar narkoba yang nantinya menjadi pintu masuk untuk menjerat tokoh utama baru, Skye Riley.

Skye adalah seorang pop star yang sedang mempersiapkan comeback tur setelah berjuang melawan kecanduan dan kehilangan tragis sang pacar, Paul Hudson. Tekanan yang ia hadapi sangat besar, mulai dari kontrol ketat sang ibu yang sekaligus menjadi manajer, hingga ekspektasi publik yang menuntutnya sempurna. Ketika ia kembali bertemu Lewis untuk mendapatkan Vicodin demi cedera punggungnya, segalanya berubah menjadi mimpi buruk. Di hadapan Skye, Lewis tiba- tiba tersenyum lebar dan menghancurkan wajahnya sendiri hingga tewas, membuat kutukan turun kepada sang penyanyi itu.

Teror mulai merayap masuk ke hari-hari Skye. Ia melihat mayat Lewis duduk di kamarnya, bertemu orang asing yang tersenyum tanpa alasan, dan perlahan kehilangan grip pada kenyataan. Kekacauan mental itu membuatnya mengacau di acara publik, mengumbar kata-kata yang seharusnya tidak ia ucapkan dan menampilkan sisi dirinya yang rapuh, yang selama ini ia sembunyikan. Setiap senyum yang ia lihat terasa seperti ancaman yang terus mendekat.

Di saat rasa putus asa itu menelan dirinya, Skye bertemu dengan Morris, seorang pria yang selama bertahun-tahun menelusuri pola dari entitas Smile setelah membunuh saudaranya. Ia mengungkap bahwa satu-satunya cara memutus kutukan adalah membuat si korban mengalami kematian singkat sebelum dihidupkan kembali. Ide itu terlalu brutal bagi Skye, dan ia menolak untuk dijadikan "percobaan". Namun semakin lama, entitas tersebut semakin agresif, mengambil bentuk orang-orang terdekatnya, hingga menyerangnya secara fisik dalam adegan yang menjadi salah satu momen paling disturbing di film ini.

Sekuen halusinasi yang kabur antara dunia nyata dan dunia ilusi membuat penonton ikut terseret ke dalam kekalutan mental Skye. Puncaknya, ia terperangkap dalam sebuah realitas palsu yang terlihat seperti sesi latihan di arena konser. Dari penonton yang tiba-tiba berubah menjadi figur-figur menakutkan, hingga senyuman-senyuman aneh yang mulai memelintir kenyataan, semuanya membuat batas antara dunia nyata dan dunia entitas semakin tipis. Creaturenya, bentuk asli Smile Entity, ditampilkan sebagai makhluk humanoid raksasa tanpa kulit dengan mulut berlapis-lapis, menjadikannya salah satu desain monster terseram di film horror modern.

Ketika entitas itu mengambil alih tubuh Skye dan membuatnya bunuh diri di tengah ribuan penonton konser, film ini memberikan akhir yang brutal sekaligus tragis. Senyuman terakhir Skye bukanlah kemenangan, melainkan tanda bahwa ia sudah menjadi bagian dari makhluk itu. Dan suara teriakan terdistorsi di during-credit meninggalkan rasa mengambang bahwa kisah ini belum berakhir.

Smile 2 tidak hanya menampilkan jumpscare, tetapi juga kritik terhadap dunia hiburan, tekanan publik, dan tuntutan untuk selalu terlihat baik-baik saja. Naomi Scott berhasil memerankan pop star yang rapuh, penuh trauma, tetapi tetap berusaha mempertahankan kendali hidupnya. Keberhasilan film ini di berbagai ajang penghargaan menunjukkan bahwa Smile bukan franchise horror biasa, ini adalah kisah psikologis tentang manusia yang dipaksa tersenyum dalam dunia yang menuntut kesempurnaan.

Dengan sekuel ketiga yang kini sedang dikembangkan, para penggemar sudah mulai bertanya-tanya: apakah Smile Entity akan menemukan korban baru? Atau apakah warisan kutukan ini akan membawa dunia Smile ke teror yang lebih besar lagi?

Kalau kamu penggemar horror psikologis yang suka dengan konsep entitas tak terlihat, trauma tersembunyi, dan visual disturbing, Smile 2 jelas jadi salah satu film yang wajib masuk daftar tontonmu.

Kyle Gallner Joel
Naomi Scott Skye Riley
Drew Barrymore Drew Barrymore
Ray Nicholson Paul
Rosemarie DeWitt Elizabeth Riley
Lukas Gage Lewis
Dylan Gelula Gemma
Peter Jacobson Morris
Rau00fal Castillo Darius
Miles Gutierrez-Riley Joshua
Drew Barrymore Self

Jadwal Film