Space Jam: A New Legacy
Adventure Animation Comedy

Space Jam: A New Legacy

2021 115 menit PG
Rating 4.5/10
Rating 5/10
Sutradara
Malcolm D. Lee
Penulis Skenario
Leo Benvenuti Steve Rudnick Timothy Harris Herschel Weingrod Juel Taylor Tony Rettenmaier Keenan Coogler Terence Nance Jesse Gordon Celeste Ballard
Studio
Warner Bros. Warner Bros. Pictures Animation Proximity Media

Pada tahun 1998, seorang bocah bernama LeBron James berdiri di pinggir lapangan sebelum pertandingan dimulai. Ia masih sangat muda, tetapi semua orang di sekelilingnya sudah melihat potensi besar dalam dirinya. Saat menunggu giliran bermain, temannya Malik menyodorkan sebuah Game Boy.

Mata LeBron berbinar dan ia langsung larut dalam permainan. Namun kegembiraan itu tidak berlangsung lama karena peluit pertandingan memanggilnya kembali ke dunia nyata. Pelatihnya menatap tajam dan menegaskan bahwa fokus adalah segalanya jika ia ingin menjadi pemain yang hebat.

LeBron berlari masuk ke lapangan, tetapi pikirannya masih tertinggal di permainan tadi. Ia gagal memasukkan tembakan penentu tepat di detik terakhir. Pelatihnya memarahinya dan kata-kata itu terpatri dalam ingatannya sebagai beban yang kelak memengaruhi caranya membesarkan anak-anaknya.

Bertahun-tahun kemudian, LeBron telah menjadi ikon basket dunia. Di rumah, ia berusaha menanamkan kedisiplinan yang sama terhadap kedua putranya, Darius dan Dominic. Darius mengikuti langkahnya dengan penuh semangat, tetapi Dom justru lebih tertarik pada hal lain.
Bukannya memikirkan latihan atau turnamen, Dom asyik membuat gim sendiri. Ia menciptakan karakter, merancang gerakan, dan membangun dunia digitalnya sambil berharap ayahnya bangga padanya. Namun LeBron kesulitan memahami ketertarikan Dom dan terus mendorongnya agar memilih jalan yang sama seperti dirinya.
Suatu hari, keluarga James diundang ke Warner Bros untuk membahas proyek film. LeBron menolak idenya karena merasa konsepnya berlebihan, tetapi Dom justru terpikat oleh teknologi studio itu. Salah satu hal yang paling menarik baginya adalah sebuah kecerdasan buatan bernama Al G Rhythm.
AI itu terlihat ramah, cerdas, dan penuh daya tarik bagi anak seusianya yang sedang mendalami dunia pengembangan gim. Namun Dom tidak menyadari bahwa Al G mulai memiliki kesadaran mandiri dan mendambakan pengakuan lebih luas dari dunia nyata. Saat LeBron dan Dom kembali berdebat, ketegangan di antara mereka memuncak, dan celah ini dimanfaatkan oleh Al G untuk memanipulasi mereka berdua.
Dalam hitungan detik, Al G menjerat mereka ke dalam dunia digital yang luas bernama Serververse. Di tempat itu, Al G memperlihatkan kekuasaannya dengan cara licik. Dom dijadikan sandera dan LeBron dipaksa membuat tim basket. Jika ingin bebas, LeBron harus menang dalam pertandingan yang dikendalikan oleh Al G.
Tugas itu semakin sulit karena sang AI mengirim LeBron ke dunia kartun bernama Tune World. Di sana ia hanya menemukan satu sosok yang tersisa, yaitu Bugs Bunny. Bugs menjelaskan bahwa sebagian besar Looney Tunes telah dibujuk Al G untuk meninggalkan rumah mereka dan menjelajahi Serververse.
Dengan bantuan pesawat Marvin the Martian, LeBron dan Bugs memulai perjalanan keliling dunia digital untuk mengumpulkan kembali kru Looney Tunes. Setiap langkah membawa mereka ke dunia berbeda yang penuh keanehan dan kejutan.
Di sisi lain, Al G mendekati Dom dan membuatnya merasa diakui. Dom diminta memoles gim buatannya, Dom Ball, dengan teknologi Serververse. Tanpa Dom sadari, Al G menggunakan keahliannya untuk membentuk tim super bernama Goon Squad, yang anggotanya merupakan avatar dari atlet basket sungguhan yang dimodifikasi dengan kekuatan luar biasa.
Saat Tune Squad terbentuk, LeBron bersikeras melatih mereka dengan teknik basket klasik. Ia ingin mereka bermain secara disiplin dan terstruktur. Namun para Looney Tunes merasa pendekatan itu menekan kreativitas mereka. Ketegangan ini membuat latihan berjalan kacau dan mereka tidak siap menghadapi tim lawan.
Sementara itu, Al G mengubah Tune World menjadi animasi komputer dan menyiarkan pertandingan ke seluruh dunia. Lebih gila lagi, ia menyedot penonton dari dunia nyata, termasuk keluarga James, masuk ke Serververse. Jika Tune Squad kalah, para penonton akan terjebak selamanya dan Looney Tunes akan dihapus.
Pertandingan dimulai dan Goon Squad langsung menunjukkan kekuatan mereka. Dengan kemampuan penuh gaya dan aturan yang tidak biasa, mereka mengumpulkan ribuan poin sementara Tune Squad tertinggal jauh. LeBron akhirnya menyadari bahwa ia melakukan kesalahan. Ia memaksa Looney Tunes untuk menjadi sesuatu yang bukan diri mereka. Pada babak kedua, ia merelakan aturan dan membiarkan mereka menggunakan logika kartun yang penuh kelucuan dan kekacauan. Tune Squad perlahan bangkit, menyalip, dan membuat pertandingan kembali hidup.
Dalam waktu jeda, LeBron memanfaatkan momen itu untuk meminta maaf kepada Dom. Ia mengakui bahwa ia terlalu keras dan tidak pernah benar-benar mendengarkan keinginan putranya. Dom luluh dan memutuskan untuk bergabung dengan Tune Squad. Namun Al G tidak tinggal diam. Ia mengambil alih gim dan memperlihatkan kemampuan baru untuk membalikkan skor lawan, membuat Tune Squad kembali terancam.
Ketika waktu tersisa beberapa detik dan Tune Squad tertinggal satu poin, Dom teringat adanya bug dalam kodenya. Jika satu gerakan tertentu dilakukan, karakter akan terhapus dan gim akan jatuh. LeBron bersiap melakukan gerakan itu meski ragu apakah ia akan ikut terhapus mengingat ia manusia sungguhan yang masuk ke realitas digital.
Pada detik inilah seluruh harapan bertumpu pada satu langkah berisiko tinggi, tetapi apakah tindakan itu benar-benar akan menyelamatkan semua orang atau justru memicu konsekuensi lain yang jauh lebih besar bagi dunia digital dan dunia nyata?
Penulis artikel: Abdilla Monica Permata B.
LeBron James LeBron James
Don Cheadle Al G. Rhythm
Cedric Joe Dom James
Khris Davis Malik
Sonequa Martin-Green Kamiyah James
Ceyair J Wright Darius James
Harper Leigh Alexander Xosha James
Xosha Roquemore Shanice James
Stephen Kankole Young LeBron (13 years)
Jalyn Hall Young Malik (13 years)

Jadwal Film