The Apprentice
Synopsis
Siap kenalan lebih dalam dengan sosok Donald Trump, bukan dari pidato politiknya, tapi dari sisi manusiawinya yang jarang tersorot? The Apprentice (2024) hadir dengan cara yang beda banget. Film ini adalah biografi yang mengupas perjalanan awal Trump sebagai pengusaha real estate di New York pada tahun 1970 hingga 1980-an. Disutradarai oleh Ali Abbasi dan dibintangi oleh Sebastian Stan, film ini membawa kita melihat sisi ambisius, manipulatif, dan kompleks dari seorang pria yang kelak menjadi salah satu figur paling kontroversial di dunia.
Di film ini, Sebastian Stan memerankan Trump muda dengan totalitas luar biasa, sementara Jeremy Strong tampil sebagai Roy Cohn, sosok pengacara licik yang menjadi mentor sekaligus pengaruh besar dalam kehidupan Trump. Ada juga Martin Donovan sebagai Fred Trump, sang ayah yang keras dan perfeksionis, serta Maria Bakalova yang memerankan Ivana Trump, istri pertamanya yang juga ikut membentuk citra "Trump" yang dunia kenal hari ini.
Film ini sebenarnya sudah diumumkan sejak 2018, tapi baru terealisasi setelah Abbasi, Stan, dan Strong bergabung pada 2023. Prosesnya penuh tantangan, bahkan sampai sempat terhambat oleh tekanan politik dan hukum dari pihak Trump sendiri. Namun akhirnya The Apprentice berhasil tayang perdana di Festival Film Cannes ke- 77 pada 20 Mei 2024, dan langsung disambut dengan standing ovation selama delapan menit! Kritiknya positif banget, memuji akting Stan dan arah penyutradaraan Abbasi yang berani tapi tetap elegan. Meski begitu, perilisan di Amerika Serikat sempat tersendat karena ancaman gugatan hukum, sampai akhirnya Briarcliff Entertainment berani mengambil risiko untuk menayangkannya pada 11 Oktober 2024.
Cerita The Apprentice dimulai di tahun 1973. Di sinilah Trump muda bertemu dengan Roy Cohn di sebuah klub sosial New York. Saat itu, Trump mengeluh tentang kasus diskriminasi rasial yang sedang menjerat bisnis keluarganya. Cohn menawarkan bantuan dengan cara yang tidak biasa, ia memeras jaksa dengan foto skandal, dan akhirnya membuat kasus itu diselesaikan tanpa kerugian besar. Dari situ, Trump belajar satu hal penting: kekuasaan bisa dibangun dari manipulasi dan keberanian mengambil risiko.
Hubungan antara Trump dan Cohn kemudian berkembang seperti mentor dan murid. Cohn mengajarkan tiga aturan penting yang kelak menjadi prinsip hidup Trump: selalu serang duluan, jangan pernah mengakui kesalahan, dan selalu klaim kemenangan meskipun kalah. Ketiga prinsip ini menjadi fondasi kepribadian Trump di dunia bisnis dan politik.
KLovers, film ini juga memperlihatkan sisi glamor dan kelam dari dunia bisnis New York saat itu. Trump yang ambisius berusaha membangun kerajaan properti sendiri tanpa bergantung pada ayahnya. Ia membeli hotel bobrok, The Commodore, dan mengubahnya jadi Hyatt Hotel yang mewah berkat bantuan licik dari Cohn. Tapi di balik kesuksesan itu, ada korupsi, manipulasi, dan pengkhianatan. Trump juga mulai terobsesi dengan citra publiknya, belajar bagaimana tampil di media dan menjadi "tokoh besar" dengan segala cara.
Di sisi pribadi, film ini memperlihatkan hubungan Trump dengan keluarganya, khususnya dengan Fred Trump, sang ayah yang keras dan tidak pernah puas. Kakaknya, Fred Jr., dianggap gagal karena memilih jadi pilot, bukan pebisnis, hingga akhirnya tenggelam dalam alkoholisme. Tragedi ini memperkuat tekad Trump untuk menjadi yang terbaik, bahkan jika harus mengorbankan keluarganya sendiri.
Kehidupan cintanya dengan Ivana (Maria Bakalova) juga tak kalah kompleks. Awalnya, hubungan mereka terlihat romantis dan penuh ambisi bersama. Tapi seiring waktu, ego dan ketenaran membuat segalanya retak. Dalam salah satu adegan paling intens, Trump digambarkan memperkosa Ivana setelah pertengkaran hebat tentang penampilan fisik dan citra diri mereka, adegan yang menegaskan sisi kelam dan brutal dari tokoh ini.
Film ini juga menampilkan perjuangan Cohn yang terkena AIDS tapi menolak mengakuinya. Hubungan antara Cohn dan Trump mulai retak ketika Trump menolak membantu kekasih Cohn yang sakit dan kemudian mengusirnya dari hotel. Dalam salah satu adegan paling menyayat, Cohn menangis sendirian saat ulang tahunnya di Mar-a-Lago, setelah tahu hadiah dari Trump hanyalah perhiasan palsu. Momen ini jadi simbol bagaimana kesetiaan dan kekuasaan bisa berubah jadi pengkhianatan dalam sekejap.
Menjelang akhir film, Cohn meninggal dunia dan Trump terus melangkah tanpa rasa bersalah. Ia menjalani operasi plastik, menulis buku The Art of the Deal (dengan ghostwriter Tony Schwartz), dan mulai berbicara tentang mimpinya menjadi Presiden Amerika Serikat. Film ini menutup dengan Trump berdiri menatap bendera AS yang berkibar di langit Manhattan, penuh keyakinan bahwa dirinya adalah sosok besar, meski jalannya dibangun dari kebohongan, manipulasi, dan ambisi yang tak pernah padam.
Dari segi produksi, film ini benar-benar digarap serius. Ali Abbasi ingin membuat potret manusiawi dari Trump, bukan karikatur. Jeremy Strong bahkan menyebut film ini sebagai "penyelidikan kemanusiaan terhadap tokoh yang membentuk sejarah modern." Sebastian Stan juga total dalam persiapan, ia mendengarkan rekaman suara Trump muda setiap hari, meniru cara bicaranya, bahkan menaikkan berat badan demi peran ini.
Film ini bukan sekadar biografi, tapi juga refleksi sosial tentang bagaimana kekuasaan bisa membentuk dan menghancurkan seseorang. The Apprentice tidak mencoba membenarkan Trump, tapi juga tidak mengutuknya secara hitam-putih. Ia memperlihatkan bagaimana ambisi dan ketakutan bisa menuntun seseorang menuju puncak, sekaligus jurang kehancuran.
Dan akhirnya, KLovers, pertanyaan besar pun muncul: apakah ambisi dan kemenangan bisa menebus harga diri yang hilang? Apakah kekuasaan benar-benar membuat seseorang hebat, atau justru memperlihatkan sisi paling rapuh dari manusia? Setelah menonton The Apprentice, mungkin KLovers akan sadar bahwa kadang perjalanan menuju puncak jauh lebih menakutkan daripada berada di bawah bayangannya sendiri.
Pemeran
Jadwal Film
Dhurandhar 2
Tunggu Aku Sukses Nanti
Danur: The Last Chapter
Na Willa
Pelangi Di Mars
Senin Harga Naik
Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa
Number One
Everyday, We
Reminders of Him
Enhypen (Walk the Line Summer Edition)
Setan Alas!
Juara Sejati
Setannya Cuan
Peaky Blinders: The Immortal Man
Good Luck, Have Fun, Don't Die
The Bride
Hoppers
Hamnet
Undercard
Dead Man's Wire
Panda Plan: The Magical Tribe
Titip Bunda di Surga-Mu
The Last Supper
Lift (2026)
Scream 7
Blades of the Guardians
Marty Supreme
How to Make a Killing
Do Deewane Seher Mein
EPiC: Elvis Presley in Concert
Crime 101
Kokuho
Asrama Putri
GOAT
The Super Mario Galaxy Movie
01 April 2026
Aku Harus Mati
02 April 2026
The Hostage's Hero
02 April 2026
Hoppers
03 April 2026
David
03 April 2026
The King's Warden
08 April 2026
Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?
09 April 2026
Yohanna
09 April 2026
Ip Man: Kung Fu Legend
10 April 2026
Ghost in the Cell
15 April 2026
Ready or Not 2: Here I Come
15 April 2026
Lee Cronin's The Mummy
15 April 2026
Dalam Sujudku
16 April 2026
The Magic Faraway Tree
17 April 2026
Michael (2026)
22 April 2026
The Drama
22 April 2026
Para Perasuk
23 April 2026
Kupilih Jalur Langit
23 April 2026
Ikatan Darah
30 April 2026
Tumbal Proyek
13 Mei 2026
Children of Heaven (2026)
27 Mei 2026
The Furious
29 Mei 2026
Masters of the Universe (2026)
05 Juni 2026
Avengers: Doomsday
18 Desember 2026Berita Lainnya
Sinopsis Film THE EXPENDABLES 3, Tayang Rabu 1 April 2026 Pukul 21.00 WIB