The Fabelmans
Drama

The Fabelmans

2022 151 menit PG-13
Rating 7.5/10
Rating 8.3/10
Sutradara
Steven Spielberg
Penulis Skenario
Steven Spielberg Tony Kushner
Studio
Amblin Entertainment Amblin Partners Reliance Entertainment

Berawal pada tahun 1952 di Haddon Township, New Jersey, pasangan Yahudi Mitzi dan Burt Fabelman membawa putra kecil mereka, Sammy, untuk menonton film pertamanya berjudul The Greatest Show on Earth. Adegan tabrakan kereta dalam film itu begitu memukau Sammy hingga ia memintakan set kereta mini untuk hadiah Hanukkah.

Suatu malam, ia dengan sengaja menabrakkan mainan itu, mencoba memahami bagaimana sesuatu bisa tampak begitu hidup di layar. Melihat ketertarikan itu, Mitzi memberinya izin menggunakan kamera 8 mm milik Burt untuk merekam ulang adegan tabrakan versi mainannya. Sejak saat itu, Sammy mulai rutin membuat film kecil-kecilan, bahkan melibatkan saudara perempuannya sebagai pemain.

Beberapa tahun kemudian, keluarga Fabelman pindah ke Phoenix, Arizona, mengikuti pekerjaan baru Burt. Namun, atas permintaan Mitzi, sahabat sekaligus rekan kerja Burt, Bennie Loewy, ikut pindah bersama mereka. Saat remaja, Sammy semakin menekuni dunia film bersama teman-temannya di pramuka. Ia belajar menggunakan efek pascaproduksi dan akhirnya meraih lencana fotografi.
Dalam perjalanan berkemah keluarga yang juga dihadiri Bennie, Sammy kembali membawa kameranya, mengabadikan setiap momen liburan mereka. Namun tak lama kemudian, ibunya kehilangan sang nenek dan terpuruk dalam kesedihan.
Melihat istrinya murung, Burt meminta Sammy untuk menyunting video liburan itu agar bisa menghibur Mitzi. Sammy enggan karena merasa film itu hanya akan mengingatkan ibunya pada hal yang menyakitkan, tetapi ayahnya bersikeras dan menyepelekan hobinya sebagai sesuatu yang tidak penting. Malam berikutnya, keluarga mereka kedatangan paman Boris, mantan pelatih singa yang pernah bekerja di dunia film.
Dalam percakapan hangat tapi tegas, Boris menasihati Sammy bahwa seni dan keluarga adalah dua hal yang tak akan pernah bisa benar-benar sejalan. Keduanya akan saling tarik menarik, dan di sanalah seorang seniman diuji. Kata-kata itu melekat kuat di benak Sammy.
Saat mengedit video liburan, Sammy menemukan hal yang tak ia duga. Dalam beberapa potongan gambar, tampak kedekatan Mitzi dan Bennie yang melebihi batas persahabatan. Ia terkejut, bingung, dan hancur. Berhari-hari ia bersikap dingin pada ibunya, hingga suatu hari pertengkaran besar pecah di antara mereka.
Mitzi menampar Sammy karena ucapannya yang menyakitkan, dan di tengah tangis, Sammy memperlihatkan hasil editan yang menunjukkan hubungan ibunya dengan Bennie. Ia berjanji akan menyimpan rahasia itu, tapi hubungan mereka berubah selamanya sejak saat itu.
Tidak lama kemudian, Burt menerima tawaran pekerjaan baru di Saratoga, California, dan keluarga itu harus kembali pindah. Bennie tetap tinggal di Phoenix, tapi sebelum perpisahan, ia memberikan Sammy kamera baru sebagai kenang-kenangan. Sammy menolak, merasa dunia film telah membawa banyak luka, tetapi Bennie menyelipkan kamera itu diam-diam ke saku Sammy sebelum mereka berpelukan. Walau memiliki kamera baru, Sammy bersumpah tidak akan lagi menggunakannya.
Setibanya di lingkungan baru, Sammy berusaha menyesuaikan diri, namun ia justru menjadi korban perundungan oleh dua siswa, Logan dan Chad, karena latar belakang Yahudinya. Di tengah tekanan itu, ia mulai berpacaran dengan Monica, gadis Kristen yang ceria dan penuh keyakinan.
Suatu malam, saat makan malam bersama keluarga Monica, gadis itu mengusulkan agar Sammy membuat film dokumentasi tentang acara Ditch Day di pantai. Ia meyakinkan Sammy dengan menyebutkan bahwa ayahnya memiliki kamera 16 mm yang bisa mereka pakai. Demi mengesankan Monica dan teman-teman barunya, Sammy menerima tawaran itu.
Sementara itu, hubungan Mitzi dan Burt semakin memburuk. Mitzi semakin tenggelam dalam perasaan bersalah, sementara Burt mulai sadar betapa retaknya pernikahan mereka. Hingga akhirnya mereka mengumumkan perceraian, membuat Sammy harus menghadapi kenyataan bahwa keluarganya benar- benar berpisah.
Ketika hari prom tiba, Sammy mengungkapkan perasaannya kepada Monica dan mengajaknya pindah ke Hollywood untuk mengejar impian. Namun Monica menolak, memilih tetap melanjutkan pendidikannya di Texas A&M University. Hatinya remuk, tapi Sammy tetap menayangkan film Ditch Day yang telah ia buat di hadapan seluruh teman sekolah.
Film itu menampilkan momen kebersamaan di pantai, disusun dengan gaya sinematik yang memukau. Dalam tayangan tersebut, Logan tampak sebagai sosok pahlawan yang menawan, sementara Chad digambarkan sebagai sosok yang kikuk dan memalukan.
Semua siswa bersorak dan mengagumi hasil karya Sammy, termasuk Logan yang awalnya membencinya. Namun di balik sorakan itu, Sammy justru merasa hampa. Ia tidak bisa berhenti memikirkan keluarga yang hancur, cinta yang gagal, dan pertanyaan besar tentang apakah seni memang pantas dibayar dengan kehilangan seperti ini.
Beberapa waktu setelah kelulusan, Sammy mulai merenungi semua yang telah ia alami. Dunia film yang dulu memberinya kebahagiaan kini terasa seperti beban yang menuntut pengorbanan besar. Namun, di tengah kebingungan itu, semangatnya untuk menciptakan cerita perlahan tumbuh kembali.
Ia menyadari bahwa lewat kamera, ia bukan hanya merekam gambar, tetapi juga menyembuhkan luka. Dengan keberanian baru, ia memutuskan untuk kembali mengejar impiannya, meninggalkan rumah demi mencari jati diri di Hollywood, tempat di mana setiap potongan kisah hidupnya mungkin bisa menemukan arti yang sesungguhnya.
Apakah perjalanan Sammy sebagai pembuat film akan menuntunnya menemukan makna sejati antara keluarga, cinta, dan ambisi, atau justru membuatnya semakin jauh dari semua yang ia sayangi?
Penulis artikel: Abdilla Monica Permata B.
Michelle Williams Mitzi Fabelman
Gabriel LaBelle Sammy Fabelman
Paul Dano Burt Fabelman
Judd Hirsch Uncle Boris
Seth Rogen Bennie Loewy
Mateo Zoryan Younger Sammy Fabelman
Keeley Karsten Natalie Fabelman
Alina Brace Younger Natalie Fabelman
Julia Butters Reggie Fabelman
Birdie Borria Younger Reggie Fabelman

Jadwal Film