The Monk and the Gun
Comedy Drama

The Monk and the Gun

2024 107 menit PG-13
Rating 7.1/10
Rating 7.8/10
Sutradara
Pawo Choyning Dorji
Penulis Skenario
Pawo Choyning Dorji
Studio
Dangphu Dingphu: A 3 Pigs Production Journey to The East Films Tomson Films

Film The Monk and the Gun berlatar di Bhutan pada tahun 2006, saat negara tersebut sedang bersiap menggelar pemilu demokratis pertamanya. Sebagai latihan bagi masyarakat yang belum terbiasa dengan sistem pemilihan, pemerintah mengadakan simulasi pemilu di berbagai daerah, termasuk di desa Ura. Di tengah perubahan besar itu, seorang lama tua di sebuah biara tiba-tiba memberi tugas aneh kepada murid mudanya, biksu bernama Tashi mencari senjata api sebagai persiapan menghadapi perubahan zaman yang akan datang.

Di waktu yang sama, seorang kolektor senjata asal Amerika bernama Ron Coleman datang ke Bhutan dengan misi pribadi yaitu mencari senapan antik langka. Dengan bantuan pemandu lokal bernama Benji, Ron pergi ke desa Ura setelah mendengar kabar bahwa ada warga tua yang memiliki senapan yang ia cari.

Setelah bertemu pemiliknya, Ron berhasil mencapai kesepakatan untuk membeli senapan tersebut. Namun ketika ia pergi ke bank untuk mengambil uang, situasinya berubah, senapan itu justru diberikan oleh sang pemilik kepada Tashi yang kebetulan datang ke sana.

Mengetahui hal itu, Ron dan Benji langsung mengejar Tashi untuk mencoba membeli senapan tersebut. Awalnya Tashi menolak menjualnya, tetapi akhirnya ia setuju menukar senapan itu dengan dua senjata AK-47. Ron pun berusaha mengatur penyelundupan senjata tersebut dari India. Sementara itu, polisi mulai curiga pada Ron setelah mendengar kabar tentang minatnya terhadap senjata dan mulai menyelidikinya.

Di sisi lain, kehidupan masyarakat desa juga ikut berubah karena proses demokrasi yang baru bagi mereka. Sepasang suami istri, Tshomo dan Choephel, bahkan mulai berselisih karena Choephel terlalu fanatik mendukung salah satu kandidat pemilu. Konflik itu membuatnya kurang memperhatikan keluarga, termasuk putrinya, Yuphel, yang hanya ingin penghapus untuk sekolah. Situasi ini memperlihatkan bagaimana konsep demokrasi yang baru diperkenalkan mulai memengaruhi kehidupan sehari-hari warga desa.

Ketika Ron dan Benji akhirnya kembali ke Ura dengan membawa rencana mereka, ternyata sudah terlambat. Sang lama telah memulai sebuah upacara pembangunan stupa baru. Di sana terungkap alasan sebenarnya ia meminta senapan tersebut, bukan untuk kekerasan, melainkan sebagai simbol kejahatan yang akan dikubur di dalam fondasi stupa sebagai bentuk pembersihan spiritual. Senapan antik itu pun akhirnya dikubur dalam ritual tersebut.

Tak lama kemudian, polisi datang untuk menahan Ron. Namun Benji dengan cepat mengatakan bahwa Ron sebenarnya membawa senjata AK-47 sebagai persembahan untuk upacara tersebut. Tashi ikut mendukung cerita itu sehingga situasi menjadi mereda. Sebagai tanda terima kasih, sang lama memberikan Ron sebuah hadiah simbolis yang unik. Kisah ini pun berakhir dengan nada satir sekaligus hangat, menggambarkan pertemuan budaya Barat dan tradisi Bhutan di tengah perubahan sejarah negara tersebut.

Penulis: Della Deswita Maharani

Tandin Wangchuk Tashi
Tandin Phubz Phurba
Kelsang Choejay Lama
Tandin Sonam Benji
Choeying Jatsho Choephel
Deki Lhamo Tshomo
Yuphel Lhendup Selden Yuphel
Pema Zangmo Sherpa Tshering Yangden
Harry Einhorn Ronald Coleman
Phub Dorji Ap Penjor