KOREA

Cover Dance K-Pop di Tengah Pandemi, Bagaimana Nasibnya Kini?

Kamis, 29 Juli 2021 14:32

Millenium Boys - Lollipop CZ cover dance © istimewa

Kapanlagi.com - dance menjadi salah satu bagian yang tak terpisahkan dari industri K-Pop yang semakin booming di kalangan remaja seluruh dunia seiring berjalannya waktu. Bahkan, bisa dibilang cover dance menjadi tren tersendiri di kalangan pecinta K-Pop, tak terkecuali di Indonesia.

Istilah cover dance sendiri digunakan untuk mendeskripsikan sebagai imitasi aksi panggung idol K-Pop. Mulai dari koreografi, outfit, makeup, gaya rambut, hingga gestur dan ekspresi wajah idol K-Pop ditampilkan oleh para cover dancer.

Dengan adanya cover dance, sedikit banyak bisa meredakan keinginan pecinta K-Pop di luar Korea Selatan untuk menonton langsung idola mereka yang terpisah negara. Oleh karena itu, event K-Pop yang menyertakan lomba atau penampilan cover dance dalam rangkaian acaranya selalu dibanjiri oleh massa.

Namun, cover dance juga tak terelakkan dari dampak pandemi sejak tahun 2020 lalu. Dengan berbagai pembatasan aktivitas di ruang publik, event K-Pop khususnya cover dance harus break dulu hingga batas waktu yang belum pasti. Bagaimana nasib tren ini di tahun kedua pandemi ya?

1. Tantangan Selama Pandemi

Sebelum pandemi melanda, event cover dance K-Pop dari skala kecil tingkat kota, nasional, hingga internasional menjadi acara rutin dan bisa ditemui hampir setiap hari. Untuk acara tingkat kota dan nasional, mall menjadi venue yang kerap dipilih oleh penyelenggara acara.

Sementara itu, event cover dance internasional di mana pesertanya datang dari seluruh dunia punya metode yang lebih kompleks. Sebelum finalis diterbangkan ke Korea Selatan, mereka harus bersaing terlebih dahulu dengan cover dance dari negara masing-masing.

Persaingan antar tim cover dance pun semakin ketat dari tahun ke tahun. Kualitas dan kuantitas cover dance di banyak negara, termasuk Indonesia, juga terus bertumbuh. Tapi semua berubah saat pandemi menyerang.

Lockdown dan semua pembatasan sejenisnya melarang acara yang bisa membuat kerumunan harus dihentikan demi menekan angka penyebaran virus corona. Sama seperti para idol, cover dance pun tak bisa unjuk kemampuan di atas panggung seperti sebelumnya.

2. Selalu Ada Solusinya

Namun, selalu ada solusi untuk setiap masalah. Apalagi dengan kreativitas para pecinta K-Pop yang nggak ada matinya, tidak ada halangan untuk tetap berkarya di tengah pandemi. Para cover dancer tetap bisa menghibur pecinta K-Pop bahkan berkompetisi secara online.

Hal ini juga diterapkan oleh beberapa penyelenggara kompetisi cover dance, termasuk K-Pop Cover Dance Festival yang setiap tahunnya menggelar event berskala internasional dan diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai negara.

Sejak tahun 2020 lalu, The Seoul Shinmun Daily selaku penyelenggara K-Pop Cover Dance Festival menggelar event mereka secara virtual. Padahal, di tahun-tahun sebelumnya finalis dihadirkan langsung ke Korea Selatan dan berkesempatan untuk tampil di atas panggung bak idol K-Pop beneran, termasuk ALZY grup cover dance ITZY asal Bekasi pada 2019 lalu.

Di tahun 2021 ini, K-Pop Cover Dance Festival kembali digelar secara virtual di mana ronde pertama untuk pengumpulan video dilangsungkan hingga tanggal 2 September diikuti dengan seleksi ronde kedua pada bulan Oktober. Sementara itu, babak final akan digelar pada bulan November mendatang.

3. Kembali ke Masa Lalu

Hanya bisa menampilkan cover dance secara online membawa kesan nostalgia ke era di mana event K-Pop belum se-booming tahun-tahun belakangan ini. FYI, di akhir tahun 2000an atau awal era K-Pop generasi kedua, YouTube menjadi satu-satunya wadah bagi para cover dancer untuk berkarya.

Tak seperti sekarang, cover dance di masa itu memiliki cukup banyak kendala. Di samping kualitas video masih belum berkualitas high definition, tak banyak konten performance idol K-Pop yang dibagikan di internet.

Jumlah penggemar K-Pop juga belum se-masif sekarang, sehingga masih belum banyak yang tertarik dengan cover dance. Ditambah lagi stigma yang melekat pada cover dance, yakni plagiat karya orang lain.

Sebelum menjadi tren, cover dance kerap dipandang sebelah mata karena orang-orang yang menggelutinya dianggap tidak kreatif dan hanya 'mencontek' apa yang sudah ada. Benarkah begitu?

4. Nggak Sekadar Mencontek Koreografi

Nggak dong! Cover dance memang menirukan koreografi yang dipopulerkan oleh idol K-Pop, tapi ada aspek-aspek lain yang membuatnya istimewa dan sebenarnya tidak mudah untuk dilakukan lho. Mirip dengan cosplay yang sudah populer sebelumnya, cover dance juga membutuhkan teknik, cinta dan penghayatan saat melakukannya.

Dengan menirukan koreografi idol K-Pop, otomatis cover dancer harus memahami teknik dance yang digunakan. Karena kalau nggak gitu, penampilan mereka nggak bakal sekeren idol K-Pop yang memang sudah menjalani masa trainee untuk belajar dance.

Biasanya, para cover dancer juga harus memahami dengan baik idol yang mereka cover sebelum tampil, baik dalam rekaman video maupun di atas panggung. Gerakan-gerakan kecil yang menjadi ciri khas seorang idol pun tak luput dari aspek penghayatan karakter mereka. Itulah kenapa banyak penggemar K-Pop yang begitu menikmati penampilan cover dance, ya karena mereka bisa mengingatkan para penonton dengan idol aslinya.

Belum lagi detail-detail penampilan yang harus diperhatikan. Sebisa mungkin, penampilan mereka dibuat mirip dengan idolanya, baik dari outfit, makeup, bahkan gaya dan warna rambut. Bahkan ada juga yang memiliki wajah mirip dengan idol yang dicover juga lho. Begitu banyak persiapan yang harus dilakukan sebelum benar-benar bisa disebut cover dance yang baik.

Dengan totalitas yang dilakukan, para cover dancer sukses menghibur pecinta K-Pop dan perlahan tapi pasti mulai dilirik publik hingga menjadi tren saat ini.

5. Semua Akan Cover Dance Pada Masanya

Akses untuk menampilkan cover dance menjadi lebih terbantu dengan kemajuan teknologi. Berbagai macam platform sudah tersedia bagi siapa saja untuk unjuk kebolehan, khususnya dalam bidang cover dance. Selain YouTube, media sosial seperti Instagram dan Tik Tok juga bisa dimanfaatkan.

Seiring dengan bertambahnya jumlah penikmat K-Pop, semakin banyak pula yang tertarik untuk menjajal cover dance, apalagi saat lebih banyak menghabiskan waktu di rumah saja selama pandemi. Tak terkecuali sederet selebritis Tanah Air, seperti Ayu Ting Ting dan Chika Jessica.

Gerakan-gerakan dance yang rancak ditambah dengan musik yang catchy tentu membuat siapa saja tergugah untuk bergoyang bersama, seperti lagu terbaru BTS Permission to Dance dan juga What is Love? yang dipopulerkan oleh TWICE. Yah, bisa dibilang semua akan cover dance pada masanya.


REKOMENDASI
TRENDING