HOME » KOREA
KOREA

Fakta-Fakta Industri Film Panas Jepang yang Tak Kalian Ketahui, Diungkap Langsung oleh Sang Sutradara

Kamis, 13 Agustus 2020 20:15

Rizu Suzuki / Credit: Youtube - SPA!

Kapanlagi.com - Di Jepang, industri film panas (porn) dianggap sebagai salah satu jalan karir yang sangat wajar. Bahkan hingga saat ini, industri ini masih terus berjalan dan peminatnya juga sangat banyak, baik dari orang-orang Jepang sendiri maupun berbagai belahan dunia.

Tak bisa dipungkiri jika industri film panas kerap mendapatkan pandangan negatif dari publik. Namun apakah benar jika tak ada satu pun hal positif yang bisa dipelajari dari industri tersebut?

Belum lama ini, seorang narasumber dari MOMOTARO, sebuah studio film yang memproduksi film panas di Tokyo mencoba untuk membocorkan berbagai macam fakta mengenai pekerjaan yang dijalaninya. Bahkan, sosok yang memiliki peran penting di industri film panas Jepang ini adalah seorang wanita loh. Namanya Rizu Suzuki.

"Aku bekerja di MOMOTARO sebagai public relation, sales manajer dan sutradara film panas. Sebenarnya aku itu pekerja yang bisa melakukan semuanya di perusahaan ini," ungkap Rizu di awal perkenalannya seperti dilansir dari channel Youtube Nobita fom Japan.

 

 

 

1. Jawab Tanggapan Miring Mengenai Film Panas

Banyak yang beranggapan jika film-film panas bisa merusak mental anak-anak generasi muda. Nah, pada case ini, Rizu menegaskan jika film panas yang diproduksi itu memang hanya boleh ditonton untuk orang-orang yang sudah dewasa.

"Pertama-tama, porn itu ratingnya R-18. Aku merasa porn itu seharusnya ditonton oleh orang dewasa yang punya comon sense saja. Semua orang yang bekerja di industri film panas punya tanggung jawab untuk mengingatkan para penonton mengenai hal tersebut," ungkap Rizu.

2. Jumlah Aktris Film Panas yang Makin Meningkat

Lebih jauh, menurut Rizu saat ini jumlah aktris film panas di Jepang meningkat drastis. Hanya saja, ada beberapa yang cuma menjadikannya sebagai pekerjaan sampingan, sehingga akhirnya banyak yang join, lalu pergi begitu saja.

"Kukira jumlahnya terus meningkat. Masalahnya, tidak semua seperti selebriti TV yang terkenal atau bintang film panas professional yang menghasilkan banyak uang. Beberapa dari mereka hanya muncul di sebuah film panas lalu menghilang begitu saja. Kalau yang seperti itu masuk kategori, jumlahnya pasti sangat banyak," jelas Rizu.

"Sebenarnya, aku sering mendengar akhir-akhir ini makin banyak gadis-gadis yang suka rela mendaftarkan diri untuk jadi bintang film panas. Kebanyakan karena mereka benar-benar ingin jadi aktris film panas yang terkenal dan sukses," tambahnya.

3. Reaksi Orang Sekitar Rizu Suzuki

Sebagian besar pekerja di industri film panas adalah pria. Rizu pun lantas menjelaskan bagaimana pandangan orang-orang terdekat ketika dirinya mulai terlibat dalam industri tersebut.

"Karena sering muncul di media, mereka akhirnya tahu tentang pekerjaanku. Kalau teman-temanku, mereka cuma bilang, 'Wah pekerjaan itu kamu banget'. Kalau orang tuaku, mereka membiarkanku begitu saja. Mereka bahkan tidak berkata apa-apa. Semua orang di sekitarku sangat mendukung. Mungkin karena aku benar-benar menikmati pekerjaanku. Melihatku seperti itu, aku kira tidak ada yang berani melarangku," kenang Rizu.

4. Lebih Banyak Peminat Wanita

Selain memproduksi film-film panas, MOMOTARO juga kerap menggelar event-event seputar dunia seks yang tentunya bersifat edukatif. Dan dari situ diketahui jika peminat dari event tersebut sangat besar, terutama para wanita.

"Menurutku gadis-gadis bisa meningkatkan teknik mereka di ranjang hanya dengan menonton film panas. Dan sebenarnya banyak sekali pasangan yang datang ke event kami dan mereka benar-benar enjoy untuk berinteraksi dengan bintang film panas favorit. Mengenai event-event untuk belajar seks, lebih banyak gadis-gadis yang datang ketimbang cowok. Menurutku semakin banyak wanita yang jadi terbuka mengenai seks," ungkapnya.

5. Bisa Mengurangi Angka Kejahatan Seksual

Setiap orang pasti punya preferensi seksual yang berbeda. Beberapa di antaranya bahkan mungkin yang bersifat ekstrem jika dilakukan di kehidupan nyata. Nah, menurut Rizu, nonton film panas dengan genre yang spesifik tersebut bisa saja membantu mengurangi tingkat kejahatan seksual.

"Kadang, orang-orang bisa memuaskan hasrat seks mereka hanya dengan nonton film panas, seperti hasrat untuk memerkosa atau pedofil. Kalau kamu melakukan hal tersebut di kehidupan nyata, tentu saja akan jadi kejahatan yang sangat buruk. Tapi mungkin mereka bisa memuaskan hasrat tersebut dengan nonton film panas. Jika begitu, maka menurutku film panas malah menangkal kejahatan seksual," tambah Rizu.



6. Harapan Rizu Suzuki

Di penghujung video, Rizu juga mengungkapkan misi terbesarnya dalam industri film panas. Ia rupanya ingin membuat film panas yang mengandung pesan-pesan edukasi terkait kehidupan seks yang bisa dipetik pelajaran oleh para penontonnya.

"Aku ingin membuat sebuah film panas yang bersifat edukasi, di mana kamu bisa belajar mengenai seks. Sebenarnya aku telah tidur dengan lebih dari 200 pria, mungkin aku bisa memberikan beberapa pembelajaran tentang seks dari pengalamanku tersebut. Seperti, apa yang tidak boleh dilakukan atau apa yang bisa membuat seorang wanita bahagia di ranjang. Aku berharap bisa jadi seorang influencer dalam bidang seks yang bisa memberikan berbagai tips-tips berguna seputar kehidupan bercinta," tutup Rizu.

 


REKOMENDASI
TRENDING